Detail Article
Defisiensi Vitamin D Menjadi Faktor Risiko Sindrom Mata Kering
dr. Esther Kristiningrum
Nov 03
Share this article
7da0e7f47d2753b9883b28a4bcf85a2e.jpg
Updated 11/Nov/2021 .

Hasil meta-analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Ophthalmologica 2020 menunjukkan adanya keterkaitan antara defisiensi vitamin D dan sindrom mata kering. Sindrom mata kering merupakan kelainan multifaktor yang ditandai dengan penurunan kuantitas air mata dan menyebabkan ketidaknyamanan pada mata, gangguan visual, ketidakstabilan selaput air mata, dan inflamasi permukaan okuler. 


Sindrom ini mengenai 5-34% populasi di dunia dan prevalensinya meningkat seiring dengan penuaan. Sebelumnya telah dilakukan suatu studi yang menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D dikaitkan dengan hiperosmolaritas dan disfungsi selaput air mata, sehingga pasien defisiensi vitamin D rentan terhadap mata kering.

 

Saat ini juga telah dilakukan suatu kajian sistematik dan meta-analisis untuk menentukan kaitan antara kadar vitamin D serum dan mata kering. Pencarian literatur sistematik dilakukan menggunakan PubMed, Embase, Web of Sciences, dan Cochrane Library database untuk mengidentifikasi uji klinik yang menilai kaitan antara kadar vitamin D serum dan mata kering.

 

Hasil analisis dari 10 studi (n=18.919) menunjukkan bahwa pasien dengan mata kering memiliki kadar vitamin D serum lebih rendah 3,99 ng/mL dibanding kontrol sehat (95% CI -6,57 s/d -1,40; 0=0,002). Skor Ocular Surface Disease Index rata-rata lebih tinggi (perbedaan rata-rata 10,70; 95% CI 1,55-19,86; p=0,02) dan hasil tes Schirmer tanpa anestesia lebih rendah (perbedaan rata-rata 6,38 mm/5 menit, 95% CI -10,48 s/d -2,28; p=0,002) pada pasien dengan defisiensi vitamin D dibanding kontrol. Tear break-up time sebanding antara kelompok defisiensi vitamin D dan kontrol (p=0,15).

 

Hasil meta-analisis ini menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D dikaitkan dengan gejala subjektif yang lebih buruk dan produksi air mata yang lebih sedikit pada pasien dengan sindrom mata kering. Defisiensi vitamin D dapat menjadi faktor risiko untuk sindrom mata kering.

 


SIlakan baca: Prove D3 1000, berisi Vitamin D3 (cholecalciferol) 1000 IU (25 mcg), untuk memenuhi kebutuhan vitamin D

Gambar: Ilustrasi (Photo by jonathan-borba-www.pexels.com)

Referensi:

1.  Liu J, Dong Y, Wang Y. Vitamin D deficiency is associated with dry eye syndrome: A systematic review and meta-analysis. Acta Ophthalmologica 2020. doi: 10.1111/aos.14470

2.  Demirci G, Karaman Erdur S, Ozsutcu M, Eliacik M, Olmuscelik O, Aydin R, et al. Dry eye assessment in patients with vitamin D deficiency. Eye Contact Lens 2018;44(Suppl 1):62–5.


Share this article
Related Articles
Zoledronic acid pada Pasien Kanker dan Gangguan Fungsi Ginjal
dr. Hastarita Lawrenti | 03 Jan 2022
Peningkatan Kejadian Miopia Pada Anak Selama Pandemi COVID-19
dr. Kupiya TW | 19 Agt 2021
Skrining Eksplorasi Mata pada Pasien COVID-19 Bergejala Berat, Apakah Diperlukan?
dr. Alicia Pricelda | 10 Mei 2021
Apa Benar COVID-19 dapat Menimbulkan Bahaya pada Mata?
dr. Alicia Pricelda | 01 Mar 2021
Citicoline Oral Jangka Panjang, Bermakna Memperbaiki Lapang Pandang Pasien Glaukoma Primer Sudut Terbuka
dr. Lupita WIjaya | 04 Mar 2021