Detail Article
Kadar Vitamin D Lebih Rendah pada Pasien Migrain
dr. Esther Kristiningrum
Sep 22
Share this article
c2299c6778e7450d4387e1a1a2391db4.jpg
Updated 28/Sep/2021 .

Migrain merupakan penyakit kompleks yang melibatkan sejumlah komponen genetik dan lingkungan. Nyeri migrain paling sering bersifat lokal unilateral, berdenyut, dengan intensitas sedang hingga berat dan bisa dicetuskan atau diperberat dengan beberapa faktor pemicu, dan biasanya disertai gejala mual, muntah, fotofobia, atau fonofobia. Meskipun patofisiologinya belum jelas, namun inflamasi neurogenik, vasodilatasi, dan gangguan sistem imun tampak berperan dalam terjadinya nyeri migrain. 


Beberapa nutrien, termasuk vitamin dan mineral dikaitkan dengan migrain. Defisiensi vitamin D merupakan kondisi yang sering ditemukan di seluruh dunia. Teori vaskuler migrain berimplikasi pada pelepasan vasodilator calcitonin gene-related peptide (CGRP) dan vasodilatasi pembuluh darah meningen. Oleh karena itu, peranan kalsium dalam proses kontraksi sel otot polos dinding pembuluh darah dapat memberikan kaitan rasional antara defisiensi vitamin D dan migrain. Sebagai tambahan, reseptor vitamin D menyebar luas di otak dan terlibat dalam sejumlah proses fisiologi otak.

 

Sebelumnya, studi telah menemukan bahwa kadar vitamin 25(OH)D yang lebih tinggi (antara 50 sampai <100 ng/mL) dikaitkan dengan 80-83% risiko sakit kepala migrain yang lebih rendah dibandingkan kadar 25(OH)D di bawah 20 ng/mL.

 

Suatu studi meta-analisis terhadap studi-studi observasional yang diambil dari MEDLINE dan Cochrane juga telah dilakukan untuk mengevaluasi kadar 25(OH)D serum pada pasien dengan migrain dibandingkan dengan kontrol sehat. Analisis primer meliputi 8 studi dan analisis sekunder meliputi 9 studi. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar 25(OH)D serum secara bermakna lebih rendah pada pasien migrain (n=952) dibandingkan kontrol sehat (n=8013). 


Namun, analisis sekunder tidak menunjukkan perbedaan antara pasien migrain (n=269) dibandingkan pasien dengan kelainan sakit kepala primer lainnya (n=223) dan antara pasien dengan sakit kepala tegang (tension headache) (n=295) dengan kontrol sehat (n=267).

 

Dari hasil meta-analisis tersebut disimpulkan bahwa kadar 25(OH)D lebih rendah pada pasien dengan migrain dibanding dengan individu sehat.



Gambar: Ilustrasi (Photo by Alex Green from Pexels)

Referensi:

1.  Liampas I, Siokas V, Brotis A, Dardiotis E. Vitamin D serum levels in patients with migraine: A meta-analysis. Revue Neurologique 2020;176(7-8):560-70.

2. Togha M, Jahromi SR, Ghorbani Z, Martami F, Seifishahpar M. Serum vitamin D status in a group of migraine patients compared with healthy controls: A case-control study. Headache 2018;58(10):1530-40. doi: 10.1111/head.13423. 



Share this article
Related Articles
Suplementasi Vitamin D Bermanfaat Mengurangi Frekuensi Kejadian Eksaserbasi PPOK
nugroho nitiyoso | 14 Nov 2018
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Suplementasi Vitamin D prenatal, Mengurangi Risiko Asma Anak
nugroho nitiyoso | 10 Jan 2019
Manfaat Suplementasi Vitamin D Pada Disfungsi Endotel Pasien PGK
Dokter Kalbemed | 22 Jan 2019
Nyeri Punggung Bawah? Mungkinkah Kekurangan Vitamin D
Esther Kristiningrum | 27 Jan 2019
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019