Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat mudah menular dan dapat menyerang semua kelompok usia. Vaksin merupakan salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan setiap tahun untuk mencegah dan mengurangi keparahan yang disebabkan Influenza. Transisi dari Quadrivalent Influenza Vaccine (QIV) ke Trivalent Influenza Vaccine (TIV) didasarkan pada data surveilans global yang menunjukkan bahwa virus influenza B/Yamagata tidak lagi terdeteksi bersirkulasi sejak Maret 2020. Dengan menghapus komponen tersebut, TIV tetap memberikan perlindungan terhadap strain influenza yang masih beredar tanpa mengurangi efektivitas vaksin. Selain mempertahankan profil imunogenisitas dan keamanan yang setara terhadap tiga strain utama, penggunaan TIV juga mendukung efisiensi produksi dan selaras dengan rekomendasi WHO serta berbagai otoritas kesehatan internasional.
Setiap tahun, sekitar 5%–10% orang dewasa dan 20%–30% anak-anak mengalami infeksi influenza. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B yang memiliki komponen utama seperti hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA).
Influenza masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia. Diperkirakan terdapat sekitar 1 miliar kasus influenza setiap tahun, dengan 3–5 juta kasus berkembang menjadi penyakit berat yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Setiap tahunnya, influenza juga menyebabkan sekitar 290.000–650.000 kematian akibat komplikasi pernapasan. Di Indonesia, influenza juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap morbiditas penyakit pernapasan. Data surveilans menunjukkan bahwa virus influenza ditemukan pada sekitar 31% kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan 15% kasus Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Mengapa Dunia Beralih Kembali ke Vaksin Trivalen (TIV)?
Peralihan dari Quadrivalent Influenza Vaccine (QIV) ke Trivalent Influenza Vaccine (TIV) didorong oleh perubahan pola sirkulasi virus influenza secara global. WHO melalui Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS) terus memantau peredaran virus influenza di berbagai negara untuk memastikan komposisi vaksin tetap sesuai dengan strain yang beredar.
Perubahan penting terjadi sejak pandemi COVID-19. Berdasarkan data surveilans global, virus influenza B lineage Yamagata tidak lagi terdeteksi bersirkulasi secara alami sejak Maret 2020. Hilangnya sirkulasi strain ini selama beberapa musim berturut-turut menjadi dasar bagi WHO untuk tidak lagi merekomendasikan pencantumannya dalam vaksin influenza musiman.

[Sumber gambar: FluNet, Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS), World Health Organization (WHO).]
Karena itu, penghapusan komponen B/Yamagata dari vaksin influenza tidak berarti menurunkan kualitas perlindungan. Sebaliknya, perubahan ini bertujuan menyesuaikan komposisi vaksin dengan strain yang masih beredar sehingga vaksin tetap relevan, efektif, dan efisien. Kebijakan transisi ke TIV juga telah diadopsi oleh berbagai otoritas kesehatan internasional.
Manfaat Transisi ke TIV:
1. Komposisi Lebih Relevan
TIV hanya mengandung strain virus yang masih terbukti bersirkulasi sehingga perlindungan tetap berfokus pada ancaman yang nyata.
2. Optimalisasi dan Efisiensi
Dengan mengurangi satu komponen yang sudah tidak diperlukan, proses produksi vaksin dapat dilakukan lebih efisien dan kapasitas produksi global berpotensi meningkat.
3. Potensi Penghematan Biaya
Secara historis, vaksin trivalen memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan vaksin kuadrivalen sehingga dapat mendukung perluasan program vaksinasi.
4. Sejalan dengan Rekomendasi Global
Transisi ke TIV sesuai dengan rekomendasi WHO dan berbagai otoritas kesehatan internasional dalam upaya memaksimalkan dampak program vaksinasi influenza.
Perbedaan Komposisi QIV vs TIV:
- Quadrivalent Influenza Vaccine (QIV): Mengandung 4 strain virus, yaitu Influenza A (H1N1)pdm09, Influenza A (H3N2), Influenza B/lineage Victoria, dan Influenza B/lineage Yamagata.
- Trivalent Influenza Vaccine (TIV): Mengandung 3 strain virus yang sama dengan QIV, namun tanpa komponen Influenza B/lineage Yamagata. Komponen B/Yamagata dihapus karena tidak terdapat deteksi terkonfirmasi terhadap virus B/Yamagata yang bersirkulasi secara alami di seluruh dunia sejak Maret 2020 (lebih dari 5 tahun), sehingga tidak lagi terdeteksi dan tidak lagi dianggap diperlukan dalam komposisi vaksin influenza musiman berdasarkan data surveilans global saat ini.
- Kesetaraan Proteksi: Proses pembuatan TIV terkini menggunakan proses yang sama dengan QIV minus komponen B/Yamagata. Uji klinis fase III menunjukkan bahwa respons imun (imunogenisitas) dan profil keamanan TIV setara (non-inferior) dengan QIV terhadap 3 strain bersama yang masih beredar aktif saat ini (A/H1N1, A/H3N2, dan B/Victoria). Oleh karena itu, efikasi klinis QIV dapat diinferensikan (diturunkan) langsung ke TIV.

