Detail Article
Pemberian Tromboprofilaksis Heparin Dosis Terapeutik pada Pasien COVID-19 Non-kritis, Bagaimana Manfaatnya?
dr. Jane Cherub
Agt 23
Share this article
a298ff09cfc209ec957edc210e6082a2.jpg
Updated 23/Agt/2021 .

Trombosis (penyumbatan pembuluh darah) dan peradangan dapat berkontribusi pada risiko kematian dan komplikasi di antara pasien dengan penyakit coronavirus disease 2019/COVID-19. Telah diketahui hipotesis bahwa antikoagulan dosis terapeutik dapat memperbaiki keluaran pada pasien berpenyakit non-kritis yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19.


Sebuah uji coba label terbuka, adaptif, multiplatform, terkontrol, mempelajari perbandingan penggunaan rejimen antikoagulan dosis terapeutik dengan heparin (lihat Tabel) atau tromboprofilaksis farmakologis perawatan biasa pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 dan yang sakit non-kritis (didefinisikan sebagai tidak adanya dukungan organ tingkat perawatan kritis pada saat pendaftaran uji coba).

 

Keluaran utama yang diamati adalah hari bebas dukungan organ (dievaluasi pada skala ordinal yang digabungkan dengan kematian di rumah sakit [diberi nilai 1]) dan jumlah hari bebas dukungan kardiovaskular atau organ pernapasan hingga hari ke-21 di antara pasien yang bertahan hidup hingga keluar dari perawatan rumah sakit. Hasil ini dievaluasi dengan menggunakan model statistik Bayesian untuk semua pasien dan sesuai dengan tingkat d-dimer dasar.

 

Tabel. Rejimen heparin dan dosis yang digunakan pada uji coba.

 

Uji coba dihentikan ketika kriteria yang ditentukan sebelumnya untuk keunggulan dosis terapeutik antikoagulan terpenuhi. Berikut temuan-temuan pada uji coba tersebut:

  • Di antara 2.219 pasien dalam analisis akhir, kemungkinan bahwa antikoagulan dosis terapeutik meningkatkan jumlah hari bebas dukungan organ dibandingkan dengan tromboprofilaksis perawatan biasa adalah sebesar 98,6% (adjusted odds ratio: 1,27; 95% credible interval: 1,03 hingga 1,58).
  • Perbedaan angka bertahan hidup hingga keluar dari perawatan rumah sakit tanpa dukungan organ absolut yang disesuaikan antar kelompok menunjukkan keunggulan antikoagulan dosis terapeutik sebesar 4,0 poin persentase (95% credible interval: 0,5 hingga 7,2).
  • Probabilitas akhir dari keunggulan antikoagulan dosis terapeutik dibandingkan tromboprofilaksis perawatan biasa sebesar 97,3% pada kohort d-dimer tinggi, 92,9% pada kohort d-dimer rendah, dan 97,3% pada kohort d-dimer yang tidak diketahui.
  • Perdarahan mayor terjadi pada 1,9% pasien yang menerima antikoagulan dosis terapeutik dan 0,9% dari mereka yang menerima tromboprofilaksis.

 

KESIMPULAN

Pada pasien non-kritis dengan COVID-19, strategi pemberian antikoagulasi dini dosis terapeutik dengan heparin meningkatkan kemungkinan bertahan hidup sampai keluar dari perawatan rumah sakit dengan penurunan penggunaan dukungan organ kardiovaskular atau pernapasan dibandingkan dengan tromboprofilaksis perawatan biasa.

 


Gambar: Ilustrasi

Referensi:

ATTACC Investigators; ACTIV-4a Investigators; REMAP-CAP Investigators, Lawler PR, Goligher EC, Berger JS, Neal MD, McVerry BJ, Nicolau JC, et al. Therapeutic Anticoagulation with Heparin in Noncritically Ill Patients with Covid-19. N Engl J Med. 2021 Aug 4. doi: 10.1056/NEJMoa2105911.

 

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019