Detail Article
Sediaan Vitamin D3 antara Tablet dan Oil Drops, Apakah Sama Efektifnya?
dr. Esther Kristiningrum
Feb 14
Share this article
4875f96513819f7c4d49b68f6fefba30.jpg
Updated 14/Feb/2022 .

Suplemen vitamin D3 ada yang tersedia dalam bentuk tablet atau oil drops. Hasil studi menunjukkan bahwa vitamin D3 yang diberikan sebagai sediaan tablet sama efektif dengan sediaan oil drops dalam meningkatkan kadar 25-OHD serum. 

Efektivitas tablet dalam meningkatkan kadar 25-OHD serum (S-25-OHD) telah dibandingkan dengan oil drops dengan me-re-analisis data dari studi observasi sebelumnya pada pasien imunodefisiensi dengan kadar 25-OHD serum <75 nmol/L yang secara acak diberikan tablet vitamin D3 1600 IU/hari atau vitamin D3 oil drops 1500 IU/hari selama 12 bulan. Tablet dan oil drops vitamin D3 juga dibandingkan efeknya pada kadar 25-OHD serum setelah 3-5 bulan dan penggunaan antibiotik. Data pada kadar 25-OHD serum setelah ≥3 bulan tersedia untuk 137 pasien yang diterapi dengan tablet dan 69 dengan oil drops.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa kedua kelompok secara bermakna meningkatkan kadar 25-OHD serum (tablet: dari 52 nmol/L menjadi 87 nmol/L; oil drops: dari 55 nmol/L menjadi 86 nmol/L; p=0,77). Pada subkelompok pasien tanpa terapi pengganti imunoglobulin, suplementasi vitamin D3 dengan oil drops (n=34), tetapi tidak dengan tablet (n=60) menyebabkan pemberian antibiotik yang secara bermakna lebih rendah (masing-masing nilai p,0,001 dan p=0,58).

 

Sebagai kesimpulan, hasil studi menunjukkan bahwa vitamin D3 yang diberikan sebagai sediaan tablet sama efektif dengan sediaan oil drops dalam meningkatkan kadar 25-OHD serum. Hal ini merupakan penemuan yang penting di mana dokter dan pasien dapat memilih jenis sediaan (tablet atau oil) yang paling sesuai cocok bagi masing-masing pasien, sehingga akan meningkatkan kepatuhan dan akhirnya meningkatkan kesehatan umum pada populasi target.

 


Gambar: Ilustrasi

Referensi:

Frankling MH, Norlin A, Hansen S, Borgström EW, Bergman P, Björkhem-Bergman L. Are vitamin D3 tablets and oil drops equally effective in raising s-25-hydroxyvitamin D concentrations? A post-hoc analysis of an observational study on immunodeficient patients. Nutrients 2020;12:1230. doi:10.3390/nu12051230


Share this article
Related Articles
Kombinasi Vitamin E dengan Atorvastatin Memperbaiki Sensitivitas Insulin dan Ekspresi PPAR-y Pasien DM Tipe 2
dr. Esther Kristiningrum | 28 Jun 2022
Peran Vitamin untuk Kulit Sehat
dr. Della Sulamita | 24 Jun 2022
Rekomendasi ASCO Terkait Diet dan Olahraga Pasien Kanker
Dr. Dedyanto Henky Saputro, M. Gizi, AIFO-K | 17 Jun 2022
Suplementasi Vitamin C Menurunkan Risiko Gout
dr. Esther Kristiningrum | 15 Jun 2022
Pasien DM dengan Berat Badan Berlebih Memerlukan Dosis Vitamin C Lebih Besar
Dr. Esther Kristiningrum | 30 Mei 2022
Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik Memperbaiki Profil Metabolik Pasien Penyakit Ginjal Kronik
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 23 Mei 2022
Citicoline Membantu Mencegah Progresivitas Glaukoma
dr. Allen | 18 Mei 2022
Vitamin C pada Pigmentasi Melanin pada Gusi dan Kulit, Ini Efeknya
dr. Della Sulamita | 10 Mei 2022
Pemberian Kombinasi Nutrisi Parenteral-Enteral pada Fase Akut. Bagaimana Hasil Meta-analisisnya?
dr. Laurencia Ardi | 20 Apr 2022
Schisandra chinensis dan Penyakit Kardiovaskuler
dr. Josephine Herwita AB | 19 Apr 2022