Detail Article
Metformin Dikaitkan dengan Tingkat Rawat Inap, Mortalitas, dan Derajat COVID-19 yang Lebih Rendah, Benarkah?
dr. Johan Indra Lukito
Mei 24
Share this article
a446d2d241a49da0ce1066a3f1df3346.jpg
Updated 28/Mei/2021 .

Penelitian kohort retrospektif menyelidiki apakah metformin dapat mengurangi tingkat rawat inap, mortalitas, dan derajat COVID-19 di antara pasien minoritas Medicare COVID-19 lansia di delapan negara bagian AS. Data dikumpulkan dari rekam medis elektronik rawat inap dan rawat jalan, data demografi, serta data klinis dan ekokardiografi. 

Pasien diklasifikasikan ke dalam kelompok pengguna metformin jika pasien memiliki klaim farmasi untuk penggunaan metformin dan kelompok non-metformin mencakup pasien diabetes yang tidak menggunakan metformin serta pasien non-diabetes. Keluaran utama adalah tingkat rawat inap. Keluaran sekunder adalah mortalitas dan sindrom gangguan pernapasan akut/ acute respiratory distress syndrome (ARDS).

 

Hasilnya:

  • Penelitian mencakup 1.139 pasien COVID-19, dengan 392 di antaranya adalah pengguna metformin. Pengguna metformin memiliki komorbiditas yang lebih tinggi dibandingkan pengguna  non-metformin (p <0,01).
  • Bahaya relatif yang disesuaikan/ adjusted relative hazard (RH) terkait rawat inap untuk pengguna metformin adalah 0,71; 95% CI 0,52–0,86.
  • RH terkait mortalitas untuk pengguna metformin adalah 0,34; 95% CI 0,19-0,59. RH terkait ARDS untuk pengguna metformin adalah 0,32; 95% CI 0,22–0,45.

 

Pengguna metformin 1000 mg setiap hari memiliki tingkat mortalitas yang lebih rendah, tetapi tingkat rawat inap dan ARDS serupa jika dibandingkan dengan mereka yang menggunakan metformin 500-850 mg setiap hari.

 

Menurut peneliti, hasil ini dikaitkan dengan kemampuan metformin selain menjaga kadar gula darah, yaitu dengan menghambat masuknya virus penyebab COVID-19 ke dalam sel dan mengurangi proses peradangan.

 

Simpulannya, metformin dikaitkan dengan tingkat rawat inap, mortalitas, dan derajat COVID-19 yang lebih rendah di antara pasien lansia di AS.


Video Kalbemed News Week: Metformin dan COVID-19, Apa Kaitannya?

Gambar: Ilustrasi (Photo by Ivan Samkov from Pexels)

Referensi:

Ghany R, Palacio A, Dawkins E, Chen G, McCarter D, Forbes E, et al. Metformin is associated with lower hospitalizations, mortality and severe coronavirus infection among elderly medicare minority patients in 8 states in USA. Diabetes Metab Syndr. 2021. doi: 10.1016/j.dsx.2021.02.022. Epub ahead of print. PMCID:

PMC7891082.

Share this article
Related Articles
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Manfaat Metformin pada PCOS Obese dan Non-obese
Admin | 06 Jan 2019
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019