Detail Article
Kurangnya Vitamin D Selama Hamil Meningkatkan Risiko Berat Badan Lahir Rendah
dr. Martinova Sari Panggabean
Nov 01
Share this article
f182d3adc4ef4e7dd5ee907418833acc.jpg
Updated 11/Nov/2021 .

Penelitian telah melaporkan bahwa defisiensi vitamin D pada ibu merupakan faktor risiko independen terhadap gangguan pertumbuhan janin. Berbagai penelitian pendahulu telah menunjukkan bahwa ibu hamil dengan kadar vitamin D kurang dari 20 ng/mL lebih cenderung melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dibandingkan ibu hamil dengan kadar vitamin D lebih dari 20 ng/mL.

Terdapat beberapa mekanisme defisiensi vitamin D dalam mempengaruhi pertumbuhan janin.

  1. Defisiensi vitamin D ibu berdampak pada penyerapan kalsium dan metabolisme tulang sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tulang janin.
  2. Vitamin D berperan dalam mengatur respons imun antara janin dan ibu melalui produksi peptida antimikroba yang berperan dalam perlawanan terhadap infeksi. Studi melaporkan bahwa ibu hamil dengan defisiensi vitamin D lebih berisiko mengalami korioamnionitis plasenta, mempengaruhi suplai darah plasenta, menghambat pertumbuhan normal janin, dan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah.
  3. Vitamin D berperan dalam mengatur berbagai hormon yang terlibat dalam metabolisme glukosa dan asam lemak, sehingga gangguan pada jalur ini berpengaruh terhadap suplai nutrisi janin.


Studi metaanalisis dilakukan oleh Fang, dkk. untuk mengevaluasi hubungan antara defisiensi vitamin D ibu selama kehamilan dan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi yang dilahirkan. Metaanalisis ini melibatkan 16 studi (cohort, case-control, cross-sectional) dengan jumlah subjek kurang lebih 17.000 ibu hamil. Defisiensi vitamin D didefinisikan sebagai kadar 25(OH)D dibawah 20 ng/mL. Outcome utama yang dievaluasi adalah berat badan lahir bayi. Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah jika berat badan bayi kurang dari 2,5 kilogram saat dilahirkan.


Hasil metaanalisis ini:

  • Defisiensi vitamin D ibu selama kehamilan meningkatkan risiko BBLR (OR = 2,39; 95% CI 1,25 - 4,57; p = 0,008).
  • Bayi yang lahir dari ibu yang mengalami defisiensi vitamin D selama kehamilan memiliki berat badan lahir yang lebih rendah (berat badan lahir rata-rata turun 0,08 kg; 95% CI 0,10 - 0,06; p <0,001).

 

Metaanalisis ini menyimpulkan bahwa defisiensi vitamin D selama kehamilan berkorelasi dengan peningkatan risiko berat badan lahir rendah. Pencegahan defisiensi vitamin D pada ibu hamil tampaknya merupakan strategi kesehatan yang penting dalam membantu mengurangi risiko berat badan lahir rendah. Diperlukan studi lebih lanjut untuk mengevaluasi efek vitamin D terhadap berat badan lahir rendah.



Video: KalbeMed News-Kurangnya Vitamin D Selama Hamil Tingkatkan Risiko Berat Badan Lahir Rendah

Gambar: Ilustrasi

Referensi:

Fang K, He Y, Mu M, Liu K. Maternal vitamin D deficiency during pregnancy and low birth weight: A systematic review and meta-analysis. J Matern Fetal Neonatal Med. 2021;34(7):1167-73.

 

Share this article
Related Articles
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Hubungan Status Vitamin D Maternal pada Kehamilan dengan Neurodevelopment Bayi
dr. Josephine Herwita Atepela | 28 Des 2021
Vitamin D dan Autisme, Apa Kaitannya?
dr. Esther Kristiningrum | 12 Jul 2021
Anemia pada Kehamilan Meningkatkan Risiko Terjadinya Spektrum Autisme
dr. Josephine Herwita Atepela | 19 Mei 2021
Suplementasi Zinc Pada Ibu Hamil, Efek Terhadap Berat Badan Neonatus
Dr. Della Sulamita Mahendro | 05 Apr 2021