Detail Article
Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik Memperbaiki Profil Metabolik Pasien Penyakit Ginjal Kronik
dr. Josephine Herwita Atepela BC
Mei 23
Share this article
382c3759526e160e8ce86e84aeb5b653.jpg
Updated 19/Mei/2022 .

Zheng dan kolega melakukan sebuah studi systematic review dan meta-analisis untuk mengevaluasi efektivitas pemberian suplemen probiotik, prebiotik, atau sinbiotik pada parameter metabolik di pasien penyakit ginjal kronik (chronic kidney disease/CKD). Hasil studi systematic review dan meta-analisis ini telah dipublikasikan secara online Critical Reviews in Food Science and Nutrition tahun 2020.

Dalam meta-analisis tersebut, peneliti mengikutkan sebanyak 13 studi RCT dengan jumlah subjek 671 dan dibagi menjadi kelompok probiotik, prebiotik, dan/atau sinbiotik (n=76) dan kontrol (n=295). Spesies yang paling banyak digunakan pada studi-studi yang terlibat adalah Lactobacillus (8/13) dan Bifidobacterium (7/13). Suplemen probiotik, prebiotik, atau sinbiotik yang digunakan pada studi ini diberikan dalam berbagai sediaan, berupa kapsul, bubuk, yogurt, serat, madu, kukis, dan jel. Durasi suplementasi pada studi yang terlibat berkisar antara 4 hingga 12 minggu.


Hasil studi menunjukkan adanya penurunan signifikan c-reactive protein (CRP) setelah konsumsi probiotik, prebiotik, atau sinbiotik (p=0). Setelah dilakukan analisis subgrup, didapatkan hasil bahwa penurunan CRP yang signifikan terdapat pada studi dengan indeks masa tubuh (IMT) basal < 26 kg/m2, usia rerata <55 tahun, dan konsumsi sinbiotik. Hasil juga menunjukan bahwa konsumsi probiotik strain tunggal tidak menunjukkan penurunan CRP yang signifikan dibanding kontrol. Kapasitas total antioksidan (total antioxidant capacity) juga dinilai pada beberapa RCT dengan hasil menunjukkan terdapat peningkatan TAC setelah suplementasi prebiotik dan probiotik dibanding kontrol yang signifikan (p=0,027). Selain itu, parameter antioksidan lain, yaitu kadar glutation (GSH) juga meningkat signifikan setelah pemberian suplemen probiotik, prebiotik, atau sinbiotik (p=0,000). Kadar malondialdehyde (MDA), parameter stres oksidatif, juga membaik signifikan setelah pemberian suplemen probiotik, prebiotik, atau sinbiotik (p=0,000). Efek pemberian probiotik, prebiotik, atau sinbiotik terhadap kadar MDA ditemukan masih bermakna hingga durasi studi selama 12 minggu (p=0,000).


Parameter profil lipid menunjukkan adanya penurunan signifikan kadar kolesterol total (TC) setelah pemberian suplemen probiotik, prebiotik, atau sinbiotik (p=0,003). Selain itu, terdapat perbaikan high density lipoprotein (HDL) yang signifikan dengan pemberian suplemen probiotik, prebiotik, atau sinbiotik (p=0,034). Efek signifikan terhadap kadar trigliserida (TG) nampak pada studi lebih dari 12 minggu (p=0,033). Penurunan signifikan low density lipoprotein (LDL) juga nampak dengan pemberian probiotik, prebiotik, atau sinbiotik dibanding kelompok plasebo dan kontrol (p=0,042). 


Berdasarkan studi ini, didapatkan bahwa pemberian probiotik, prebiotik, atau sinbiotik pada pasien CKD memiliki efek menguntungkan dalam menurunkan CRP, MDA, TC, dan LDL, serta meningkatkan TAC, GSH, dan HDL. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mikrobiota pencernaan memiliki peran penting dan berpotensi sebagai regulator kelainan kardiometabolik pada pasien dengan CKD, berupa stres oksidatif, inflamasi, dan metabolisme lipid yang abnormal. Mengingat hasil yang cukup baik pada studi ini dan beban harga yang tidak tinggi dalam penggunaan probiotik, prebiotik, atau sinbiotik, maka studi ini merekomendasikan penggunaan probiotik, prebiotik, atau sinbiotik pada pasien dengan CKD untuk memperbaiki profil lipid dan biomarker inflamasi dan stres oksidatif.



Gambar: Ilustrasi (sumber: https://nutriweb.org.my/probiotics/)

Referensi: Zheng HJ, Guo J, Wang Q, Wang L, Wang Y, Zhang F, et al. Probiotics, prebiotics, and synbiotics for the improvement of metabolic profiles in patients with chronic kidney disease: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 2020;61(4):577–98.  

Share this article
Related Articles
Konsumsi Kopi Berkorelasi Signifikan dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease
dr. Josephine Herwita | 27 Jun 2022
Probiotik Kumur Bermanfaat Menurunkan Jumlah Bakteri Penyebab Karies Gigi pada Anak
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 07 Jun 2022
Manfaat Pemberian Suplemen Sinbiotik pada Nyeri Abdomen Fungsional Anak
dr. Josephine Herwita | 21 Apr 2022
Pemberian Polyethylene Glycol pada Kehamilan untuk Atasi Konstipasi, Bagaimana Keamanannya?
dr. Josephine Herwita Atepela | 04 Mar 2022
Mecobalamin 500 mcg mendukung Agen Prokinetik untuk Meningkatkan Khasiat dan Laju Pengosongan Lambung secara signifikan, Menurunkan Motilin serum pada Gastroparesis Diabetik
dr. Lupita Wijaya | 07 Feb 2022
Efektivitas Simethicone pada Bowel Preparation
Dr. Della Sulamita Mahendro | 20 Jan 2022
Dexmedetomidine Intraoperatif Mempercepat Pemulihan Fungsi Saluran Cerna
dr. Laurencia Ardi | 14 Jan 2022
Meta-Analisis, Probiotik Memperbaiki Atensi dan Memori pada Orang Dewasa Sehat atau dengan MCI, AD, HIV
Dr. Lupita | 06 Des 2021
Probiotik BB-12 Aman dan Efektif Atasi Nyeri Kolik pada Bayi Usia < 3 bulan
dr. Lupita Wijaya | 21 Okt 2021
Dosis Tunggal Esomeprazole dan Pantoprazole Efektif Memperbaiki Gejala GERD, Ini Studinya
dr. Josephine Herwita | 07 Okt 2021