Detail Article
Metformin dan Perubahan Gaya Hidup Bermanfaat untuk Anak dengan Obesitas dan Resistensi Insulin
dr. Lyon
Jul 20
Share this article
8ee6d69b40a1faa7aef29213976e582f.jpg
Updated 21/Jul/2022 .

Metformin telah disetujui FDA untuk terapi DM tipe 2 pada dewasa dan anak usia >10 tahun dan dapat menurunkan orang dewasa dengan obesitas dan mencegah onset terjadinya DM tipe 2. Untuk itu, penelitian ini menganalisis database elektronik dari sebuah fasilitas layanan kesehatan dengan prevalensi obesitas anak yang tinggi (14,5%; 110.000 pasien) secara retrospektif untuk mengevaluasi peran metformin dalam terapi obesitas pada anak. 

Pasien yang direkrut ke dalam penelitian ini berusia 10-17 tahun yang berobat selama 2008-2014 (periode studi) dengan diagnosis obesitas (didefinisikan sebagai IMT ≥ P95 berdasarkan usia dan jenis kelamin; ICD-9) dan satu atau lebih dari beberapa komorbid: intoleransi glukosa, toleransi glukosa terganggu, prediabetes, resistensi insulin/sindrom metabolik, acanthosis nigricans, dan polycystic ovarian syndrome (PCOS). 


Pasien yang memenuhi kriteria penelitian dikategorikan menjadi 3 kelompok sesuai terapi yang didapatkan: kelompok metformin, terdiri atas pasien yang telah diresepkan metformin selama minimal 6 bulan selama periode studi dan di saat yang bersamaan menerima konseling penurunan berat badan intensif; kelompok kontrol 1: pasien yang tidak menerima metformin selama periode studi, namun mengikuti program penurunan berat badan terstruktur; dan Kelompok kontrol 2: pasien yang tidak menerima metformin dan tidak berpartisipasi dalam program penurunan berat badan. 


Analisis akhir penelitian ini dilakukan terhadap 955 subjek yang memenuhi kriteria dengan data yang adekuat, masing-masing 115 subjek pada kelompok metformin, 388 subjek pada kelompok kontrol 1, dan 452 subjek pada kelompok kontrol 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi metformin (kelompok metformin) yang dilengkapi modifikasi gaya hidup berhubungan dengan penurunan berat badan dan IMT yang lebih signifikan dibandingkan modifikasi gaya hidup saja (kelompok kontrol 1 dan 2) pada anak dengan obesitas dan resistensi insulin setelah 6-12 bulan terapi. Metformin cukup aman dan dapat ditoleransi untuk anak dengan usia > 10 tahun.



Gambar: Ilustrasi (Racool_studio - www.freepik.com)

Referensi: Concepcion JQ, Tucker L-Y, Huang K. Metformin for pediatric obesity and insulin resistance: a retrospective study within an integrated health care system. Obesity (Silver Spring). 2021; 00: 1-12.

Share this article
Related Articles
Kombinasi Vitamin K dan Kalsium Meningkatkan BMD
dr. Esther Kristiningrum | 11 Agt 2022
Protein Prostasin, Adakah Korelasinya dengan Insidensi Diabetes dan Mortalitas akibat Kanker?
dr. Kupiya | 10 Agt 2022
Kombinasi Vitamin E dengan Atorvastatin Memperbaiki Sensitivitas Insulin dan Ekspresi PPAR-y Pasien DM Tipe 2
dr. Esther Kristiningrum | 28 Jun 2022
Terapi Metformin-Glimepiride Menurunkan HbA1c dan Berat Badan yang Lebih Signifikan Dibandingkan Metformin-Glibenclamide
dr. Lyon Clement | 26 Apr 2022
Efektivitas ω-3 Krill Oil pada Pasien dengan Hipertrigliserida Berat
dr. Della Sulamita | 06 Apr 2022
Kadar Vitamin D3 Serum Berkorelasi Negatif Terhadap Resistensi Insulin
dr. Hasna Mardhiah | 01 Apr 2022
Terapi Jangka Panjang Dapagliflozin + Saxagliptin + Metformin Meningkatkan Proporsi Pasien yang Mencapai Target HbA1C
dr. Lupita Wijaya | 30 Mar 2022
Vitamin C dan E Bermanfaat pada Pasien DM Tipe 2 dengan Terapi Metformin
dr. Esther Kristiningrum | 22 Mar 2022
Penggantian Insulin NPH ke Glargine, Profil Glikemik Lebih Baik dengan Risiko Hipoglikemia Lebih Rendah pada Pasien DM Tipe 1 dan 2
dr. Lupita Wijaya | 23 Feb 2022
Saxagliptin secara Signifikan Menurunkan Glukosa Post-Prandial pada pasien Obesitas dengan Intoleransi Glukosa
dr. Lupita Wijaya | 02 Feb 2022