SHARE TO:

Ini Salah Satu Manfaat Vitamin C Untuk Perokok

  • Merokok merupakan salah satu kebiasaan adiktif, dan diperkirakan pada tahun 2030 jika kecenderungan ini berlanjut, merokok akan membunuh lebih dari 9 juta orang setiap tahun. Kondisi hiperkoagulopati dan hipertrombosis tampaknya mendukung teori bahwa merokok berkontribusi terhadap tingginya kejadian infark miokardium akut di antara perokok berat. Bekuan darah dapat menghambat suplai darah dan dapat menyebabkan kondisi jantung yang serius, termasuk serangan jantung yang fatal.

    Perokok kronik didefinisikan dengan merokok selama rata-rata 21 “kemasan-tahun”. Merokok kronik merujuk pada merokok yang persisten, setiap hari, dan jangka panjang. Merokok kronik diketahui sebagai salah satu faktor risiko utama dalam perkembangan aterosklerosis pada arteri koroner dan perifer. Asap rokok telah diperkirakan mengandung banyak radikal bebas yang dapat mengoksidasi komponen lemak tubuh. Salah satu dampak rokok adalah disfungsi hemostatik. Banyak studi menunjukan bahwa merokok meningkatkan agregasi trombosit dan hal ini berperan penting dalam injuri vaskuler yang diinduksi rokok – suatu mekanisme di mana merokok menyebabkan penyakit arteri.

    Vitamin C, suatu antioksidan yang poten, telah menunjukkan dapat membantu membersihkan tubuh dari radikal bebas oksigen yang merusak sel dan dapat melawan stres oksidatif pada pembuluh darah, yang disebabkan oleh merokok. Suplemen vitamin C juga secara dramatis melawan kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh rokok dan paparan terhadap asap tembakau. Teramoto, dkk. menemukan bahwa perokok mempunyai 30% kadar vitamin C lebih rendah dibanding non-perokok serta juga dipercaya bahwa nikotin dapat mengganggu absorpsi vitamin C

    Suatu studi dilakukan untuk meneliti efek suplementasi vitamin C oral terhadap disfungsi hemostatik pada perokok kronik. Studi ini menyertakan 100 perokok kronik dan 100 non-perokok (kontrol). Peserta studi diberi tablet vitamin C 500 mg per hari selama 2 minggu berturut-turut. Sampel darah diambil saat basal dan akhir studi. 

    Hasil studi menunjukkan bahwa petanda koagulasi bleeding time (BT), whole blood clotting time (WBCT), prothrombin time (PT), dan activated partial thromboplastin time with kaolin (APTTK) secara bermakna menurun pada perokok kronik dan total platelet count (TPC) secara bermakna meningkat jika dibandingkan dengan non-perokok. Sedangkan pada non-perokok semua parameter baik pada awal ataupun akhir studi tidak menunjukkan perubahan yang bermakna.

    Dari hasil studi ini disimpulkan bahwa vitamin C oral mempunyai efek yang bermanfaat pada disfungsi hemostatik pada perokok kronik, sehingga vitamin C perlu diberikan pada perokok kronik, meskipun merokok tetap perlu dihindari.

     

     

    Silahkan baca juga:Prove C, Memelihara daya tahan tubuh, memperbaiki susunan kolagen, membantu penyembuhan luka.

    Image: Ilustrasi
    Referensi: Soronnadi CN, Anyehie BU, Iyare EE, Neboh EE, Odiegwu CNC, Odurukwe O. Oral supplementation of vitamin C reverses haemostatic dysfunction in chronic smokers. Biomedical Research 2013; 24(4):458-62.

Please login or register to post comments.