Detail Article
Virus Wuhan, Apa Yang Perlu Klinisi Ketahui
dr. Kupiya Timbul Wahyudi
Jan 28
Share this article
img-MD1.jpg
Updated 22/Mei/2020 .

Ketika Wuhan coronavirus tersingkap, hal terpenting yang harus dilakukan oleh dokter di Amerika Serikat adalah meminta pasien yang tampaknya jika mereka terkena flu, atau seseorang yang telah berhubungan dengan mereka,

Ketika Wuhan coronavirus tersingkap, hal terpenting yang dilakukan oleh dokter di Amerika Serikat adalah meminta pasien yang terkena flu, atau seseorang yang telah berhubungan dengan penderita flu , baru saja kembali dari Tiongkok dengan gejala demam dan pernapasan, untuk datang ke klinik, rumah sakit, atau ruang gawat darurat, menurut para pakar penyakit menular.

Selain demam, tanda-tanda umum infeksi termasuk batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas. Beberapa pasien mengalami diare, muntah, dan gejala saluran cerna. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan kematian. Masa inkubasi tampaknya hingga 2 minggu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jika pasien menunjukkan gejala atau kontak dekat dengan penderita atau baru-baru ini kembali dari Cina, tindakan pencegahan standar adalah mengirim spesimen dari sampel serum, usap faring mulut dan hidung, dan spesimen saluran pernapasan bagian bawah jika tersedia, ke departemen kesehatan setempat, yang akan meneruskannya ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk pengujian. 

 

Angka Fatalitas
Menurut WHO, kasus-kasus serius di Cina sebagian besar terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun dengan komorbiditas yang signifikan dan cenderung pada laki-laki. Penyebaran tampaknya terbatas pada anggota keluarga, penyedia layanan kesehatan, dan kontak dekat lainnya, mungkin oleh sekret/ ingus dari saluran napas. Jika pola itu berlaku, para pejabat WHO mengatakan, wabah itu bisa ditahan.

Tingkat kematian sekitar 3%, jauh lebih rendah dari yang dilaporkan untuk SARS/ severe acute respiratory syndrome (10%)  dan jauh lebih rendah dari hampir 40% yang dilaporkan akibat MERS/ middle east respiratory syndrome, mutasi virus coronavirus baru-baru ini diperkirakan dari perdagangan hewan.


Pelajaran dari SARS
Secara umum, dunia jauh lebih siap untuk wabah coronavirus daripada ketika SARS muncul pada tahun 2003. Para pejabat WHO dalam konferensi pers memuji Cina karena keterbukaannya dengan wabah saat ini, dan karena mengisolasi dan mengurutkan virus dengan segera, memberi informasi mengenai hasil tes diagnostik pada hari-hari pertama wabah, sesuatu yang tidak tersedia untuk SARS. Cina dan negara-negara lain juga bekerjasama dan bersama-sama mengendalikan virus Wuhan. Saat ini, tidak ada antivirus atau vaksin untuk coronavirus; peneliti sedang mengerjakan keduanya, tetapi untuk saat ini yang paling utama adalah perawatan suportif.

 

Silahkan baca juga: Glisodin, antioksidan dan penunjang sistem kekebalan tubuh


Image: Ilustrasi
Referensi: M. Alexander Otto. Wuhan Virus: What Clinicians Need to Know [Internet; cited 28/1/2020]. Available at: https://www.medscape.com/viewarticle/924268
 

Share this article
Related Articles
COVID-19 Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Diabetes pada Pasien Di bawah 18 tahun
dr. Hasna Mardhiah | 18 Jan 2022
Molnupiravir Mendapat EUA dari Badan POM untuk Pengobatan COVID-19
dr. Johan Indra Lukito | 14 Jan 2022
CDC Mempersingkat Masa Isolasi dan Karantina COVID-19, Ini Pertimbangannya
dr. Johan Indra Lukito | 11 Jan 2022
Varian Virus SARS-CoV-2 Omicron, Bagaimana Pengaruhnya pada Antibodi Penetral terhadap SARS-CoV-2?
dr. Hasna Mardhiah | 04 Jan 2022
Efektivitas Simethicone pada Bowel Preparation
Dr. Della Sulamita Mahendro | 20 Jan 2022
Penambahan Terapi Tislelizumab pada Kemoterapi Bermanfaat untuk Pasien Kanker Nasofaring Rekuren atau Metastatik
dr. Hastarita Lawrenti | 19 Jan 2022
Coronavirus Menyebar di Organ Jantung dan Otak
dr. Kupiya | 17 Jan 2022
Dexmedetomidine Intraoperatif Mempercepat Pemulihan Fungsi Saluran Cerna
dr. Laurencia Ardi | 14 Jan 2022
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Efikasi Pregabalin vs Duloxetine Pada Pasien Diabetik Neuropati
Dr. Della Sulamita Mahendro | 12 Jan 2022