Detail Article

Disbiosis Profil Mikrobiota Memicu Perburukan dan Disfungsi Respon Imun Pasien COVID-19

Dr. Lupita Wijaya
Jan 18
Share this article
4c370d6f566f33a01296b2581af691b6.png
Updated 19/Jan/2021 .

Studi menunjukkan bahwa kondisi flora normal usus ternyata memberikan pengaruh terhadap kondisi dari infeksi COVID-19. Disbiosis yang signifikan umumnya terjadi pada pasien COVID-19 derajat sedang-berat dan dapat memperburuk kondisi hiperinflamasi di paru-paru dan berujung pada kondisi fatal.

Studi yang dilakukan oleh Dr. Yeoh YK dan kolega, uji kohort, pada 100 pasien usia 35-53 tahun dengan kondisi terkonfirmasi COVID-19 (47 pasien derajat ringan, 45 pasien derajat sedang, 5 pasien derajat berat dan 3 pasien kritis), dan 78 subjek usia 45-58 tahun yang non-COVID-19. Kedua kategori ini dilakukan perbandingan profil mikrobiota melalui sampel feses. Pada pasien COVID-19, dilakukan follow up profil mikrobiota dari feses harian (sejak hospitalisasi hingga 30 hari post hospitalisasi) dan hasil laboratorium sitokin inflamasi (selama hospitalisasi) guna mengetahui hubungan/korelasi antara perubahan sitokin dan profil mikrobiota, dengan derajat penyakit COVID-19


Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa, adanya kadar mikrobiota non-patogen Actinobacteria dan Firmicutes lebih tinggi pada kelompok subjek non-COVID-19, dengan nilai p<0,05. Sedangkan, kadar mikrobiota patogen Bacteroides lebih tinggi pada kelompok pasien COVID-19 , dengan nilai p<0,001. Juga dijelaskan bahwa semakin parah derajat penyakit COVID-19, semakin menurun secara signifikan kadar sitokin anti-inflamasi seperti TNF-α, IL-10 dan CXCL10, dengan nilai p<0,01. Sedangkan, sebaliknya, semakin meningkat secara signifikan kadar sitokin inflamasi seperti LDH, CRP dan GGT, dengan nilai p<0,01.


Studi ini menyimpulkan bahwa pada 100 pasien COVID-19, terdapat peningkatan kadar plasma sitokin inflamasi LDH, CRP dan GGT seiring meningkatnya keparahan penyakitnya ; dan peningkatan mikrobiota patogen bacteroides secara signifikan dengan nilai p masing-masing yaitu p<0,01 dan p<0,001. Dengan demikian dari studi ini didapatkan adanya korelasi antara disbiosis mikrobiota dengan disfungsi respons imun dan perburukan penyakit pada pasien COVID-19.



Silakan baca juga: Rillus, mengandung kombinasi dari 3 jenis spesies probiotik hidup dan FOS (fruktooligosakarida) sebagai prebiotik.

Image: Ilustrasi (sumber: https://covid19.kemkes.go.id/)

Referensi:

1. Yeoh YK, Zuo T, Lui GCY, Zhang F, Liu Q, Li AYL et al. Gut microbiota composition reflects disease severity and dysfunctional immune responses in patients with COVID-19. Gut. 2021; 0: 1-9.

2. Zeppa SD, Agostini D, Piccoli G, Stocchi V, Sestili P. Gut microbiota status in COVID-19: An unrecognized player? Front. Cell. Infect. Microbiol. 2020; 10: 576551.

Share this article
Related Articles
Related Products
b60a981a61290dcfa1f6dba162a43a77.jpg
4c86f79bac6a27421c3cc43b3aeb383c.jpg
174ab913f64b978233beca77b84c94b2.png
5a89154212e209ff0764132e23618a5f.jpg
4890a608c240b89e4b139e9a58f59b3e.jpg
a76660a9081fe236b3b0017bf4f7d371.jpg
672391ae056b53966d03fcfa191761f3.jpg
d8e1ac78a57fb96f4caf6abea7969467.jpg
bf395dbe06d3485fd0bfef5a98e319f2.jpg
d0c5d9f8c84df5f60dd5b969ef9cbdf0.jpg