Detail Article
Penderita Diabetes Harus Lebih Bersiap Menghadapi COVID-19. Berikut Rekomendasinya
dr. Kupiya Timbul Wahyudi
Mar 13
Share this article
38c7da86a8ce3f7e1d9e88a1664af835.jpg
Updated 30/Jul/2020 .

Penderita Diabetes merupakan salah satu kondisi yang mempunyai risiko tinggi untuk lebih berat terkait dengan adanya wabah virus corona (Covid-19). Beberapa hal terkait dengan rekomendasi 

Penderita Diabetes merupakan salah satu kondisi yang mempunyai risiko tinggi untuk lebih berat terkait dengan adanya wabah virus corona (Covid-19). Beberapa hal terkait dengan rekomendasi untuk pasien diabetes secara terperinci telah dikembangkan salah satunya oleh salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang penanggulanan diabetes di Inggris (www.diabetes.org.uk) dengan NHS England dan NHS Improvement, dan Public Health England.

Rekomendasi khusus tentang coronavirus untuk orang yang hidup dengan diabetes, di antaranya:

Coronavirus dapat menyebabkan gejala dan komplikasi yang lebih parah pada diabetisi (orang dengan diabetes), juga pada orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki kondisi gangguan kesehatan jangka panjang lainnya seperti kanker atau penyakit paru kronik.

Jika Anda menderita diabetes dan memiliki gejala seperti batuk, suhu tinggi, dan sesak napas, Anda perlu terus minum obat dan menghubungi layanan kedaruratan setempat. Bagi mereka yang secara rutin memantau glukosa darah mereka, atas saran tim klinis mereka, mereka harus terus melakukan ini lebih sering.

Jika Anda menderita diabetes dan telah bepergian keluar negeri, dan Anda merasa telah terpajan virus Corona, ikuti saran terbaru tentang apa yang harus dilakukan yang dapat ditemukan di Dinas Kesehatan atau situs web pemerintah.

Jika Anda menderita diabetes dan menjadi tidak sehat karena alasan apa pun, penting untuk mengikuti 'aturan hari sakit'.

Aturan hari sakit:

1. Hubungi dokter, ataupun rumah sakit terkait pemeriksaan diabetes Anda, yang akan membantu Anda jika Anda memiliki pertanyaan atau jika Anda tidak yakin tentang apa yang harus dilakukan.

2. Ikuti saran dokter yang merawat diabetes Anda tentang pengobatan jika Anda merasa tidak sehat.

3. Jika Anda secara rutin memeriksa gula darah di rumah, Anda mungkin perlu melakukannya lebih sering. Ini akan tergantung pada obat yang biasa Anda konsumsi dan bagaimana Anda menggunakan insulin.

4. Jika Anda tidak menguji kadar gula darah Anda di rumah, perhatikan tanda-tanda hiper (hiperglikemia); yang termasuk mengeluarkan lebih banyak urin dari biasanya, terutama di malam hari; sangat haus; sakit kepala; rasa lelah dan lesu. Jika Anda memiliki gejala hiperglikemia, segera hubungi dokter Anda.

5. Tetap terhidrasi - minumlah yang cukup, minuman tanpa bahan pemanis dan makan sedikit dan sering.

6. Jika Anda menderita diabetes tipe 1, periksa gula darah Anda setidaknya setiap empat jam, termasuk di malam hari, dan periksa keton Anda. Segera hubungi dokter Anda, jika kadar gula darah tinggi (biasanya 15 mmol/ L atau lebih, atau 13 mmol/ L jika menggunakan pompa insulin, atau berdasarkan anjuran dokter Anda) dan pemeriksaan keton positif.

7. Tetap makan atau minum, jika Anda tidak bisa mengurangi makanan, cobalah makanan ringan atau minuman dengan karbohidrat untuk memberi energi. Cobalah untuk menyesap minuman manis (seperti jus buah atau lemon non-diet) atau mengisap tablet glukosa atau permen. Jika Anda muntah, atau tidak bisa menahan cairan, dapatkan bantuan medis sesegera mungkin.

Selain itu, tentunya konsultasi dan pemeriksaan kesehatan rutin harus dilakukan. Pasien dengan diabetes harus terus menghadiri pemeriksaan kesehatan rutin mereka seperti biasa - atau atas saran dari dokter ataupun rumah sakit yang merawat Anda.

 

 

Silahkan baca juga:Starmuno, membantu memperbaiki daya tahan tubuh

Image: Ilustrasi

Referensi: - . Coronavirus (COVID-19) – advice for people living with diabetes. [Internet, Cited: 12/3/2020]. Available at:https://www.diabetes.org.uk/about_us/news/coronavirus

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Efektivitas dan Keamanan Mycophenolate Mofetil sebagai Pengobatan Pasien Lupus Nefritis
Dokter Kalbemed | 15 Mar 2019