Detail Article
Statin Bermanfaat Untuk Kardiotosisitas Akibat Kemoterapi, Berikut Hasil Studinya.
dr. Kupiya TW
Jan 08
Share this article
42b3d78a0426aa420b29b39d9085f194.jpg
Updated 08/Jan/2021 .

Studi terbaru mendukung bahwa statin berpotensi melindungi kardiotoksisitas akibat kemoterapi antrasiklin dan / atau trastuzumab untuk kanker payudara dini. Hal ini merupakan hasil analisis yang dilakukan oleh Dr. Husam Abdel‐Qadir dari Division of Cardiology and Department of Medicine, Women's College, Toronto dan kolega yang telah dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association bulan Januari 2021 ini.

Menggunakan basis data administratif terkait, Peneliti melakukan studi kohort retrospektif pada wanita berusia ≥66 tahun tanpa gagal jantung sebelumnya yang menerima antrasiklin atau trastuzumab untuk kanker payudara dini yang baru didiagnosis di Ontario antara tahun 2007 hingga 2017. Wanita yang terpapar statin dan tidak terpapar dicocokkan dengan perbandingan 1: 1 menggunakan "propensity scores". Wanita yang diobati dengan Trastuzumab juga dicocokkan dengan yang terpapar antrasiklin. Peneliti mencocokkan 666 pasangan wanita yang diobati statin dengan antrasiklin dan 390 yang diobati dengan trastuzumab (dengan nilai median usia masing-masing, 69 dan 71 tahun).


Insidens kumulatif gagal jantung (HF) yang ada di rumah sakit selama 5 tahun setelah penggunaan antrasiklin adalah 1,2% (95% CI, 0,5% -2,6%) pada wanita yang terpajan statin dan 2,9% (95% CI, 1,7% -4,6%) pada wanita yang tidak terpajan (P nilai, 0,01). "The cause‐specific hazard ratio" terkait dengan statin dalam kelompok antrasiklin adalah 0,45 (95% CI, 0,24-0,85; nilai P, 0,01). Setelah penggunaan trastuzumab, insiden kumulatif gagal jantung (HF) yang ada di rumah sakit selama 5 tahun adalah sebesar 2,7% (95% CI, 1,2% -5,2%) pada wanita yang terpajan statin dan 3,7% (95% CI, 2,0% -6,2%) pada wanita yang tidak terpajan ( Nilai P 0,09). "The cause‐specific hazard ratio" terkait dengan statin dalam kelompok trastuzumab adalah 0,46 (95% CI, 0,20-1,07; nilai P, 0,07).


Dari studi tersebut peneliti menyimpulkan bahwa, wanita yang terpajan statin memiliki risiko lebih rendah datang ke rumah sakit akibat gagal jantung (HF) setelah kemoterapi dini kanker payudara dengan menggunakan antrasiklin, dengan tren yang tidak signifikan dan risiko yang lebih rendah setelah trastuzumab. Temuan ini mendukung pengembangan uji coba terkontrol secara acak dari statin untuk pencegahan kardiotoksisitas.



Image: Ilustrasi (sumber: https://news.llu.edu/health-wellness/three-reasons-get-your-breast-cancer-screening-now)

Referensi: Husam Abdel‐Qadir, David Bobrowski, Limei Zhou, Peter C. Austin, Oscar Calvillo‐Argüelles, Eitan Amir, Douglas S. Lee, and Paaladinesh Thavendiranathan. Statin Exposure and Risk of Heart Failure After Anthracycline‐ or Trastuzumab‐Based Chemotherapy for Early Breast Cancer: A Propensity Score‒Matched Cohort Study. Journal of the American Heart Association. Internet Cited: 07/01/2020. Available from: https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/JAHA.119.018393

Share this article
Related Articles
Probiotik dan Kemoterapi
Admin | 22 Nov 2018
Yukk Kenali Sindrom Hand Foot, dan Bagaimana Penanganannya?
Hastarita Lawrenti | 30 Jul 2019
Kanker Payudara Metastatik HR (+), HER2 (-) Pasca-menopause, Pilih Terapi Endokrin atau Kemoterapi?
Hastarita Lawrenti | 19 Sep 2019
Sariawan Akibat Radiasi dan Kemoterapi, Bagaimana Mengatasinya?
Hastarita Lawrenti | 14 Oct 2019
Kemoterapi Plus Radioterapi Pasien Karsinoma Nasofaring Metastatik
dr. Hastarita Lawrenti | 24 Aug 2020
Dampak Suplementasi Whey Protein terhadap Status Gizi dan Toksisitas Kemoterapi
dr. Dedyanto Henky Saputra | 18 Sep 2020
Manfaat Profilaksis GCSF Pada Kemoterapi Adjuvan TC
dr. Hastarita Lawrenti | 04 Dec 2020
Kemoterapi Berbasis Platinum Pasien Kanker Prostat Stadium Lanjut
dr. Hastarita Lawrenti | 28 Dec 2020
Nutrisi Enteral Memperbaiki Status Gizi dan Toleransi Kemoterapi Pasien Kanker Paru
dr. Dedyanto Henky Saputra | 06 Jan 2021
Statin Bermanfaat Untuk Kardiotosisitas Akibat Kemoterapi, Berikut Hasil Studinya.
dr. Kupiya TW | 08 Jan 2021