Detail Article
Hiperurisemia, Adakah Hubungannya dengan Hipertensi dan Gangguan Kardiovaskuler?
Jane Cherub
Mei 16
Share this article
img-Stetoskop.jpg
Updated 22/Mei/2020 .

Hiperurisemia seringkali menyertai sindrom metabolik, hipertensi, diabetes, dislipidemia, gagal ginjal kronik, dan obesitas. Hiperurisemia terjadi jika kadar asam urat serum melebihi 7,0 mg/dL, titik dimana sama urat mulai mengkristal dalam tubuh manusia. 

Hiperurisemia seringkali menyertai sindrom metabolik, hipertensi, diabetes, dislipidemia, gagal ginjal kronik, dan obesitas. Hiperurisemia terjadi jika kadar asam urat serum melebihi 7,0 mg/dL, titik dimana sama urat mulai mengkristal dalam tubuh manusia. Peningkatan kadar asam urat serum dianggap menyertai peningkatan risiko penyakit. Pada wanita, khususnya, risiko penyakit meningkat bahkan pada kadar asam urat yang lebih rendah dibandingkan pada pria dan membutuhkan perhatian lebih.

Sebuah studi potong lintang, yang mengikutsertakan lebih dari 90.000 subyek yang berkunjung ke St.Luke’s International Hospital menujukkan bahwa, peningkatan kadar asam urat serum sebesar 1 mg/dL meningkatkan prevalensi hipertensi sebesar 1,2 kali. Selain itu, pengujian kuartil terhadap kadar asam urat serum menunjukkan bahwa kelompok dengan kadar asam urat serum tertinggi memiliki prevalensi hipertensi masing-masing sebesar 1,7 dan 3,4 kali pada pasien pria dan wanita, secara berurutan, dibandingkan dengan kelompok dengan kadar asam urat serum terendah. 

Populasi dengan kadar asam urat serum >5 mg/dL memiliki prevalensi hipertensi sistolik dan diastolik yang lebih tinggi dibandingkan subyek dengan kadar asam urat <5 mg/dL. Kadar asam urat serum diantara 2-3 mg/dL dianggap optimal terkait dengan prevalensi hipertensi terendah. Sedangkan kadar asam urat serum >10 mg/dL memiliki prevalensi hipertensi lebih dri 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kadar asam urat serum 2-3 mg/dL.

Beberapa studi observasional melaporkan kaitan antara hiperurisemia dan peyakit kardiovaskular. Namun, apakah hiperurisemia merupakan faktor risiko independen untuk penyakit atau kematian kardiovaskular  masih diperdebatkan. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan apakah individu sehat yang menderita hiperurisemia saja perlu diterapi untuk hiperurisemia atau tidak, dikarenakan belum adanya studi prospektif yang mempelajari pencegahan penyakit kardiovaskular terkait hiperurisemia. Disisi lain, hiperurisemia pada pasien dengan risiko kardiovaskular seperti hipertensi diperhitungkan sebagai sebuah faktor risiko penyakit kardiovaskular dan membutuhkan intervensi yang tepat sedini mungkin. Kadar asam urat serum perlu dimonitor terutama pada pasien dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular. 


Image: Ilustrasi
Referensi: Kuwabara M. Hyperuricemia, Cardiovascular Disease, and Hypertension. Pulse 2015;3:242-52

Share this article
Related Articles
Hiperurisemia, Adakah Hubungannya dengan Hipertensi dan Gangguan Kardiovaskuler?
Jane Cherub | 16 Mei 2019
Our Products