Detail Article
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA
Feb 12
Share this article
img-Lutut-.jpg
Updated 21/Jul/2022 .

Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit autoimun yang paling banyak terjadi. Diperkirakan ada sebanyak 17,6 juta pasien rheumatoid arthritis di dunia. Pada rheumatoid arthritis terbentuk antibodi yang beredar melalui sirkulasi darah yang dikenal dengan nama rheumatoid factor. Rheumatoid factor menumpuk pada sendi, merangsang reaksi inflamasi, sehingga mengakibatkan gejala nyeri dan pembengkakan sendi.

Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit autoimun yang paling banyak terjadi. Diperkirakan ada sebanyak 17,6 juta pasien rheumatoid arthritis di dunia. Pada rheumatoid arthritis terbentuk antibodi yang beredar melalui sirkulasi darah yang dikenal dengan nama rheumatoid factor. Rheumatoid factor menumpuk pada sendi, merangsang reaksi inflamasi, sehingga mengakibatkan gejala nyeri dan pembengkakan sendi.


Saat ini telah ada banyak pilihan pengobatan seperti: DMARD (Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs) misalnya methotrexate, sulfasalazine, hydroxychloroquine, cyclosporine, leflunomide, dll. Selain itu juga tersedia TNF-α inhibitor seperti adalimumab, infliximab, etanercept dll. Dan juga telah banyak uji klinik yang mengevaluasi efektivitas berbagai obat tersebut.


Dr. Ma dan tim dari RRC melakukan sebuah metaanalisis yang diterbitkan jurnal Archives of Medical Sciences tahun 2019. Metaanalisis ini dievaluasi dari 67 uji klinik dengan total 20,898 pasien. Obat yang dievaluasi antara lain: infliximab (INF), etanercept (ETN), adalimumab (ADA), golimumab (GOL), tocilizumab (TCZ), abatacept (ABT), certolizumab pegol (CZP), methotrexate (MTX), dan plasebo (PBO). Parameter yang dievaluasi antara lain: skor ACR20, skor ACR50, skor ACR70 dan kejadian tidak diinginkan. Metaanalisis ini kemudian akan memperhitungkan mana yang relatif lebih baik di antara semua pengobatan di atas.


Hasilnya didapatkan bahwa secara umum kombinasi certolizumab pegol (CZP) + methotrexate (MTX) memberikan hasil yang relatif baik dibandingkan pengobatan-pengobatan lainnya, karena efikasi yang baik pada ACR20 (83.3%), ACR50 (84.2%) dan ACR70 (75.1%) dan juga kejadian tidak diinginkan yang relative rendah. Pilihan lain yang juga baik adalah kombinasi tocilizumab (TCZ) + methotrexate (MTX).


Image: Ilustrasi

Referensi:

1. Global RA Network » About Arthritis and RA [Internet]. [cited 2019 Feb 1]. Available from: http://globalranetwork.org/project/disease-info/

2. Ma K, Li L, Liu C, Zhou L, Zhou X. Efficacy and safety of various anti-rheumatic treatments for patients with rheumatoid arthritis: a network meta-analysis. Arch Med Sci AMS. 2019 Jan;15(1):33–54.

 

Share this article
Related Articles
Tiga Dosis Tunggal Ibuprofen Oral untuk Pengobatan Nyeri Akut, Ini Perbandingannya
dr. Johan Indra Lukito | 13 Jan 2023
Propofol Menurunkan Kejadian Perpanjangan Interval QT Pasien Transplantasi Hati
dr. Laurencia Ardi | 13 Jun 2022
Efikasi Analgesik Etoricoxib Pasca-Operasi Molar Ketiga, Ini Studi Meta-Analisisnya
dr. Johan Indra Lukito | 25 Apr 2022