Detail Article
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA
Feb 12
Share this article
img-Lutut-.jpg
Updated 18/Des/2020 .

Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit autoimun yang paling banyak terjadi. Diperkirakan ada sebanyak 17,6 juta pasien rheumatoid arthritis di dunia. Pada rheumatoid arthritis terbentuk antibodi yang beredar melalui sirkulasi darah yang dikenal dengan nama rheumatoid factor. Rheumatoid factor menumpuk pada sendi, merangsang reaksi inflamasi, sehingga mengakibatkan gejala nyeri dan pembengkakan sendi.

Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit autoimun yang paling banyak terjadi. Diperkirakan ada sebanyak 17,6 juta pasien rheumatoid arthritis di dunia. Pada rheumatoid arthritis terbentuk antibodi yang beredar melalui sirkulasi darah yang dikenal dengan nama rheumatoid factor. Rheumatoid factor menumpuk pada sendi, merangsang reaksi inflamasi, sehingga mengakibatkan gejala nyeri dan pembengkakan sendi.


Saat ini telah ada banyak pilihan pengobatan seperti: DMARD (Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs) misalnya methotrexate, sulfasalazine, hydroxychloroquine, cyclosporine, leflunomide, dll. Selain itu juga tersedia TNF-α inhibitor seperti adalimumab, infliximab, etanercept dll. Dan juga telah banyak uji klinik yang mengevaluasi efektivitas berbagai obat tersebut.


Dr. Ma dan tim dari RRC melakukan sebuah metaanalisis yang diterbitkan jurnal Archives of Medical Sciences tahun 2019. Metaanalisis ini dievaluasi dari 67 uji klinik dengan total 20,898 pasien. Obat yang dievaluasi antara lain: infliximab (INF), etanercept (ETN), adalimumab (ADA), golimumab (GOL), tocilizumab (TCZ), abatacept (ABT), certolizumab pegol (CZP), methotrexate (MTX), dan plasebo (PBO). Parameter yang dievaluasi antara lain: skor ACR20, skor ACR50, skor ACR70 dan kejadian tidak diinginkan. Metaanalisis ini kemudian akan memperhitungkan mana yang relatif lebih baik di antara semua pengobatan di atas.


Hasilnya didapatkan bahwa secara umum kombinasi certolizumab pegol (CZP) + methotrexate (MTX) memberikan hasil yang relatif baik dibandingkan pengobatan-pengobatan lainnya, karena efikasi yang baik pada ACR20 (83.3%), ACR50 (84.2%) dan ACR70 (75.1%) dan juga kejadian tidak diinginkan yang relative rendah. Pilihan lain yang juga baik adalah kombinasi tocilizumab (TCZ) + methotrexate (MTX).


Image: Ilustrasi

Referensi:

1. Global RA Network » About Arthritis and RA [Internet]. [cited 2019 Feb 1]. Available from: http://globalranetwork.org/project/disease-info/

2. Ma K, Li L, Liu C, Zhou L, Zhou X. Efficacy and safety of various anti-rheumatic treatments for patients with rheumatoid arthritis: a network meta-analysis. Arch Med Sci AMS. 2019 Jan;15(1):33–54.

 

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019