Penggunaan Progesteron dalam Mengurangi Risiko Perdarahan dan Keguguran
by dr. Karen Denisa
| 19 Februari 2026
Abortus imminens dan keguguran merupakan komplikasi umum pada awal kehamilan dengan angka kejadian sekitar 5%–22%. Kondisi ini dapat berdampak signifikan secara fisiologis dan psikologis bagi ibu. Etiopatogenesisnya belum sepenuhnya dipahami dan bersifat multifaktorial. Abortus imminens ditandai dengan perdarahan pervaginam, aktivitas jantung janin yang masih ada, serta serviks yang tertutup, dan merupakan penyebab non-traumatik tersering perdarahan trimester pertama. Perdarahan diduga berkaitan dengan gangguan vaskularisasi desidua di antarmuka ibu–janin, yang kadang tampak sebagai hematoma subkorionik pada ultrasonografi; jika luasnya melebihi 25% kantung gestasi, risiko kehilangan kehamilan meningkat. Tata laksana kondisi ini masih menjadi tantangan karena penyebabnya sering kali tidak jelas. Progesteron dan turunannya sering digunakan, namun jenis, rute, dan durasi terapi optimal masih terus diteliti. Tinjauan ini mengevaluasi efektivitas dan penggunaan klinis progestogen dalam penatalaksanaan perdarahan kehamilan awal, abortus imminens, dan keguguran berulang.