
AZITRAN
Komposisi:
Azithromycin dihydrate
Sediaan:
Kaplet salut selaput 500 mg; Dus: 1 strip @ 6 kaplet salut selaput
Farmakologi:
Azithromycin adalah suatu antibiotik makrolid yang tahan terhadap asam dan pemberiannya per oral.
In vitro, Azithromycin aktif terhadap berbagai bakteri gram positif dan gram negatif.
Profil farmakokinetik Azithromycin menunjukkan bahwa setelah pemberian per oral Azithromycin didistribusikan dengan luas ke seluruh tubuh, dan bioavailabilitasnya 37%. Obat dengan cepat dan ekstensif akan masuk dari sirkulasi ke dalam kompartemen intraseluler.
Azithromycin mampu terkonsentrasi dalam jaringan-jaringan dan organ-organ dengan kadar yang lebih tinggi daripada kadarnya dalam plasma.
Tingkat penetrasi intraseluler yang tinggi dari Azithromycin menyebabkan akumulasi pada monosit, leukosit polymorphonuclear, makrofag alveolar dan fibroblas, di mana pelepasan obat dari sel-sel tersebut selanjutnya akan berlangsung pertahan-lahan.
Kadar puncak plasma dicapal dalam 2,5 jam, volume distribusi 31,1 L/kg, ikatan protein 7 - 50%, eliminasi dalam bentuk utuh terutama melalui feses dan sebagian kecil di urin.
Waktu paruh eliminasinya adalah 2 - 4 hari.
Indikasi:
Azitran diindikasikan untuk pengobatan pada penderita berumur 16 tahun atau lebih dengan infeksi ringan sampai sedang yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif pada keadaan sebagai berikut:
Infeksi saluran napas atas : Tonsilitis, pharingitis.
Infeksi saluran napas bawah : Bronchitis, pneumoniae
Infeksi kulit dan jaringan lunak
Penyakit hubungan seksual (STD) : Uretritis, cervicitis yang berkaitan dengan C.trachomatis, U.urealyticum dan N.gonorrhoeae.
Dosis:
Azitran sebaiknya diberikan dengan dosis harian tunggal dan diminum kurang lebih 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
- Dewasa
Untuk penyakit hubungan seksual (STD) : dosis tunggal 1 gram.
Untuk indikasi lainnya : dosis total 1,5 gram, yang sebaiknya diminum selama 5 hari dengan 500 mg pada hari ke-1, selanjutnya 250 mg pada hari ke-2 - 5.
- Lanjut usia
Dianjurkan sesuai dengan dosis dewasa normal
Azitran diberikan untuk penderita umur 16 tahun atau lebih.
Kontraindikasi:
Dikontraindikasikan bagi pasien yang hipersensitif terhadap Azithromycin atau antibiotik makrolid lainnya.
Peringatan dan Perhatian:
Keamanan penggunaan untuk wanita hamil dan menyusui belum ditetapkan, karena itu azithromycin hanya digunakan jika benar-benar diperlukan.
Efektivitas dan keamanan untuk anak dan remaja di bawah 16 tahun belum ditetapkan.
Gangguan fungsi hati : jangan menggunakan Azitran pada pasien dengan kelainan ini.
Gangguan fungsi ginjal : gangguan ringan tidak diperlukan penyesuaian dosis tapi gangguan berat penggunaannya harus hati-hati.
Efek Samping:
Azitran umumnya dapat ditoleransi dengan baik, dengan insidens efek samping yang rendah.
Efek samping utama berkaitan dengan gastrointestinal dengan keluhan seperti mual, muntah, kembung, sakit perut, diare, dispepsia, melena, dan jaundice kolestatik.
- Kardiovaskular : palpitasi, nyeri dada.
- Genitourinari : monilia, vaginitis, dan nefritis.
- Sistem saraf : pusing, sakit kepala, vertigo, dan somnolence.
- Umum : fatigue.
- Alergi : rash, fotosensitivitas, dan angioedema.
Perubahan sementara jumlah neutrofil.
Peningkatan sementara nilai enzim liver juga telah dilaporkan.
Interaksi Obat:
Derivat ergot : Azitran tidak boleh diberikan bersamaan dengan derivat ergot karena kemungkinan terjadi ergotisme.
Antasid : Azitran harus diminum paling sedikit 1 jam sebelum atau 2 jam setelah antasid.
Azithromycin dapat diberikan bersama dengan warfarin, tetapi pengamatan waktu protrombin harus dilakukan secara rutin.
Beberapa antibiotik makrolid mengganggu metabolisme siklosporin. Pemberian bersama Digoxin dan Azithromycin kemungkinan meningkatkan nilai Digoxin.
Pemberian Simetidin 2 jam sebelum pemberian Azithromycin tidak mempengaruhi absorpsi Azithromycin.