Detail Article
Konsumsi vitamin B12 selama 12 bulan, Apa Manfaatnya pada Pasien dengan Neuropati Diabetik?
dr. Johan Indra Lukito
Okt 13
Share this article
ebada146209c56ad4a3bbc3c792abc32.jpg
Updated 13/Okt/2021 .

Suatu uji klinik dilakukan secara prospektif, double-blind, terkontrol plasebo, untuk menyelidiki efek normalisasi kadar vitamin B12 (B12) dengan suplementasi vitamin B12 oral (methylcobalamin) 1000 mcg/hari selama satu tahun pada pasien dengan neuropati diabetik.

Sebanyak 90 pasien dengan diabetes tipe 2 yang menggunakan metformin minimal selama empat tahun dan  mengalami neuropati diabetik perifer dan otonom secara acak dibagi ke dalam 2 kelompok, kelompok pertama (n = 44) adalah yang menerima B12 dan kelompok kedua adalah kontrol (n = 46) yang menerima plasebo. Semua pasien memiliki kadar vitamin B12 kurang dari 400 pmol/L.

 

Pasien diacak untuk menerima tablet oral vitamin B12 yang mengandung 1000 mcg methylcobalamin (B12 1000 mcg) atau plasebo setiap hari selama 12 bulan. Tablet yang mengandung vitamin B12 dan plasebo memiliki penampilan yang mirip dan dikemas dalam wadah yang serupa.


Subjek menjalani pengukuran:

·      Kecepatan konduksi saraf sural /sural nerve conduction velocity (SNCV)

·      Potensial aksi saraf sural (amplitudo)/sural nerve action potential (amplitude) (SNAP)

·      Ambang persepsi getaran/vibration perception threshold (VPT)

·      Tes refleks otonom kardiovaskular/cardiovascular autonomic reflex tests (CART: mean circular resultant (MCR), tes Valsava, indeks postural, dan hipotensi ortostatik).

·      Fungsi sudomotor dinilai dengan SUDOSCAN yang mengukur konduktansi kulit elektrokimia di tangan dan kaki/electrochemical skin conductance in hands and feet (ESCH dan ESCF).

·      Kuesioner dan pemeriksaan Instrumen Penyaringan Neuropati Michigan / Michigan Neuropathy Screening Instrument Questionnaire and Examination (masing-masing MNSIQ dan MNSIE)

·      Kuesioner untuk mengevaluasi kualitas hidup/quality of life (QoL) dan tingkat nyeri (skor nyeri).

 

Hasilnya:

·      Kadar vitamin B12 meningkat secara bermakna dari 232,0 ± 71,8 pada awal menjadi 776,7 ± 242,3 pmol/L pada tindak lanjut, pada kelompok aktif tetapi tidak pada kelompok kontrol.

·      VPT, MNSIQ, QoL, skor nyeri, SNCV, SNAP, dan ESCF meningkat secara bermakna pada kelompok aktif

·      CARTS dan MNSIE meningkat tetapi tidak bermakna pada kelompok aktif.

·      MCR, MNSIQ, SNCV, SNAP, dan skor nyeri secara bermakna memburuk pada kelompok kontrol.

 

Kesimpulan:

Pada pasien dengan neuropati diabetik yang mendapat 1 mg methylcobalamin oral selama 12 bulan mengalami peningkatan kadar vitamin B12 plasma dan semua parameter neurofisiologis, fungsi sudomotor, skor nyeri, dan kualitas hidup, tetapi tidak meningkatkan CARTS dan MNSIE.

 


Gambar: Ilustrasi

Referensi:

Didangelos T, Karlafti E, Kotzakioulafi E, Margariti E, Giannoulaki P, Batanis G, et al. Vitamin B12 supplementation in diabetic neuropathy: A 1-year, randomized, double-blind, placebo- controlled trial. Nutrients 2021;13(2):395. doi:10.3390/nu13020395. PMID: 33513879; PMCID: PMC7912007.

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019