[Sumber : WHO Recommendations for influenza vaccine composition for the 2026-2027 northern hemisphere season]
Kesimpulan:
Peralihan dari QIV ke TIV merupakan langkah yang didasarkan pada bukti ilmiah dan data surveilans global terkini. Karena virus influenza B/Yamagata sudah tidak terdeteksi bersirkulasi sejak tahun 2020, penghapusan komponen tersebut tidak mengurangi perlindungan vaksin terhadap strain yang masih beredar. Sebaliknya, penggunaan TIV memungkinkan komposisi vaksin yang lebih relevan, produksi yang lebih efisien, serta mendukung perluasan cakupan vaksinasi influenza.
ID-VAX-2026-06-FM7O
Gambar: Ilustrasi (Sumber: Dihasilkan menggunakan alat generasi gambar OpenAI berdasarkan prompt teks yang dibuat oleh para penulis.)
Referensi:
1. Kingsbury DW. Virology, 2nd edition, New York; 1990. p. 1076-87;
2. ECDC Fact Sheet about seasonal influenza [Internet]. Available from: https://www.ecdc.europa.eu/en/seasonal-influenza/facts/factsheet. Accessed March 25th, 2025.
3. Ducatez MF, Pelletier C, Meyer G. Emerg Infect Dis. 2015;21(2):368-71.
4. Yeo JY, Gan SK-E. Peering into Avian Influenza A(H5N8) for a framework towards pandemic preparedness. Viruses. 2021 Nov 15;13(11):2276. doi:10.3390/v13112276.
5. Clayville LR. P T. 2011;36:659–84
6. WHO. 70 years of GISRS – the Global Influenza Surveillance & Response System 2022 [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/seventy-years-of-gisrs---the-global-influenza-surveillance---response-system.
7. WHO. Seasonal influenza factsheet 2023 [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal). Accessed August 2023
8. Troeger CE, Blacker BF, Khalil IA, Zimsen SRM, Albertson SB, Abate D, et al. The Lancet Respiratory Medicine. 2019;7:69‒89; doi: 10.1016/S2213-2600(18)30512-5
9. WHO. The top 10 causes of death – Factsheet [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death. Accessed August 2023.
10. Lafond KE, Praptiningsih CY, Mangiri A, Syarif M, Triada R, Mulyadi E, et al. Seasonal influenza and Avian influenza A(H5N1) virus surveillance among inpatients and outpatients, East Jakarta, Indonesia, 2011-2014. Emerg Infect Dis. 2019 Nov;25(11):2031-2039. doi: 10.3201/eid2511.181844.
11. World Health Organization (WHO). FluNet: global web-based tool for influenza virological surveillance [Internet]. Geneva: WHO; [cited 2025 Dec 31]. Available from: https://www.who.int/tools/flunet
12. World Health Organization (WHO). Frequently asked questions: transitioning to trivalent seasonal influenza vaccines [Internet]. Geneva: WHO; May 2025 [cited 2025 Dec 31]. Available from: https://cdn.who.int/media/docs/default-source/documents/epp/pip-dev/transitioning-to-trivalent-seasonal-influenza-vaccines_may-2025-1.pdf.
13. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2024–2025 flu season [Internet]. Atlanta (GA): CDC; 14 Mar 2024 [cited 2025 Dec 31]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/season/2024-2025.html.
14. European Medicines Agency – EU Recommendations 2024-2025 Seasonal Flu Vaccine Composition European Medicines Agency (EMA). EU recommendations for 2024/2025 seasonal flu vaccine composition [Internet]. Amsterdam (NL): EMA; 2024 [cited 2025 Dec 31]. Available from: https://www.ema.europa.eu/en/news/eu-recommendations-2024-2025-seasonal-flu-vaccine-composition.
15. Infectious Disease Association of Thailand (IDThai) – Vaccination Schedule PDF Infectious Disease Association of Thailand (IDAT). คำแนะนำการให้วัคซีนป้องกันโรคสำหรับผู้ใหญ่และผู้สูงอายุ พ.ศ. 2568 (recommended adult and elderly immunization schedule 2025) [Internet]. Nonthaburi (TH): IDAT; 2025 [cited 2025 Dec 31]. Available from: https://idthai.org/Contents/Views/?d=!17!9!!1046.
16. National Centre for Infectious Diseases. Influenza [Internet]. Singapore: National Centre for Infectious Diseases; [cited 2026 Jun 2]. Available from: https://www.ncid.sg/Health-Professionals/Diseases-and-Conditions/Pages/Influenza.aspx
17. S Pepin, Samson SI, Alvarez FP, Dupuy M, Bourgeois VG, Brujin ID. Vaccine. 2019;37(13):1876-1884.