Detail Article
Vitamin C IV Dosis Tinggi Direkomendasikan dalam Terapi Pasien COVID-19
Esther Kristiningrum
Apr 21
Share this article
img-jeruk_vitC1.jpg
Updated 22/Jul/2020 .

Vitamin C tidak hanya suatu antioksidan, tetapi juga mempunyai efek antivirus dengan membunuh virus dan mencegah replikasi virus. Para peneliti telah menunjukkan bahwa kadar vitamin C dapat menurun pada pasien dengan infeksi pernapasan akut, sehingga pemberian vitamin C dapat meningkatkan kadar vitamin C.

Vitamin C tidak hanya suatu antioksidan, tetapi juga mempunyai efek antivirus dengan membunuh virus dan mencegah replikasi virus. Para peneliti telah menunjukkan bahwa kadar vitamin C dapat menurun pada pasien dengan infeksi pernapasan akut, sehingga pemberian vitamin C dapat meningkatkan kadar vitamin C. Pada pasien coronavirus, kadar vitamin C menurun secara drastis saat mereka mengalami sepsis, yaitu suatu respons inflamasi yang terjadi saat tubuh bereaksi berlebihan terhadap infeksi.

Terdapat 3 studi klinis yang telah dilakukan di Cina yang meneliti efek vitamin C intravena (IV) dosis tinggi untuk terapi COVID-19. Studi juga telah menunjukkan bahwa vitamin C dapat memperpendek lama perawatan di ICU. Para peneliti dari Finlandia dan Australia telah melakukan kajian dari 12 studi dengan 1766 pasien dan menemukan bahwa pada pasien yang diberikan vitamin C, lama rawat di ICU berkurang rata-rata sebesar 7,8%. Pada 6 studi, pemberian vitamin C oral 1-3 gram per hari (rata-rata 2 gram/hari) memperpendek lama rawat di ICU sebesar 8,6%. Pada 3 studi di mana pasien memerlukan ventilasi mekanik selama lebih dari 24 jam, pemberian vitamin C memperpendek durasi ventilasi mekanik sebesar 18,2%.

Mengkonfirmasi laporan dari studi independen kecil dan 3 studi klinis, para ahli dari Shanghai telah mengumumkan suatu rekomendasi untuk menggunakan terapi vitamin IV dosis tinggi untuk terapi COVID-19. Dosis rekomendasi bervariasi menurut keparahan penyakit, berkisar 50-200 mg/kgBB/hari hingga 16.000 mg/kg/hari. Dosis yang diberikan berkisar 4.000-16.000 mg IV untuk dewasa.

Dr. Enqian Mao yang merupakan anggota Senior Expert Team dari Shanghai Public Health Center dan salah seorang penulis Shanghai Guidelines for the Treatment of Covid-19 Infection, sebelumnya telah menggunakan vitamin C IV dosis tinggi untuk terapi pasien dengan pankreatitis akut, sepsis, penyembuhan luka bedah, dan kondisi medis lainnya selama lebih dari 10 tahun. Dr. Mao menyatakan bahwa kelompoknya telah memberikan terapi vitamin C IV dosis tinggi pada 50 kasus infeksi COVID-19 sedang hingga berat, dengan dosis vitamin C 10.000-20.000 mg per hari selama 7-10 hari, dengan 10.000 mg untuk kasus sedang dan 20.000 mg untuk kasus yang lebih berat, yang ditentukan berdasarkan status paru (kebanyakan dengan indeks oksigenasi) dan status koagulasi. Semua pasien yang mendapat vitamin C IV membaik dan tidak ada mortalitas. Dibandingkan dengan rata-rata 30 hari perawatan di rumah sakit untuk semua pasien COVID-19, pasien yang mendapat vitamin C dosis tinggi dirawat di rumah sakit 3-5 hari lebih singkat dibanding pasien secara keseluruhan.

Salah satu pasien dengan kasus berat yang memburuk dengan cepat diberikan bolus IV vitamin C 50.000 mg selama 4 jam. Status paru pasien menjadi stabil dan membaik. Tidak ditemukan efek samping yang dilaporkan dari semua kasus pemberian terapi vitamin C dosis tinggi.

Menurut The New York Post, tim medical dari Northwell Health juga telah memberikan pasien yang terkena coronavirus dengan vitamin C 1500 mg IV, dan diberikan 3 atau 4 kali sehari. Di salah satu rumah sakit di Daegu, Korea Selatan, semua pasien yang mengalami demam ringan, sakit kepala, dan batuk mendapatkan vitamin C IV 30.000 mg. Beberapa pasien menjadi lebih baik setelah 2 hari, dan sebagian besar gejalanya hilang setelah sekali injeksi.

Atsue Yanagisawa, MD, PhD. yang merupakan Presiden Japanese College of Intravenous Therapy menyatakan bahwa metode spesifik pemberian vitamin C ini sangat penting karena efek vitamin C minimal 10 kali lebih kuat jika diberikan secara IV dibanding oral, dan vitamin C IV merupakan antivirus yang aman, efektif, dan berspektrum luas. Jadi pemberian vitamin C IV dosis tinggi secara dini dapat membantu pasien COVID-19. Menurut Dr. Andrew Weber, vitamin C diberikan sebagai tambahan terhadap obat-obatan seperti antimalaria hydroxychloroquine, antibiotik azithromycin, dan berbagai obat biologi serta pengencer darah.

 

 

Image : Ilustrasi

Referensi:

1.Official statement from china for recommended treatment of COVID-19 [internet]. 2020 [cited 2020 March 27]. Available from: https://www.worldhealth.net/news/official-statement-china-recommended-treatment-covid-19/

2.Chu W. Hospital turns to high-dose vitamin C to fight coronavirus [internet]. 2020 [cited 2020 Mrch 27]. Available from:https://www.nutraingredients.com/Article/2020/03/25/Hospital-turns-to-high-dose-vitamin-C-to-fight-coronavirus 

3.Cheng R. Successful high-dose vitamin C treatment of patients with serious and critical COVID-19 infection. Orthomolecular Medicine News. [internet]. 2020 [cited 2020 March 27]. Available from: https:// http://orthomolecular.org/ resources/ omns/v16n18.shtml

 

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019