Detail Article

Kombinasi Dienogest dan GnRH agonis untuk Manajemen Pascaoperasi Endometriosis

dr. Karen Denisa
Mar 23
Share this article
45e9eabb7c255d534ea4ef0603862cd0.jpg
Updated 23/Mar/2026 .

Penelitian ini mengevaluasi strategi kombinasi antara agonis GnRH (GnRH-a) dan dienogest untuk manajemen jangka panjang pascaoperasi endometriosis. Ditemukan bahwa pemberian suntikan GnRH-a dalam jangka pendek sebelum memulai terapi dienogest efektif dalam mengurangi masalah perdarahan vagina yang tidak teratur pada fase awal pengobatan. Strategi ini terbukti meningkatkan kepuasan pasien, kepatuhan terhadap pengobatan, dan kualitas hidup secara keseluruhan tanpa menambah risiko efek samping pada kesehatan tulang.

Endometriosis adalah penyakit kronis yang menyerang sekitar 6%–10% wanita usia subur dan sering menimbulkan nyeri serta infertilitas. Angka kekambuhan pascaoperasi cukup tinggi, mencapai 50% dalam waktu 5 tahun, sehingga diperlukan rejimen obat jangka panjang untuk meminimalkan risiko tersebut. Meskipun dienogest efektif meredakan nyeri, efek samping berupa perdarahan vagina yang tidak normal sering kali menjadi alasan utama pasien menghentikan terapi, sehingga diperlukan metode untuk memperbaiki pola perdarahan dini.


Studi retrospektif ini menganalisis 154 pasien yang menjalani operasi konservatif endometriosis dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok A menerima terapi dienogest 2 mg/hari segera setelah operasi, sedangkan Kelompok B menerima 3 hingga 4 suntikan GnRH-a terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke terapi dienogest jangka panjang. Evaluasi dilakukan terhadap skor nyeri VAS, kualitas hidup melalui kuesioner EHP-5, dan pola perdarahan vagina yang dikategorikan berdasarkan standar FIGO selama masa tindak lanjut.


Hasilnya, kedua kelompok menunjukkan kontrol nyeri yang efektif dengan skor VAS yang tetap rendah selama masa pengobatan (p < 0,001). Kelompok kombinasi (B) menunjukkan keunggulan signifikan dalam pola perdarahan pada 3 bulan pertama, dengan angka perdarahan sering dan tidak teratur yang lebih rendah secara bermakna dibandingkan kelompok dienogest tunggal (8,3% vs 20,0% dan 3,6% vs 12,9%; p < 0,05). Selain itu, kelompok B mengalami peningkatan kualitas hidup yang lebih besar dengan penurunan skor EHP-5 yang lebih signifikan dibandingkan kelompok A (p < 0,001).

 

Kesimpulan

Penggunaan GnRH-a jangka pendek sebelum terapi dienogest pascaoperasi sangat efektif untuk mengurangi perdarahan dini yang merugikan serta meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup pasien.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato elements)

Referensi:

  1. Ma Y, Wang WX, Zhao Y. Dienogest in conjunction with GnRH-a for postoperative management of endometriosis. Front Pharmacol. 2024;15:1373582
Share this article
Related Articles