Detail Article
Probiotik dan Vitamin B terhadap Imunitas Tubuh Pasien Covid-19, Bagaimana Perannya?
dr. Lupita Wijaya
Jun 29
Share this article
img-yoghurt.jpeg
Updated 29/Jul/2020 .

Studi sistematik review oleh Zhang L, et al, di Liaoning – China, tahun 2020, dijelaskan bahwa dapat dilakukan 2 jenis suportif dalam manajemen terapi pasien Covid-19 yang meliputi intervensi nutrisi dan immunoenhancers. Beberapa nutrisi yang termasuk dalam intervensi nutrisi adalah vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, omega 3, selenium, zinc, dan zat besi.

Studi sistematik review oleh Zhang L, et al, di Liaoning – China, tahun 2020, dijelaskan bahwa dapat dilakukan 2 jenis suportif dalam manajemen terapi pasien Covid-19 yang meliputi intervensi nutrisi dan immunoenhancers. Beberapa nutrisi yang termasuk dalam intervensi nutrisi adalah vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, omega 3, selenium, zinc, dan zat besi. Kelompok vitamin B merupakan kelompok vitamin yang dikatakan dapat menjadi pilihan terapi dasar pada pasien Covid-19 di mana defisiensi vitamin B dapat melemahkan respons imun tubuh, sehingga vitamin B sebaiknya disuplementasikan pada pasien yang terinfeksi virus untuk meningkatkan sistem imunnya.

Adapun studi sistematik review oleh Jayawardena, et al, di India tahun 2020, yang menjelaskan bahwa selain mikronutrien yang telah disebutkan di studi sebelumnya, probiotik juga berperan dalam sistem imun tubuh manusia terutama dalam hal suportif imun pasien Covid-19. Genus Lactobacillus paling dominan dalam hal perbaikan infeksi virus pada organ respiratorik, sedangkan Bifidobacterium paling dominan dalam peningkatan sistem imun serta restorasi mikrobiota di saluran pencernaan.

Menurut jurnal WGO (World Gastroenterology Organisation) tahun 2017, probiotik terbukti mampu meningkatkan sistem imun spesifik ataupun non–spesifik dengan meregulasi fungsi sel-sel imun di mukosa dan sistemik. Sistem imun spesifik meliputi antibodi IgA, limfosit B, limfosit T (CD4+dan CD8+). Sedangkan, sistem imun non-spesifik meliputi IL-10 (sitokin anti-inflamasi), makrofag.

Namun, menurut studi di Jepang dan Italia, diketahui bahwa probiotik juga mampu membentuk vitamin B dalam hal regulasi sistem imun host. Probiotik Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus rhamnosus, Bifidobacteriumbifidum, Bifidobacteriumlongum, Streptococcus thermophilus, dapat mensintesis vitamin B yang bervariasi guna memberikan efek imuno-modulasi dan imuno-terapi pada pencegahan dan terapi pasien Covid-19.

Bifidobacterium bifidum dan Bifidobacterium longum mampu mensintesis sendiri beberapa vitamin B berikut ini :

- Vitamin B1: sebagai antioksidan dan kofaktorsel B di usus untuk pembentukan antibodi IgA.

- Vitamin B3: satu-satunya vitamin B yang bersifat proteksi tinggi/anti-inflamasi terhadap paru (terapi tahap lanjut infeksi Covid-19), serta memelihara homeostasis imun tubuh.

- Vitamin B6: berfungsi menekan sitokin pemicu reaksi radang, yakni TNF-α dan IL-6, di tubuh, serta meningkatkan antibodi limfosit T (pengenal virus) dan limfosit B (kekebalan tubuh).

- Vitamin B12: vitamin pengatur sistem pertahanan tubuh dan sebagai imuno-modulator sel-sel tubuh.

Lactobacillus acidophilus dan Lactobacillus rhamnosus mampu mensintesis vitamin B2 (vitamin yang membantu mengontrol ROS/ Reactive Oxygen Species) dan vitamin B9/ asam folat (vitamin pengontrol respons imun tubuh/ limfosit Treg). Streptococcus thermophilus juga menghasilkan vitamin B9 dalam. Dengan demikian, pentingnya peranan probiotik jenis tertentu untuk membantu variasi vitamin B yang termasuk dalam intervensi nutrisi suportif bagi pasien Covid-19. 

 

Image : Ilustrasi (Photo by Life Of Pix from Pexels)

Referensi:

1. Zhang L, Liu Y. Potential interventions for novel coronavirus in china: A systematic review. J Med Virol. 2020;92:479-90.

2. Jayawardena R, Sooriyaarachchi P, Chourdakis M, Jeewandara C, Ranasinghe P. Enhancing immunity in viral infections, with special emphasis on COVID-19: A review. Diabetes & Metabolic Syndrome: Clinical Research & Reviews. 2020.

3. Yoshii K, Hosomi K, Sawane K, Kunisawa J. Metabolism of dietary and microbial vitamin B family in the regulation of host immunity. Front.Nutr. 2019;6:48.

4. Capozzi V, Russo P, Duenas MT, Lopez P, Spano G. Lactic acid bacteria producing B-group vitamins: A great potential for functional cereals products. ApplMicrobiolBiotechnol. 2020.

5. Deguchi Y, Morishita T, Mutai M. Comparative studies on synthesis of water-soluble vitamins among human species of bifidobacteria. Agric. Biol. Chem. 1985;49(1):13-9.

6. Shi Y, Wang Y, Shao C, Huang J, Gan J et al. Covid-19 infection: The perspectives on immune responses. Cell Death & Differentiation. 2020.

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Pengaruh Thiamine terhadap Kadar Laktat Pasien Syok Sepsis
Laurencia Ardi | 28 May 2019
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019