Detail Article
PUFA Omega-3 Memperbaiki Denyut Jantung Pasien Dialisis Kronik
Dokter Kalbemed
Jan 30
Share this article
img-Steak1.jpg
Updated 20/Jul/2020 .

Penyebab kematian pada pasien end stage renal disease (ESRD) yang tersering adalah penyakit kardiovaskuler dan henti jantung mendadak. Hal ini terutama disebabkan karena terjadi disfungsi autonom jantung yang dapat dinilai dari heart rate variability (HRV). Disfungsi autonom pada jantung, dikarakteristikkan dengan aktivitas simpatetik yang berlebihan dan atau parasimpatetik yang tidak adekuat, sehingga meningkatkan risiko hipotensi pada saat dialisis dan menyebakan berkembangnya malignant ventricular arrhythmias.

 

Penyebab kematian pada pasien end stage renal disease (ESRD) yang tersering adalah penyakit kardiovaskuler dan henti jantung mendadak. Hal ini terutama disebabkan karena terjadi disfungsi autonom jantung yang dapat dinilai dari heart rate variability (HRV). Disfungsi autonom pada jantung, dikarakteristikkan dengan aktivitas simpatetik yang berlebihan dan atau parasimpatetik yang tidak adekuat, sehingga meningkatkan risiko hipotensi pada saat dialisis dan menyebakan berkembangnya malignant ventricular arrhythmias.

PUFA omega-3, yang meliputi EPA dan DHA mempunyai beberapa efek yang dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler. Beberapa penelitian melaporkan bahwa terjadi penurunan kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler dan risiko henti jantung mendadak, yang kemungkinan disebabkan oleh efek anti-aritmia dari PUFA omega-3, baik yang secara langsung berpengaruh pada kardiomiosit atau secara tidak langsung melalui perbaikan modulasi autonom jantung yang ditandai dengan peningkatan HRV.

Pasien dengan kronik dialisis mempunyai asupan PUFA omega-3 yang rendah begitu juga dengan kadarnya di dalam darah. Hal ini telah diketahui merupakan bagian dari penyebab tingginya risiko henti jantung mendadak pada pasien dialisis kronik. Tetapi apakah PUFA omega-3 dapat memperbaiki autonom jantung pada pasien dialisis kronik?

Dari hasil penelitian RCT menunjukkan pemberian PUFA omega-3, 2 g/hari selama 3 bulan pada pasien yang menjalani dialisis kronik dapat membantu meningkatkan HRV dan interval RR serta menurunkan denyut jantung, sehingga dapat mencegah terjadinya malignant ventricular arrhythmias. Hal ini seperti yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nutrients tahun 2018.[LAI]


 

Image: Ilustrasi

Referensi:

1. Rantanen JM, Riahi S, Johansen MB, Schmidt EB, Christensen JH. Effects of marine n-3 polyunsaturated fatty acids on heart rate variability and heart rate in patients on chronic dialysis: a randomized controlled trial. Nutrients 2018;10:1313. doi:10.3390/nu10091313.

2. Teta D. Fish oil for prevention of sudden death in hemodialysis patients? Kidney Int. 2013;83:993–95.

3. De Caterina. N-3 fatty acids in cardiovascular disease. N. Engl. J. Med. 2011;364:2439–50.

 

Share this article
Related Articles
Vitamin C Menurunkan Risiko Fibrilasi Atrium pada Pasien Pasca-bedah Jantung
Admin | 06 May 2018
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
PUFA Omega-3 Memperbaiki Denyut Jantung Pasien Dialisis Kronik
Dokter Kalbemed | 30 Jan 2019
Efektivitas Norepinephrine untuk Pasien dengan Acute Heart Failure (AHF)
Dokter Kalbemed | 18 Feb 2019
Vitamin C, Adakah Manfaat bagi Jantung?
Esther Kristiningrum | 20 Mar 2019
Aspirin dosis-rendah untuk Pencegahan Penyakit Kardiovaskuler, Bagaimanakah Manfaatnya?
Jane Cherub | 08 Apr 2019
Diet Berbasis Nabati Berhubungan Dengan Penurunan Risiko Gagal Jantung
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 09 May 2019
Hiperurisemia, Adakah Hubungannya dengan Hipertensi dan Gangguan Kardiovaskuler?
Jane Cherub | 16 May 2019
Kebisingan Lalulintas dan Polusi Udara, Adakah Korelasinya Dengan Risiko Kardiometabolik?
Jane Cherub | 25 Jun 2019
Pencegahan Primer Penyakit Kardiovaskuler Menurut Panduan ACC/AHA 2019, Apa Sajakah itu?
Jane Cherub | 16 Jul 2019