Detail Article
Seputar HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease)
dr. Johan Indra Lukita
Jun 20
Share this article
4bcecfbc64cb50cddaac73b88a8a0106.jpg
Updated 20/Jun/2022 .

Apa yang dimaksud HFMD?

Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan kaki mulut sering disalahartikan dengan penyakit kaki dan mulut (juga disebut penyakit kuku dan mulut)/Foot-and-mouth disease (FMD) atau hoof-and-mouth disease (HMD), yaitu penyakit yang menyerang hewan sapi, domba, dan babi. Manusia tidak mengidap penyakit yang menyerang hewan, dan hewan tidak terkena penyakit yang menyerang manusia.

HFMD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari golongan Enterovirus. Spesies enterovirus yang paling sering menyebabkan HFMD adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71).


Bagaimana penularannya?

HFMD dapat menular melalui:

• Terpapar dengan air liur atau droplet pernapasan yang mengandung virus setelah penderita batuk atau bersin

Menyentuh orang yang terinfeksi atau melakukan kontak erat lainnya, seperti berciuman, berpelukan, atau berbagi pakai cangkir atau peralatan makan

Menyentuh kotoran orang yang terinfeksi, seperti mengganti popok, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Menyentuh benda dan permukaan yang terkena virus, seperti gagang pintu atau mainan, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut

• Walaupun jarang, orang juga bisa terinfeksi dengan menelan air pernah digunakan oleh penderita, misalnya di kolam renang, terutama jika air tidak diolah dengan baik dengan klorin dan terkontaminasi dengan kotoran dari penderita


Gejala HFMD?

HFMD sering terjadi pada bayi dan anak berusia di bawah 5 tahun. Kebanyakan anak memiliki gejala ringan selama 7 hingga 10 hari.

Demam dan gejala mirip flu biasanya muncul 3 hingga 6 hari setelah tertular virus. Gejala lain yang mungkin timbul dapat berupa sulit makan dan minum, nyeri tenggorokan, tidak enak badan. 


Dalam 1 hingga 2 hari setelah demam dimulai, anak mungkin mengalami sariawan yang terasa nyeri. Luka sariawan ini biasanya dimulai sebagai bintik merah kecil, seringkali di bagian belakang mulut. Hal ini akan menyulitkan anak untuk menelan sehingga umumnya anak menjadi tidak mau makan atau minum, air liur sering menetes (ngiler), atau hanya ingin minum cairan yang dingin.


Anak juga mungkin mengalami ruam kulit di telapak tangan dan telapak kaki. Mungkin juga muncul di lutut, siku, bokong, atau area genital. Ruam biasanya terlihat seperti bintik-bintik merah datar, kadang-kadang dengan lepuh. Cairan dalam lepuh dan keropeng yang terbentuk saat lepuh pecah mungkin mengandung virus yang dapat menularkan HFMD ke orang lain.


Apakah bisa berakibat serius?

HFMD biasanya tidak berakibat serius. Hampir semua orang menjadi lebih baik dalam 7 hingga 10 hari tanpa atau hanya dengan perawatan medis umum.


Walaupun jarang, komplikasi dari HFMD bisa saja terjadi, berupa:

Dehidrasi

Beberapa orang, terutama anak kecil, mungkin mengalami dehidrasi jika tidak dapat menelan cukup cairan karena sariawan yang terasa nyeri. Orang tua dapat mencegah dehidrasi dengan memastikan anak minum cukup cairan.


Kuku jari tangan dan kaki rontok

Sangat jarang, orang mungkin kehilangan kuku tangan atau kuku kaki setelah menderita HFMD. Sebagian besar terjadi pada anak. Biasanya kehilangan kuku terjadi dalam beberapa minggu setelah sakit. Kuku biasanya tumbuh kembali dengan sendirinya. 


• Radang selaput otak (meningitis)

Meskipun sangat jarang, meningitis dapat terjadi. Ini ditandai dengan demam disertai sakit kepala, leher kaku, atau nyeri punggung dan penderita perlu segera dirawat di rumah sakit.


• Radang otak (encephalitis) atau kelumpuhan

Sangat jarang, sejumlah kecil penderita mengalami pembengkakan otak atau kelumpuhan


Bagaimana mengobati HFMD?

Tidak ada obat khusus untuk mengobati HFMD. Umumnya perawatan ditujukan untuk meredakan gejala dan mencegah dehidrasi. Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan minum obat yang dijual bebas di apotik untuk meredakan demam dan nyeri yang disebabkan oleh sariawan, misalnya paracetamol. Kompres hangat dan pemberian minum yang lebih sering juga membantu menurunkan demam pada anak. Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak. Minum cukup cairan. Sariawan dapat menyebabkan nyeri saat menelan, sehingga anak mungkin tidak mau minum. Pastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi. Pada anak yang lebih besar, berkumur dengan obat kumur khusus dapat mengurangi nyeri akibat luka sariawan di mulut.


Kapan harus ke dokter? Jika dalam kondisi berikut:

• Anak tidak cukup minum atau mengalami dehidrasi

• Gejala tidak membaik setelah 10 hari

• Anak memiliki sistem kekebalan tubuh (imun) yang lemah

Gejalanya berat

• Anak berusia di bawah 6 bulan


Apakah bisa dicegah?

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah HFMD. Penderita paling menular dalam 7 hari pertama penyakitnya. Tetapi virus dapat tinggal di tubuhnya selama berhari-hari atau berminggu-minggu dan menyebar melalui air liur atau kotoran.

Berikut langkah-langkah untuk menurunkan kemungkinan infeksi:

Cuci tangan dengan hati-hati, terutama setelah mengganti popok atau menyeka hidung anak. Bantu anak menjaga kebersihan tangan mereka.

• Ajari anak untuk menutup mulut dan hidungnya saat bersin atau batuk. Tisu adalah pilihan yang terbaik atau dengan lengan baju.

Bersihkan permukaan dan barang-barang yang digunakan bersama seperti mainan dan gagang pintu.

Jangan memeluk, mencium, berbagi cangkir atau peralatan dengan seseorang yang menderita HFMD. 

• Jangan mengirim anak ke sekolah atau penitipan anak sampai gejalanya hilang. 

• Periksakan ke dokter jika berpikir penderita mungkin masih menular.



Gambar: Ilustrasi (sumber: https://health.clevelandclinic.org/)

Referensi:

1.Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) [Internet]. 2022 [cited 2022 June 13]. Available from: https://www.webmd.com/children/guide/hand-foot-mouth-disease

2.Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) [Internet]. 2021[cited 2022 June 13]. Available from: https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/index.html

3.Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) [Internet]. 2016 [cited 2022 June 13]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/hand-foot-mouth-and-disease-hfmd


Share this article
Related Articles
PEG-3350 vs Magnesium Hidroksida untuk Konstipasi Bayi dan Anak
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 16 Jun 2022
Mengenal Adenovirus, Diduga Kuat Berhubungan dengan "Hepatitis Unknown Etiology"
dr. Kupiya | 12 Mei 2022
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Hubungan Status Vitamin D Maternal pada Kehamilan dengan Neurodevelopment Bayi
dr. Josephine Herwita Atepela | 28 Des 2021
Kurangnya Vitamin D Selama Hamil Meningkatkan Risiko Berat Badan Lahir Rendah
dr. Martinova Sari Panggabean | 01 Nov 2021
Vitamin D dan Autisme, Apa Kaitannya?
dr. Esther Kristiningrum | 12 Jul 2021
Anemia pada Kehamilan Meningkatkan Risiko Terjadinya Spektrum Autisme
dr. Josephine Herwita Atepela | 19 Mei 2021