Detail Article
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni
Nov 20
Share this article
img-Elemeyer1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Penuaan dicirikan dengan adanya kerusakan progresif pada tingkat sel dan organ karena mekanisme tubuh untuk melakukan upaya pencegahan dan perbaikan mulai mengalami penurunan. Sejumlah penyakit yang tergolong menjadi akibat dari penuaan adalah penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal dan kanker. Salah satu obat yang teridentifikasi dan menjadi incaran pada penelitian karena memiliki faktor geroprotektor atau anti aging adalah obat diabetes tipe 2,

Penuaan dicirikan dengan adanya kerusakan progresif pada tingkat sel dan organ karena mekanisme tubuh untuk melakukan upaya pencegahan dan perbaikan mulai mengalami penurunan. Sejumlah penyakit yang tergolong menjadi akibat dari penuaan adalah penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal dan kanker. Salah satu obat yang teridentifikasi dan menjadi incaran pada penelitian karena memiliki faktor geroprotektor atau anti-aging adalah obat diabetes tipe 2, metformin. Metformin juga dikenal sebagai obat golongan insulin sensitizer.

Dalam studi hewan coba seperti pada mice dan C. elegans, metformin terbukti dapat memperpanjang usia. Diperkirakan munculnya efek anti-aging ini akibat sejumlah mekanisme potensial yang dimilikinya, seperti penurunan sinyal insulin dan IGF-1, penghambatan terhadap mTOR, penurunan jumlah reactive oxygen species (ROS), penurunan inflamasi, penurunan kerusakan DNA, dan aktivasi AMP-activated protein kinase (AMPK).

Akibat penggunaan yang semakin meluas terhadap metformin dalam kaitannya terhadap tatalaksana diabetes, sejumlah besar data dikumpulkan untuk mengetahui dampak pemberian metformin terhadap kematian dan penyakit akibat penuaan.

Suatu review sistematik dan meta-analisis yang dilakukan oleh Campbell dan kolega bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pemberian metformin terhadap terjadinya kematian akibat semua sebab dan penyakit akibat penuaan pada populasi umum. Adanya data ini nantinya dapat memberikan bukti potensial apakah metformin dapat digunakan sebagai geroprotector dan dapat memperpanjang usia (lifespan) dan kesehatan (healthspan). Data diambil dari Pubmed dan Embase, secara keseluruhan dilakukan review terhadap 260 literatur full text di mana 53 di antaranya masuk ke dalam kriteria inklusi.

Didapatkan hasil bahwa para diabetisi yang mengonsumsi metformin secara signifikan mempunyai mortalitas yang lebih rendah dibandingkan non-diabetisi. Hal yang serupa juga terjadi pada diabetisi yang mengonsumsi metformin ketimbang terapi non-metformin, insulin  atau golongan sulphonylurea.  

Hasil yang baik juga terlihat di mana pengguna metformin mengalami penurunan kejadian kanker dibandingkan non-diabetisi, serta mengalami penurunan penyakit kardiovaskuler dibandingkan diabetisi yang mengonsumsi terapi non-metformin atau insulin.

Dengan adanya hasil terjadinya penurunan kematian akibat semua sebab dan penyakit akibat penuaan (terutama penyakit kardiovaskuler dan kanker) menyebabkan penggunaan metformin dapat membantu dalam memperpanjang usia dan kesehatan, melalui mekanisme geroprotective. 
    

Image: Ilustrasi
Referensi: Campbell JM, Bellman SM, Stephenson MD, Lisy K. Metformin reduces all-cause mortality and diseases of ageing independent of its effect on diabetes control: A systematic review and meta-analysis. Ageing Res Rev. 2017:40:31-44.
 

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Obat Osteoporosis Bisphosphonate Efektif Mencegah Progresivitas Gangguan Pendengaran Saraf
Esther Kristiningrum | 18 Mar 2019