Detail Article
Pneumonia Coronavirus Wuhan, Apa Pencegahannya?
dr. Dorotea Arccinirmala
Jan 24
Share this article
img-Sakit_masker.jpg
Updated 22/Mei/2020 .

Coronavirus adalah jenis virus yang biasanya menginfeksi saluran pernapasan. Infeksi HCoV dapat menular. Saat ini tidak ada vaksin untuk melindungi dari infeksi HCoV. Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan

Coronavirus adalah jenis virus yang biasanya menginfeksi saluran pernapasan. Terdapat 6 jenis human coronaviruse/HCoV, termasuk Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus (SARS-CoV) dan dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). SARS-CoV dan MERS-CoV dapat menyebabkan infeksi paru berat sampai kematian, dan sudah dianggap sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat dunia.

Infeksi HCoV dapat menular, melalui udara dengan batuk dan bersin, menyentuh tangan atau berjabat tangan, menyentuh benda dengan virus di atasnya, lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan. Semua orang dapat terinfeksi, khususnya anak-anak.

 

Pencegahan
Saat ini tidak ada vaksin untuk melindungi dari infeksi HCoV. Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan: 
- Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik
- Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci
- Hindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi khususnya memiliki riwayat berpergian dari negara Cina dalam waktu dekat
- Memasak daging dan telur unggas secara matang dan higienis
- Menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan tisu atau masker

 

Pengobatan

Pasien dengan infeksi human coronaviruse biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala, seperti:

- Minum obat nyeri dan demam, seperti paracetamole

- Gunakan pelembab ruangan atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk

- Minum banyak air putih

- Istirahat

Penting menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penularan dan penyebaran infeksi HcoV, dan bagi pasien yang mengalami gejala pernapasan dalam waktu 14 hari setelah mengunjungi Wuhan, sebaiknya segera pergi ke layanan kesehatan untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 

 

Image : Ilustrasi (Photo by Min An from Pexels)

Referensi:

1. Coronavirus. CDC [Internet]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/index.html

2. Russell P. Coronavirus – How much of a threat during Chinese new year? [Internet]. 2020 [cited 2020 Jan 20]. Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/923970#vp_2

Share this article
Related Articles
Mengenal Varian Omicron (2)
dr. Kupiya | 03 Des 2021
Mengenal Varian Omicron (1)
dr. Kupiya | 01 Des 2021
COVID-19, Varian Omicron Masuk Kategori "Variant of Concern"
dr. Kupiya | 30 Nov 2021
Fraksi Trombosit Muda Dapat Sebagai Penanda Perkembangan Demam Berdarah
dr. Kupiya | 26 Nov 2021
Anosmia Pada Covid-19, Bagaimana Mekanismenya?
dr. Kupiya | 24 Nov 2021
Calcitriol Meningkatkan Oksigenasi Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit
dr. Esther Kristiningrum | 02 Des 2021
Suplementasi Zinc Menurunkan Penanda Inflamasi dan Stres Oksidatif
Dr. Della Sulamita Mahendro | 25 Nov 2021
Klonidin Epidural Memperpanjang Efek Anestesi Lokal
dr. Laurencia Ardi | 29 Nov 2021
Suplemen Multivitamin Membantu Memperlambat Penurunan Kognitif
dr. Esther Kristiningrum | 23 Nov 2021
Citicoline Meningkatkan Fungsi Memori pada Lanjut Usia Sehat
dr. Yohanes Jonathan | 22 Nov 2021