Detail Article
Skoring Pemeriksaan Darah Lengkap. Dapatkah Menilai Keparahan Covid-19?
dr. Kupiya TW
Jan 12
Share this article
002f9d6f1a635c5cd6e44c7509ae54dd.jpg
Updated 12/Jan/2021 .

COVID-19 menyebabkan perubahan hemositometri. Studi terbaru menunjukkan bahwa, sistem penilaian berdasarkan 10 parameter dalam hitung darah lengkap (CBC) dengan perbedaan selama 3 hari berada di rumah sakit dapat memprediksi perkembangan penderita COVID-19. Hal ini berdasarkan dari hasil studi observasi yang dilakukan di 11 rumah sakit Eropa dan telah dipublikasikan secara online dalam jurnal eLife bulan Desember 2020.


Perubahan jumlah darah lengkap, termasuk parameter aktivasi sel baru, dari 982 pasien dewasa COVID-19 yang dikonfirmasi dari beberapa rumah sakit Eropa dilakukan analisis secara retrospektif untuk pola yang berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, keparahan klinis, durasi gejala, dan hari di rumah sakit. 


Pola hemositometri yang diamati membentuk dasar untuk mengembangkan skor prognostik multi-parameter-hemositometri untuk memprediksi, selama tiga hari pertama setelah di rumah sakit, pasien mana yang akan pulih tanpa ventilasi atau memburuk dalam jangka waktu dua minggu, serta membutuhkan perawatan intensif atau dengan hasil yang fatal.

 

Skor prognostik, dengan kurva ROC (Receiver Operator Characteristics - kurva perbandingan antara skor prognostik COVID-19 haemositometri versus parameter lainnya.) AUC pada baseline 0,753 (95% CI 0,723–0,781) meningkat menjadi 0,875 (95% CI 0,806-0,926) pada hari ke-3, lebih unggul daripada parameter individu dalam membedakan antara keparahan klinis. Temuan dikonfirmasi dalam kohort validasi.


Dan diharaokan agar skor dan hasil hemositometri secara bersamaan disediakan untuk dianalisis, serta memungkinkan penerapan skor secara luas dikarenakan hemositometri biasanya dilakukan pada pasien COVID-19.



Image:Ilustrasi (sumber: https://unsplash.com/photos/IRM9qgZdlW0)

Referensi:

1. Damian McNamara. Complete Blood Count Scoring Can Predict COVID-19 Severity. https://www.medscape.com/viewarticle/943326#vp_1

2. Joachim Linssen, Anthony Ermens, Marvin Berrevoets, Michela Seghezzi, Giulia Previtali, Simone van der Sar-van der Brugge, Henk Russcher, Annelies Verbon, Judith Gillis . et al. A novel haemocytometric COVID-19 prognostic score developed and validated in an observational multicentre European hospital-based study. https://elifesciences.org/articles/63195#info

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019