Kombinasi dosis tetap (fixed-dose combination/FDC) menurunkan jumlah pil, yang kemudian dapat berhubungan dengan kepatuhan pengobatan yang lebih baik. Suatu studi retrospektif terkini yang dilakukan oleh Samnaliev, dkk. yang dipublikasikan pada tahun 2025 mengeksplor manfaaat potensial dari FDC terapi penurun lipid rosuvastatin/ezetimibe (R/E) untuk kepatuhan dan persistensi pengobatan yang lebih baik, dibandingkan dengan pemberian tablet secara terpisah (free combination therapy/FCT). Hasil studi ini menunjukkan bahwa FDC memang berhubungan dengan kepatuhan dan persistensi pengobatan yang lebih baik, selain juga berhubungan dengan kontrol kolesterol LDL (LDL-C) yang lebih baik. Berdasarkan analisis eksploratorik lebih lanjut, populasi tertentu juga mendapatkan manfaat tambahan berupa risiko major adverse cardiovascular events (MACE) yang lebih rendah dengan FDC dibandingkan dengan FCT.
Pendahuluan
Kepatuhan pengobatan merupakan tantangan besar dalam penyakit kronik, dengan sekitar setengah dari pasien penyakit kronik tidak mengonsumsi obat sesuai resep, yang berdampak pada kontrol penyakit yang suboptimal dan meningkatnya beban sistem kesehatan. Studi menunjukkan bahwa kombinasi dosis tetap (fixed-dose combination/FDC) dapat meningkatkan kepatuhan dengan mengurangi jumlah pil. Studi Samnaliev, et al., (2025) mengevaluasi apakah FDC rosuvastatin/ezetimibe (R/E) memberikan kepatuhan dan persistensi yang lebih baik dibandingkan pemberian terpisah (free combination therapy/FCT).
Metode
Studi retrospektif ini menggunakan data layanan kesehatan primer dari Belgia dan Prancis dalam database The Health Improvement Network (THIN). Pasien ≥18 tahun yang diresepkan FDC atau FCT rosuvastatin/ezetimibe diikutsertakan dalam studi ini dan diikuti hingga terjadi major adverse cardiovascular events (MACE) atau kematian, loss-to-follow-up, penghentian terapi, atau akhir dari studi.
Analisis primer membandingkan kepatuhan dan persistensi pengobatan pasien dengan FDC R/E dibandingkan FCT R/E. Persistensi pengobatan dinilai berdasarkan waktu hingga penghentian terapi, yang dihitung sejak tanggal mulai pengobatan (100 hari pasca-pemberian) hingga 365 hari atau akhir follow-up. Terapi dianggap dihentikan apabila tidak terdapat peresepan ulang dalam 45 hari, dan pada FCT, penghentian salah satu obat dianggap sebagai penghentian regimen. Proporsi hari dengan pengobatan (proportion of days covered/PDC) digunakan untuk mengukur kepatuhan pasien terhadap terapi yang dihitung berdasarkan total hari dengan pengobatan (FDC/FCT) dibagi waktu dari tanggal mulai pengobatan hingga tahun pertama atau akhir periode follow-up. Pasien dianggap patuh ketika PDC ≥ 80%.
Analisis sekunder mengevaluasi hubungan kepatuhan dan persistensi pengobatan dengan perubahan LDL-C, yang dihitung sebagai selisih antara nilai LDL-C pada follow-up 15 bulan dan nilai awal atau terakhir yang tersedia, serta dampaknya terhadap kejadian major adverse cardiovascular events (MACE), yang mencakup infark miokard, stroke, dan angina pektoris tidak stabil yang memerlukan rawat inap.
Hasil
Dari 43.085 pasien yang teridentifikasi di database, 15.643 kasus individual (FDC: 11.300; FCT: 4.343) memenuhi kriteria seleksi dan diikutsertakan dalam analisis. Median waktu untuk penghentian terapi lebih tinggi pada pasien dengan FDC R/E dibandingkan FCT R/E (200 vs. 142 hari). Angka persistensi pengobatan dalam waktu 365 hari dari tanggal mulai pengobatan adalah 48% dan 27% pada kelompok FDC R/E dan FCT/RE, secara berturut-turut. Dalam analisis multivariat regresi Cox, pasien di kelompok FDC R/E lebih rendah kemungkinannya untuk menghentikan terapi dibandingkan kelompok FCT R/E (HR=0,54; 95% CI: 0,51-0,58).
Dalam model regresi multivariat, pasien yang persisten terhadap pengobatan antara tanggal mulai pengobatan dan waktu untuk pengukuran LDL-C pertama menunjukkan perubahan persentase LDL-C yang lebih besar dibandingkan baseline (rerata perubahan persentase: -10,11%; 95% CI: -14,48 sampai -5,74; p<0,001) dibandingkan yang tidak persisten. Serupa, pasien yang patuh terhadap pengobatan memiliki perubahan persentase LDL-C yang lebih besar dari baseline (perubahan rerata persentase: -9,62%; 95% CI: -13,40 sampai -5,80; p<0,001) dibandingkan mereka yang tidak patuh. Pasien yang patuh terhadap pengobatan memiliki rerata LDL-C yang lebih rendah 9,1 mg/dL (-12,7 sampai -5,5) dibandingkan pasien yang tidak patuh.
Tidak ada perbedaan yang yang signifikan secara statistik yang diamati pada kejadian MACE antara pasien yang persisten atau tidak persisten pada 90 hari setelah tanggal mulai pengobatan (OR: 1,21; 95% CI: 0,85-1,75; p=0,311). Namun, berdasarkan analisis multivariat, pasien di kelompok FDC R/E memiliki risiko untuk mengalami MACE yang lebih rendah dibandingkan pasien di kelompok FCT R/E (HR: 0,60; 95% CI: 0,41-0,88; p=0,010). Analisis hasil subkelompok R10/E10 juga menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan FDC berhubungan dengan riisko MACE yang lebih rendah 42% dibandingkan pasien yang mendapatkan FCT (HR: 0,58; 95% CI: 0,36-0,96; p=0,030).
Kesimpulan
Pasien yang diobati dengan FDC rosuvastatin/ezetimibe lebih persisten dan patuh dalam pengobatan dibandingkan mereka yang diobati dengan FCT, yang berhubungan dengan penurunan kadar LDL-C yang lebih signifikan. Studi yang lebih besar dengan jangka waktu yang lebih panjang direkomendasikan untuk validasi dampak klinis FDC terhadap luaran MACE.
Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato elements Gen AI)
Referensi:
- Wei Q, Zhou J, Li H, Wang L, Wu Y, Ma A, et al. Medication adherence with fixed-dose versus free-equivalent combination therapies: systematic review and meta-analysis. Front Pharmacol. 2023; 14: 1156081. doi: 10.3389/fphar.2023.1156081.
- Samnaliev M, Khan I, Potukuchi P, Lee K, Garon G, Nicholls C. Treatment adherence, persistence, and effectiveness of fixed dose combination versus free combination therapy of rosuvastatin-ezetimibe as a lipid-lowering therapy. Front Cardiovasc Med. 2025; 12: 1-9. doi: 10.3389/fcvm.2025.1461416.