Detail Article
Nah, Ini Manfaat Konsumsi Oat Pada Pasien Gagal Ginjal
Laurencia Ardi
Aug 19
Share this article
img-Oats1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Penyakit ginjal kronik (PGK) mengacu pada berbagai kondisi yang mempengaruhi fungsi dan struktur ginjal. Meskipun PGK bukan merupakan penyebab utama terjadinya kematian secara global pada 3 dekade terakhir, tetapi pada tahun 2013 penderita PGK meningkat secara global. Asupan nutrisi secara keseluruhan dikaitkan dengan PGK dan intervensi nutrisi merupakan komponen standar dari tatalaksana pasien dengan PGK.

 

Penyakit ginjal kronik (PGK) mengacu pada berbagai kondisi yang mempengaruhi fungsi dan struktur ginjal. Meskipun PGK bukan merupakan penyebab utama terjadinya kematian secara global pada 3 dekade terakhir, tetapi pada tahun 2013 penderita PGK meningkat secara global. 

Asupan nutrisi secara keseluruhan dikaitkan dengan PGK dan intervensi nutrisi merupakan komponen standar dari tatalaksana pasien dengan PGK. Diet rendah protein, natrium, kalium dan fosfor direkomendasikan pada pasien PGK. Begitu juga dengan buah-buahan, sayuran, gandum-ganduman dan kacang-kacangan yang secara khusus juga dibatasi dengan tujuan untuk menurunkan jumlah fosfor dan kalium, sehingga secara tidak langsung asupan serat juga menurun. Namun demikian, bukti ilmiah terbaru menekankan pentingnya efek asupan serat pada pasien dewasa dengan PGK. 

Komponen khusus yang umumnya ditemukan di dalam oat meliputi beta-glucan (3-5%), serat larut air yang mempunyai efek untuk menurunkan kolesterol. Lebih lanjut, penelitian melaporkan oat mempunyai efek untuk menurunkan kolesterol. Abnormalitas lemak sering ditemukan pada pasien PGK dan profil lipid mungkin dapat digunakan sebagai salah satu prediktor perkembangan penyakit PGK. Begitu juga dengan beta-glucan yang tampaknya mempunyai efek yang bervariasi terhadap hiperglikemia dan keseimbangan glukosa. Selain itu, efek anti-kanker juga telah dilaporkan yang merupakan efek dari beta-glucan melalui pengambilan caspase-12. Senyawa polifenol juga banyak ditemukan dalam oat. Senyawa ini mempunyai efek kardioprotektif dan antioksidan. Polifenol memiliki efek menguntungkan pada pembuluh darah, aterosklerosis, oksidasi lemak dan inflamasi. 

Berdasarkan laporan sebelumnya, inflamasi berkontribusi terhadap onset dan perkembangan PGK, dimana peningkatan konsentrasi CRP ditemukan pada subyek dengan PGK. Selain itu, stres oksidatif juga merupakan faktor yang berkontribusi terjadinya PGK. Tampaknya peningkatan kejadian penyakit kardiovaskuler pada pasien PGK akibat meningkatnya marker inflamasi dan stres oksidatif. 

Karena oat mempunyai efek terhadap terjadinya inflamasi, stres oksidatif dan profil lipid, maka dilakukanlah penelitian ini dengan tujuan untuk menilai efek konsumsi oat pada fungsi ginjal pasien PGK. Desain dan metodenya adalah dengan mengumpulkan subyek sebanyak 52 pasien PGK kemudian secara acak dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol hanya mendapatkan asupan protein, natrium, kalium, fosfor yang rendah dan kelompok perlakuan mendapatkan tambahan oat sebanyak 50 g/hari. Parameter yang dinilai adalah blood urea nitrogen (BUN), kreatinin serum, kreatinin urin, albumin serum, kalium serum, dan hormone paratiorid sebelum dan 8 minggu setelah intervensi. Hasilnya menunjukkan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan BUN (p=0,02), kreatinin serum (p=0,01) dan kalium serum (p=0,08) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok perlakuan. Selain itu, juga ditemukan peningkatan albumin serum secara bermakna (p=0,01) pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol. 

 

 

Image: Ilustrasi (sumber: https://www.country-guide.ca)
Referensi:
1. Rouhani MH, et al. The impact of oat (Avena sativa) consumption on biomarkers of renal function in patients with chronic kidney disease: a parallel randomized clinical trial. Clinical Nutrition 2017. doi: 10.1016/j.clnu.2016.11.022.
2. Chiavaroli L, Mirrahimi A, Sievenpiper JL, Jenkins DJ, Darling PB. Dietary fiber effects in chronic kidney disease: a systematic review and meta-analysis of controlled feeding trials. Eur J ClinNutr. 2015;69:761-8.
 

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Suplementasi Creatine Nitrate Meningkatkan Performa Latihan
Dokter Kalbemed | 24 Jan 2019
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019