Detail Article
Omega-3 pada Pasien DM, Menurunkan Gula Darah Puasa dan Resistensi Insulin
dr. Martinova Sari Panggabean
Okt 25
Share this article
cd1305945ab3896de72752faecd82809.jpg
Updated 11/Nov/2021 .

Berbagai studi pendahulu telah mengevaluasi efek suplementasi omega-3 terhadap pengobatan dan pencegahan diabetes, namun sampai saat ini hasil mengenai hal tersebut masih tidak konsisten. Tinjauan sistematik dan metaanalisis terbaru dilakukan oleh Delpino, dkk. untuk mengevaluasi efek suplementasi omega-3 terhadap parameter diabetes (glukosa darah puasa, resistensi insulin, dan hemoglobin terglikasi). 

Data studi yang digunakan berasal dari database elektronik seperti Pubmed, LILACS, Scielo, Scopus, dan Web of Science sampai dengan Oktober 2020. Studi yang dimasukkan dalam metaanalisis adalah yang memberikan perbandingan dalam parameter gula darah puasa (mg/dL), hemoglobin terglikasi (% HbA1c), dan resistensi insulin (Homeostatic Model Assessment of Insulin Resistance/HOMA IR).


Studi ini melibatkan 30 penelitian RCT yang mengevaluasi efek suplementasi omega-3 dibandingkan dengan plasebo dalam pengobatan atau pencegahan diabetes melitus tipe 2. Sebanyak 27 studi memberikan perbandingan dalam parameter glukosa darah puasa (n=1821), 20 studi menilai HOMA IR (n=1327), 14 studi menilai HbA1c (n=815). Waktu intervensi berkisar antara 4 minggu hingga 72 minggu. Dosis Omega-3 berkisar dari 520 mg hingga 17,6 gram per hari. Empat studi melibatkan wanita dengan diabetes gestasional.


Hasilnya didapatkan:

-   Suplementasi omega-3 secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa (SMD: -0,48; 95%CI: -0,76, -0,19; p=0,01; I2=88%).

-   Suplementasi omega-3 secara signifikan menurunkan HOMA IR (SMD: -0,61; 95%CI: -0,98, -0,24; p=0,01; I2=90%).

-   Tidak ditemukan penurunan HbA1c yang signifikan pada kelompok yang mengonsumsi suplementasi omega-3 dibandingkan plasebo.

 

Penurunan gula darah puasa dan resistensi insulin pada studi metaanalisis ini terlihat setelah suplementasi omega-3 selama delapan minggu. Satu studi melaporkan efek samping suplementasi omega-3. Namun, penelitian ini menggunakan dosis 17,6 g/hari, yang lebih dari tiga kali dosis maksimal yang dianjurkan. Food and Drug Administration (FDA) dan The European Food Safety Authority menetapkan batas aman maksimal suplementasi omega-3 adalah 5 g/hari. Studi yang menggunakan suplementasi omega-3 di bawah dosis maksimal yang direkomendasikan tidak melaporkan efek samping selama penelitian.


Mekanisme bagaimana omega-3 secara positif dapat mempengaruhi parameter diabetes belum sepenuhnya dipahami. Studi pada hewan coba mengidentifikasi bahwa omega-3 dapat menghambat resistensi insulin dengan memodulasi bioenergi mitokondria dan retikulum endoplasma. Peranan omega-3 dalam menurunkan glukosa darah puasa diduga terkait dengan terjadinya peningkatan sensitivitas insulin yang dikaitkan dengan reseptor GLP-1 (glucagon-like peptide G) pada sel enteroendokrin L di usus. Selain itu, penelitian pada hewan coba menemukan bahwa omega-3 meningkatkan fungsi hormon adiponektin, yang berperan dalam menurunkan glukosa darah puasa.


Dari studi metaanalisis tersebut didapatkan bahwa suplementasi omega-3 menurunkan gula darah puasa dan resistensi insulin pada pasien DM. Hasil studi ini menunjukkan bahwa suplementasi omega-3 berpotensi dalam pengobatan atau pencegahan diabetes.

 


Gambar: Ilustrasi

Referensi:

Delpino FM, Figueiredo LM, da Silva BGC, da Silva TG, Mintem GC, Bielemann RM, et al. Omega-3 supplementation and diabetes: A systematic review and meta-analysis [published online ahead of print, 2021 Jan 22]. Crit Rev Food Sci Nutr. 2021;1-14. doi:10.1080/10408398.2021.1875977

Share this article
Related Articles
COVID-19 Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Diabetes pada Pasien Di bawah 18 tahun
dr. Hasna Mardhiah | 18 Jan 2022
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Efikasi Pregabalin vs Duloxetine Pada Pasien Diabetik Neuropati
Dr. Della Sulamita Mahendro | 12 Jan 2022
Manfaat Vitamin D3 pada Pasien DM Tipe 2 Tidak Terkontrol
dr. Esther Kristiningrum | 05 Jan 2022
Suplementasi Vitamin C, Bermanfaat Dalam Kontrol Glisemik dan Tekanan Darah Pasien DM tipe-2
dr. Kupiya | 14 Des 2021
Manfaat Zinc pada Kondisi Pre-Diabetes, Memperbaiki Parameter Glikemik dan Lemak
dr. Esther Kristiningrum | 10 Nov 2021
Suplementasi Omega-3 Meningkatkan Kadar Adiponektin, yang Berperan pada DM dan Penyakit Kardiovaskular
dr. Martinova Sari Panggabean | 18 Okt 2021
Konsumsi Alpukat Setiap Hari dapat Kurangi Lemak Perut, Benarkah?
dr. Jane Cherub | 15 Okt 2021
Konsumsi vitamin B12 selama 12 bulan, Apa Manfaatnya pada Pasien dengan Neuropati Diabetik?
dr. Johan Indra Lukito | 13 Okt 2021
Injeksi Intradermal Toksin Botulinum A pada Neuropatik DM Sangat Nyeri, Bagaimana Efektivitasnya?
dr. Lupita Wijaya | 03 Agt 2021