Detail Article
Aspirin dosis-rendah untuk Pencegahan Penyakit Kardiovaskular, Bagaimanakah Manfaatnya?
Jane Cherub
Apr 09
Share this article
img-pembuluh-darah.jpg
Updated 11/Nov/2020 .

Aspirin, salah satu obat antiplatelet yang dikenal dengan sebutan “pengencer darah”, sering digunakan untuk pencegahan serangan jantung dan stroke. Hal ini akan bermanfaat jika diberikan pada individu dengan risiko tinggi atau riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah sebelumnya. Namun, penggunaan aspirin untuk pencegahan serangan jantung pada individu sehat tanpa faktor risiko jantung dan pembuluh darah 

Aspirin, obat antiplatelet yang dikenal dengan sebutan “pengencer darah”, sering digunakan untuk pencegahan serangan jantung dan stroke. Hal ini akan bermanfaat jika diberikan pada individu dengan risiko tinggi atau riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun, penggunaan aspirin untuk pencegahan serangan jantung pada individu sehat tanpa faktor risiko jantung dan pembuluh darah tidak dianjurkan, seperti disebutkan pada berbagai guidelines internasional.


Pada guideline ACC/AHA yang dikeluarkan tahun 2019 untuk Primary Prevention of Cardiovascular Disease disebutkan bahwa aspirin dosis-rendah (75-100 mg oral harian) dapat dipertimbangkan sebagai pencegahan primer penyakit kardiovaskuler aterosklerotik (atherosclerotic cardiovascular disease/ASCVD) pada dewasa berusia 40-70 tahun dengan risiko ASCVD tinggi namun tanpa peningkatan risiko perdarahan.


Pada awal tahun 2019, New England Journal of Medicine menerbitkan tiga studi ASPREE mengenai penggunaan aspirin dosis-rendah, dengan insight: pemberian rejimen aspirin dosis-rendah harian tidak memberikan manfaat kesehatan yang signifikan untuk orang dewasa sehat, sebaliknya dapat menyebabkan bahaya yang serius. Berikut intisari singkat ketiga studi tersebut:

▪ Studi pertama merupakan studi acak, tersamar-ganda, terkontrol-plasebo, yang mengikutsertakan hampir 20.000 orang di Australia dan Amerika Serikat dengan usia median 74 tahun. Semua partisipan terhitung sehat pada saat pendaftaran studi (tanpa riwayat penyakit jantung, demensia, atau disabilitas fisik persisten). Setengah dari partisipan studi mendapat aspirin 100 miligram dalam sehari, setengah lainnya menerima plasebo. Endpoint studi ini adalah gabungan kematian, demensia, atau disabilitas fisik persisten. Setelah hampir 5 tahun, para peneliti tidak mengamati adanya perbedaan “disability-free survival”di antara kedua kelompok. Di sisi lain, dijumpai tingkat perdarahan yang lebih tinggi pada kelompok yang menerima aspirin dibandingkan kelompok yang mendapat plasebo.

▪ Studi kedua merupakan studi bersamaan studi pertama dengan endpoint perdarahan mayor dan penyakit kardiovaskuler (didefiniskan sebagai penyakit jantung koroner fatal, infark miokard non-fatal, stroke fatal atau non-fatal, atau kejadian rawat inap untuk gagal jantung). Hasil studi ini menunjukkan risiko perdarahan mayor secara signifikan lebih tinggi pada kelompok aspirin dibandingkan plasebo; kejadian perdarahan mayor utamanya melibatkan perdarahan saluran cerna dan intrakranial. Selain itu, tidak dijumpai penurunan risiko penyakit jantung yang signifikan pada kelompok plasebo.

▪ Studi ketiga yang masih merupakan rangkaian dari studi pertama dan kedua menganalisis perbandingan mortalitas di antara kedua kelompok. Pada hasil studi ini dijumpai mortalitas semua-penyebab yang lebih tinggi di antara orang dewasa sehat yang mendapat aspirin harian dibandingkan yang mendapat plasebo dan dikaitkan terutama dengan kematian terkait-kanker.


Penggunaan aspirin dosis-rendah untuk pencegahan serangan jantung dan stroke pada pasien dengan riwayat serangan jantung atau stroke menunjukkan manfaat konsumsi aspirin harian melebihi risikonya. The US Preventive Services Task Force merekomendasikan inisiasi penggunaan aspirin dosis-rendah untuk pencegahan primer penyakit kardiovaskular dan kanker kolorektal pada dewasa berusia 50-59 tahun pada individu dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular ≥10%. Sementara penggunaan dosis-rendah harian pada individu sehat tidak bermanfaat bahkan dapat meningkatkan risiko perdarahan internal dan kematian dini. 

 

Image : Ilustrasi

Referensi:

1. Arnett DK, Blumenthal RS, Albert MA, Michos ED, Buroker AB, Miedema MD, et al. 2019 ACC/AHA Guideline on the Primary Prevention of Cardiovascular Disease. J Am Coll Cardiol. 2019 Mar 17. pii: S0735-1097(19)33876-8. doi: 10.1016/j.jacc.2019.03.009.

2. McNeil JJ, Woods RL, Nelson MR, Reid CM, Kirpach B, Wolfe R, et al.Effect of Aspirin on Disability-free Survival in the Healthy Elderly. N Engl J Med. 2018;379(16):1499-508.

3. McNeil JJ, Wolfe R, Woods RL, Tonkin AM, Donnan GA, Nelson MR, et al. Effect of Aspirin on Cardiovascular Events and Bleeding in the Healthy Elderly. N Engl J Med. 2018;379(16):1509-18.

4. McNeil JJ, Nelson MR, Woods RL, Lockery JE, Wolfe R, Reid CM, et al. Effect of Aspirin on All-Cause Mortality in the Healthy Elderly. N Engl J Med. 2018;379(16):1519-28.

Share this article
Related Articles
Vitamin C Menurunkan Risiko Fibrilasi Atrium pada Pasien Pasca-bedah Jantung
Admin | 06 Mei 2018
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Manfaat Penggunaan Zinc pada Jerawat
Admin | 15 Jan 2019
Manfaat Suplementasi Vitamin D Pada Disfungsi Endotel Pasien PGK
Dokter Kalbemed | 22 Jan 2019
Suplementasi Creatine Nitrate Meningkatkan Performa Latihan
Dokter Kalbemed | 24 Jan 2019
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019