Detail Article
Risiko Reinfeksi pada COVID-19
dr. Della Sulamita
Jun 07
Share this article
24af6d470fc1d2cf87b0a6f7f69de2b8.jpg
Updated 10/Jun/2021 .

Angka kejadian kasus COVID-19 di Indonesia hampir mencapai 1,5 juta kasus di akhir bulan Maret. Perlindungan imunitas setelah infeksi atau vaksinasi melawan SARS-CoV-2 akan mempengaruhi penularan virus dan keparahan dari penyakit. Berdasarkan data di Inggris, imunitas proteksi terhadap re-infeksi SARS-CoV-2 bertahan hingga 5-6 bulan setelah infeksi pertama. 

Studi pada 20.000 tenaga kesehatan menyimpulkan, risiko reinfeksi SARS-CoV-2 berkurang hingga 89% dalam 5 bulan pertama setelah infeksi. Studi lain dengan subjek 12541 menyimpulkan 89% proteksi akan bertahan paling lama selama 6 bulan. Proteksi terhadap reinfeksi juga dilaporkan sebesar 95% pada individu yang pernah terinfeksi, dan akan bertahan selama 7 bulan. Kejadian reinfeksi SARS-CoV-2 sangat jarang atau <1%.

 

Studi yang dilakukan oleh dr. Hansen dan kolega, mengevaluasi risiko kejadian reinfeksi pada kelompok individu tertentu. Studi ini menggunakan design observasional yang melibatkan 3,96 juta subjek di Denmark. Kasus COVID-19 di Denmark dilaporkan mencapai kurva puncak sebanyak 2 kali, yaitu sebelum 1 Juni 2020 dan 1 September 2020 hingga 31 Desember 2020. Sebanyak 525.339 subjek dilakukan pemeriksaan pada puncak kurva pertama, 2,11% mendapatkan hasil positif, dan 72 di antaranya didapatkan hasil positif kembali pada kurva puncak kedua (0,65%; 95% CI 0,51-0,82). 


Nilai infeksi harian pada kurva kedua sebesar 5,35 hasil positif per 100.000 individu yang positif pada kurva pertama versus 27,06 hasil positif per 100.000 individu dengan hasil negatif. Diestimasikan proteksi infeksi, setelah riwayat infeksi SARS-CoV-2 sebesar 80,5% (95% CI 75,4-84,5). Pada kelompok usia >65 tahun, proteksi terhadap infeksi lebih rendah dibandingkan kelompok usia muda.


Kesimpulan:

Kesimpulan studi ini adalah individu dengan riwayat infeksi COVID-19 dapat terlindungi dari reinfeksi hingga 80%. Namun pada usia >65 tahun, perlindungan terhadap reinfeksi sebesar <50%. Diperlukan perhatian khusus untuk melindungi lansia dari reinfeksi, berupa vaksinasi dan protokol kesehatan secara ketat.

 

Gambar: Ilustrasi (Photo by Polina Tankilevitch from Pexels)

Referensi:

Hansen CH, Michlmayr D, Gubbels SM, Mølbak K, Ethelberg S. Assessment of protection against reinfection with SARS-CoV-2 among 4 million PCR-tested individuals in Denmark in 2020: A population-level observational study. The Lancet [Internet]. 2021 Mar 17 [cited 2021 Mar 23]; Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0140673621005754

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019