Detail Article
Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya - Update WHO 27 Mei 2022
dr. Josephine Herwita
Jun 02
Share this article
4c0cb2da0853678540b86cfbc3668c2b.jpg
Updated 02/Jun/2022 .

Hingga 26 Mei 2022, sebanyak 650 kasus dilaporkan sebagai kasus probabel hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya berdasarkan kriteria WHO (World Health Organization). Kasus dilaporkan dari 33 negara dengan 99 kasus lainnya masuk ke dalam klasifikasi pending. Mayoritas kasus (n=374, 58%) dilaporkan dari regio WHO Eropa (22 negara), dengan 222 kasus (34%) dari Inggris Raya dan Irlandia Utara. Kasus probabel dan kasus pending juga dilaporkan dari regio Amerika (n=240), Pasifik Barat (n=34), Asia Tenggara (n=14), dan Mediterania Timur (n=5).


WHO melaporkan, dari total 650 kasus probabel, setidaknya 38 (6%) anak memerlukan transplantasi hati dan 9 (1%) lainnya meninggal.

Berdasarkan kasus yang terjadi di negara-negara EU/EEA yang dilaporkan Joint Surveillance Report by the WHO Regional Office for Europe (EURO) dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), didapatkan bahwa:

1.  Sebanyak tiga perempat (75,4%) kasus berusia < 5 tahun

2.  Dari 156 kasus, 22 (14,1%) di antaranya dirawat dalam unit perawatan intensif. Dari 117 kasus, sebanyak 14 (12%) di antaranya mendapatkan transplantasi hati

3.  Total 181 kasus diperiksakan adenovirus dan hasil menunjukkan 110 (60,8%) anak positif terinfeksi adenovirus. Positivity rate didapatkan paling tinggi jika menggunakan spesimen whole blood (69,5%)

4.  Total 188 kasus diperiksakan SARS-CoV-2 dengan metode PCR, 23 (12,2%) di antaranya positif terinfeksi SARS-CoV-2. Pemeriksaan serologi hanya tersedia untuk 26 kasus saja, di mana 19 (73,1%) di antaranya ditemukan hasil positif

5.  Dari 63 kasus yang memiliki data vaksinasi COVID-19, 53 (84,1%) di antaranya belum mendapatkan vaksinasi

 

Penyebab penyakit ini masih terus dalam investigasi. Adenovirus ditemukan pada 75% kasus di Inggris Raya, namun data dari negara lain masih belum lengkap. Inggris Raya mengobservasi adanya peningkatan aktivitas adenovirus yang co- circulating dengan SARS-CoV-2, meskipun peran virus-virus ini belum jelas pada patofisiologi penyakit ini. Mayoritas tipe adenovirus yang terkonfirmasi adalah Type 41 (27 dari 35 kasus yang terdeteksi di Inggris Raya). Adenovirus associated virus 2 (AAV-2) juga terdeteksi di Inggris Raya, meskipun sedikit, dari pemeriksaan sampel hati dan darah.

 

Adenovirus umumnya menyebabkan gejala gastrointestinal (saluran cerna) dan pernapasan yang ringan dan self-limited, sehingga belum ada teori yang dapat menjelaskan adanya gejala berat di beberapa kasus. Beberapa hipotesis memperkirakan adanya faktor yang meningkatkan kerentanan anak terhadap penyakit dengan infeksi adenovirus selama pandemi COVID-19, adanya adenovirus varian baru, komplikasi infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya, atau adanya mekanisme kausal lain yang menyebabkan sindrom inflamasi multisistem di anak.

 

Hal yang penting dapat dilakukan adalah pencegahan, di antaranya:

1.  Hand hygiene menggunakan air dan sabun atau sanitizer berbasis alkohol

2.  Hindari kerumunan dan jaga jarak dari orang lain

3.  Memastikan ventilasi yang cukup di dalam ruangan

4.  Menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut

5.  Menutup mulut ketika bersin atau batuk

6.  Gunakan air yang aman untuk diminum

7.  Ikuti petunjuk memasak makanan yang aman

8.  Bersihkan permukaan yang dipegang tangan secara berkali

9.  Tetap dirumah ketika kondisi tidak sehat dan cari pertolongan medis

 

Fasilitas kesehatan perlu waspada dan menerapkan kewaspadaan kontak dan droplet untuk kasus yang dicurigai atau mungkin terjadi.

 

Pada anak-anak dengan hepatitis akut, perhatian utama adalah untuk mengidentifikasi kasus lebih awal untuk memastikan manajemen kasus yang optimal dan untuk menentukan penyebabnya, karena tata laksana dan pengendalian akan tergantung pada agen penyebab spesifik. Sementara sebagian besar negara memiliki kapasitas untuk perawatan medis hepatitis akut, demikian juga diperlukan untuk kapasitas tindakan transplantasi hati serta perawatan intensif untuk gagal hati.

 


Gambar: Ilustrasi (Freepik)

Referensi:

Acute hepatitis of unknown aetiology in children - Multi-country [Internet]. 2022 [cited 2022 May 31]. Available from: https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/DON-389

Share this article
Related Articles
Seputar HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease)
dr. Johan Indra Lukita | 20 Jun 2022
PEG-3350 vs Magnesium Hidroksida untuk Konstipasi Bayi dan Anak
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 16 Jun 2022
Mengenal Adenovirus, Diduga Kuat Berhubungan dengan "Hepatitis Unknown Etiology"
dr. Kupiya | 12 Mei 2022
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Hubungan Status Vitamin D Maternal pada Kehamilan dengan Neurodevelopment Bayi
dr. Josephine Herwita Atepela | 28 Des 2021
Kurangnya Vitamin D Selama Hamil Meningkatkan Risiko Berat Badan Lahir Rendah
dr. Martinova Sari Panggabean | 01 Nov 2021
Vitamin D dan Autisme, Apa Kaitannya?
dr. Esther Kristiningrum | 12 Jul 2021
Anemia pada Kehamilan Meningkatkan Risiko Terjadinya Spektrum Autisme
dr. Josephine Herwita Atepela | 19 Mei 2021