Product Profile
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z

CLAVENTIN

BRANDED
Kombinasi antibotik beta-laktam dengan inhibitor beta-laktamase. Bekerja menghambat Penicillin Binding Protein bakteri.
Available at :
Share this article

Komposisi:

Tiap kaplet salut selaput CLAVENTIN 500 mengandung : 

Amoxicillin trihydrate setara dengan amoxicillin 500 mg 

Potassium clavulanate setara dengan clavulanic acid 125 mg

Tersedia di Cambodia

Tiap 5 mL sirup CLAVENTIN mengandung : 

Amoxicillin trihydrate setara dengan amoxicillin 125 mg 

Potassium clavulanate setara dengan clavulanic acid 31,25 mg

Tersedia di Cambodia, Myanmar, Philipphines

Sediaan/Kemasan:

CLAVENTIN 500 kaplet : Dus berisi 3 strip x 10 kaplet.

CLAVENTIN 125 sirup kering : Dus isi 1 botol 60 mL

Farmakologi:

Kombinasi antibotik beta-laktam dengan inhibitor beta-laktamase. Bekerja menghambat Penicillin Binding Protein bakteri lalu menghambat sintesis dinding sel bakteri sehigga bersifat bakterisidal. Bioavailablitas oral 90%. Eliminasi melalui ginjal. Waktu paruh eliminasi 1,5 jam.

Indikasi:

Oral: Infeksi saluran napas atas, infeksi saluran napas bawah, infeksi saluran urogenital, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi, infeksi gigi, sepsis.

Dosis:

Kaplet salut selaput:

Dewasa dan anak di atas 12 tahun: CLAVENTIN 500 kaplet 3 kali sehari.

Sirup: 

Anak < 1 tahun : 2 mL, 3 kali sehari. 

Anak 1 - 6 tahun (10 - 18 kg) : 5 mL, 3 kali sehari.

Anak > 6 tahun (18 - 40 kg) : 10 mL, 3 kali sehari. 

Dosis yang direkomendasikan untuk anak 25 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. (Setiap 25 mg sirup CLAVENTIN mengandung amoxicillin 20 mg dan clavulanic acid 5 mg)

Kontraindikasi:

Hipersensitivitas.

Peringatan dan Perhatian:

Dapat terjadi reaksi hipersensitivitas, kategori kehamilan B, hati-hati penggunaan pada pasien gangguan hati berat.

Untuk melarutkan CLAVENTIN sirup kering, tambahkan air 58 mL dan kocok hingga semua bubuknya larut. Setelah dicampur, suspensi ini perlu disimpan di tempat kering serta sejuk (2 - 8°C) dan tidak boleh digunakan setelah 7 hari. 

Efek Samping:

Diare, mual, muntah, ruam, urtikaria, sakit kepala, kolitis pseudomembranosa, reaksi hipersensitivitas, perubahan nilai laboratorium dan flebitis. 

Interaksi Obat: 

- Dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi oral.

- Dapat meningkatkan waktu perdarahan dan waktu pembekuan darah pada penderita yang mendapat pengobatan antikoagulan.