Detail Article
Vitamin D Efektif untuk COVID-19
dr. Esther Kristiningrum
Feb 19
Share this article
d1e6ff098df70d7e6f6d6aeef79c55fa.jpg
Updated 19/Feb/2021 .

Hasil dari meta-analisis (total 49 studi) menunjukkan bahwa vitamin D efektif untuk pasien Covid-19. Kadar vitamin D yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko (terinfeksi, hospitalisasi, progresivitas, dan kematian) sebesar 62% (dari 33 studi), dan terapi vitamin D (dari 16 studi) dikaitkan dengan penurunan risiko (progresivitas, kematian) sebesar 65%.


Vitamin D telah diidentifikasi dalam kaitan dengan kesehatan tulang, tetapi saat ini diketahui juga memiliki banyak fungsi lain, termasuk berperan pentingnya dalam sistem imun.

 

Telah dilakukan analisis dari 49 studi-studi bermakna terkait vitamin D dan Covid-19 (n=16.392) untuk menganalisis outcome berdasarkan kecukupan kadar vitamin D, mortalitas, dan studi terapi dalam setiap tahapan terapi. Secara umum, kadar vitamin D yang rendah dikaitkan dengan banyak faktor yang dapat mempengaruhi kerentanan terhadap Covid-19 dan keparahan Covid-19. Studi juga menunjukkan kaitan antara kecukupan kadar vitamin D dan outcome.

 

Keterangan:

Early treatment: terapi segera setelah muncul gejala

Late treatment : terapi yang lebih lambat

Pre-exposure prophylaxis: konsumsi vitamin D secara teratur sebelum terinfeksi

 

Meta-analisis dari 33 studi menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko (terinfeksi, hospitalisasi, progresivitas, dan kematian) sebesar 62% (RR 0,38; 95% CI 0,30-0,48). Meta-analisis efek acak dari studi-studi terapi vitamin D hingga saat ini menghasilkan penurunan risiko (progresivitas, kematian) sebesar 65% (RR 0,35; 95% CI 0,24-0,52).

 

Disimpulkan bahwa vitamin D efektif untuk pasien Covid-19.


Gambar: Ilustrasi (www.pexels.com)

Referensi:

Vitamin D is effective for COVID-19: real-time meta analysis of 49 studies. Covid Analysis, Dec 17, 2020 (Version 24, Feb 17, 2021) [Internet]. 2021 [cited 2021 Feb 18]. Available from: https://vdmeta.com/


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019