Detail Article
Pemberian Granisetron Tunggal untuk Cegah PONV, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi
Okt 14
Share this article
ae1049638b1befb1d85e990c85a61d9d.jpg
Updated 15/Okt/2021 .

Pemberian morfin intratekal dapat membantu menurunkan nyeri pasca-operatif. Namun, penggunaannya dikaitkan dengan kejadian postoperative nausea and vomiting (PONV). Oleh karena itu, dibutuhkan pemberian obat anti-emetik untuk mencegah terjadinya PONV. 


Suatu penelitian membandingkan efek terapi kombinasi granisetron-dexametasone dengan granisetron saja terhadap kejadian PONV pada pasien yang menjalani section caesarean (SC). Desain dan metodenya adalah prospektif, acak, tersamar ganda, dengan jumlah subjek 126 pasien yang berdasarkan American Society of Anesthesiologist (ASA) termasuk ke dalam status ! dan II.

 

Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kombinasi granisetron 1 mg plus dexamethasone 4 mg (A, n= 63) dan kelompok granisetron 1 mg (B, n=63). Obat-obatan semua diberikan secara intravena bolus. Parameter yang dinilai adalah kejadian PONV pada jam 1, 4, 8, 12, dan 24 pasca-operatif. Selain itu, dinilai kebutuhan rescue medicine berupa tambahan obat anti-emetik.

 

Hasilnya menunjukkan secara statistik tidak ada perbedaan bermakna antara kedua kelompok terhadap kejadian PONV sampai dengan 24 jam pasca-operatif. Kebutuhan obat anti-emetik tambahan juga tidak berbeda pada kedua kelompok.

 

Simpulan:

Berdasarkan penelitian pemberian kombinasi granisetron-dexametason dengan granisetron tunggal mempunyai efektivitas yang sama dalam menurunkan kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien yang menjalani section caesarean.

 


Gambar: Ilustrasi (Photo by Anna Shvets from Pexels)

Referensi:

Uusalo P, Valtonen M, Järvisalo MJ. Hemodynamic and respiratory effects of dexmedetomidine sedation in critically ill Covid-19 patients: A retrospective   cohort study. Acta Anaesthesiol Scand. 2021;00:1–10.


Share this article
Related Articles
Meta-analisis, Efektivitas dan Keamanan HES 130/0,4 pada Pembedahan Dan Trauma
dr. Laurencia Ardi | 20 Mei 2022
Efek "early vs late" Suplementasi Nutrisi Parenteral Pasien Bedah Abdomen
dr. Laurencia Ardi | 11 Apr 2022
Cadexomer Iodine Efektif Memperbaiki Penyembuhan Luka Kronik
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 02 Nov 2021
Dexmedetomidine Menurunkan Kejadian Post-operative Delirium
dr. Laurencia Ardi | 22 Okt 2021
Penggunaan Dexmedetomidine sebagai Sedasi Pasien COVID-19, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi | 28 Sep 2021
Pemberian HES 6% 130/0,4 vs NaCl 0,9% pada Pasien yang Menjalani Operasi Mayor Abdomen, Bagaimana Efeknya?
dr. Laurencia Ardi | 06 Sep 2021
Pemberian Atorvastatin dalam Terapi Hematoma Subdural Kronik, Apa Manfaatnya?
dr. Jane Cherub | 15 Jul 2021
Efektivitas Rocuronium dan Succinylcholine pada Operasi Mikrolaringeal, Manakah yang Lebih Baik?
dr. Laurencia Ardi | 24 Jun 2021
Metaanalisis - Negative Pressure Wound Therapy Efektif Menurunkan Risiko Infeksi Pasca Sternotomi
Dr. Nugroho Nitiyoso, MBA. | 14 Jun 2021
Propofol sebagai Sedasi Pasien Sepsis, Bagaimana Efektivitasnya?
dr. Laurencia Ardi | 29 Mar 2021