Monoterapi Clopidogrel vs. Aspirin Pasca-DAPT untuk Pasien dengan Sindrom Koroner Akut yang Menggunakan Drug-Eluting Stent
by dr. Lyon Clement
| 13 Mei 2026
Terapi antiplatelet jangka panjang direkomendasikan untuk pencegahan sekunder pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK). Bukti terbaru dari meta-analisis PANTHER-2 menunjukkan bahwa monoterapi clopidogrel menurunkan kejadian kardiovaskular dan serebrovaskular mayor yang merugikan (major adverse cardiovascular and cerebrovascular events/MACCE) dibandingkan dengan monoterapi aspirin, tanpa meningkatkan risiko perdarahan. Namun, bukti spesifik pada pasien dengan sindrom koroner akut (acute coronary syndrome/ACS) setelah penggunaan drug-eluting stent (DES) masih terbatas. Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini mengevaluasi efektivitas serta keamanan monoterapi clopidogrel dibandingkan aspirin setelah terapi antiplatelet ganda (dual antiplatelet therapy/DAPT) pada pasien ACS pascaimplantasi DES. Tiga studi yang melibatkan 7.081 pasien diikutsertakan, terdiri atas satu uji acak terkontrol dan dua studi kohort retrospektif observasional. Monoterapi clopidogrel secara signifikan menurunkan risiko (major adverse cardiovascular events (MACE) sebesar 28% dibandingkan aspirin (HR 0,72; 95% CI 0,54–0,98), tanpa perbedaan bermakna pada risiko perdarahan yang relevan secara klinis (HR 0,92; 95% CI: 0,68–1,24). Temuan ini menunjukkan bahwa clopidogrel dapat memberikan perlindungan kardiovaskular yang lebih baik dengan risiko perdarahan yang sebanding dibandingkan aspirin pada pasien ACS pascaimplantasi DES.