Detail Article
Kaitan Pemberian Calcitriol dengan Tingkat Keparahan dan Mortalitas COVID-19 pada Pasien PGK
dr. Esther Kristiningrum
Jun 02
Share this article
e3982225ab41ffdcc409d107736db599.jpg
Updated 04/Jun/2021 .

Calcitriol, bentuk hormonal vitamin D, dapat melindungi terhadap infeksi melalui peningkatan produksi LL-37, β-defensin2, dan nitric oxide (NO) pada epitel pernapasan. Calcitriol juga telah menunjukkan penurunan kejadian sindrom gagal napas pada dewasa dalam model eksperimental injuri paru akut yang diinduksi dengan lipopolisakarida. Efek ini dikaitkan dengan induksi ekspresi pneumocyte II ACE2 oleh calcitriol. Dihipotesiskan bahwa pemberian calcitriol dapat melindungi dari COVID-19.


Suatu studi berbasis populasi telah dilakukan untuk menganalisis kaitan antara pemberian calcitriol dan risiko infeksi SARS-CoV2 atau mortalitas COVID-19 pada individu ≥18 tahun. Pada populasi yang diidentifikasi dalam studi ini, sebanyak 8.076 pasien mendapat calcitriol sejak 1 April 2019 hingga 28 Februari 2020 dan 5.848.776 pasien belum mendapat senyawa vitamin D apa pun (kontrol). Variabel keluarannya adalah infeksi SARS-CoV2, COVID-19 berat, dan mortalitas COVID-19. Total 8.076 pasien diberi terapi calcitriol. Penyakit ginjal kronik (PGK) lanjut dan hipoparatiroidisme adalah alasan paling sering untuk pemberian calcitriol.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa calcitriol dikaitkan dengan penurunan risiko infeksi SARS-CoV2 (HR 0,78, 95% CI 0,64-0,94; p=0,010), penurunan risiko COVID-19 berat, dan mortalitas COVID-19 (HR 0,57, 95% CI 0,41-0,80; p=0,001) pada pasien dengan PGK. Sebagai tambahan, ditemukan kaitan antara dosis calcitriol harian rata-rata dan keparahan atau mortalitas COVID-19 pada pasien yang diterapi, tidak tergantung dari fungsi ginjal.

 

Penemuan ini menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit ginjal kronik dapat memperoleh manfaat dari pemberian calcitriol selama pandemi COVID-19. Pemberian calcitriol dikaitkan dengan penurunan signifikan pada tingkat keparahan dan mortalitas COVID-19, terutama pada pasien dengan PGK stadium lanjut. Pemberian calcitriol sebaiknya dipertimbangkan pada pasien dengan PGK selama pandemi COVID-19.



Gambar: Ilustrasi (www.pexels.com)

Referensi:

Oristrell J, Olivia JC, Subirana I, Casado E, Domínguez D, Toloba A, et al. Association of calcitriol supplementation with reduced COVID-19 mortality in patients with chronic kidney disease: A population-based study. Preprints. 2021. doi:10.20944/ preprints202104.0173.v1


Share this article
Related Articles
Efek Ketoanalog terhadap Modulasi Mikrobiota Usus dan Kadar Racun Uremik Serum pada Penyakit Ginjal Kronis
dr. Laurencia Ardi | 18 Nov 2021
Metode Penilaian Estimate GFR Baru Tanpa Memperhatikan Ras, Ini Studinya
dr. Yohanes Jonathan | 16 Nov 2021
Hasil Luaran Ginjal pada Long COVID-19, Bagaimana?
dr. Laurencia Ardi | 14 Sep 2021
Efek HES 6% 130/0,4 dalam Larutan Seimbang dan Albumin 5% terhadap Fungsi Ginjal, Bagaimana Perbandingannya?
dr. Laurencia Ardi | 13 Agt 2021
Roxadustat untuk Pengobatan Anemia pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Non-Dialisis
dr. Laurencia Ardi | 25 Mei 2021
Pemberian Mycophenolate Mofetil pada Sindrom Nefrotik, Bagaimana Efektivitas dan Keamanannya?
dr. Laurencia Ardi | 02 Mar 2021
Penggunaan Eculizumab untuk Transplantasi Ginjal pada Penderita HUS
Dr. Laurencia Ardi | 09 Feb 2021