Detail Article
Perbandingan Granisetron 1 mg vs 3 mg Terhadap Efek Mual-Muntah dan Menggigil
dr. Laurencia Ardi
Sep 15
Share this article
3d44765bc83342bbbb8b05769ef6fb1a.jpg
Updated 16/Sep/2022 .

Mual, muntah, dan menggigil pada intra dan pasca-operatif merupakan masalah yang paling sering ditemukan, terutama jika menggunakan anestesi spinal. Mual, muntah, dan menggigil dapat disebabkan oleh beberapa hal, tetapi kemungkinan besar disebabkan oleh penggunaan obat-obatan anestesi. Dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian granisetron 3 mg lebih efektif dalam menurunkan kejadian mual, muntah, dan menggigil setelah anestesi spinal.


Granisetron merupakan antagonis selektif reseptor serotonin 5-HT3 yang digunakan untuk mencegah terjadinya mual, muntah, dan menggigil selama anestesi spinal. Granisetron mempunyai efek ekstrapiramidal dan sedasi yang lebih rendah dibandingkan anti-emetik lainnya. Pada penelitian-penelitian sebelumnya belum diketahui dengan jelas perbedaan efektivitas terkait dosis granisetron 1 mg dan 3 mg.

 

Suatu penelitian dilakukan untuk membandingkan efek granisetron dengan dosis yang berbeda dalam mengontrol mual, muntah, dan menggigil yang disebabkan oleh anestesi spinal pada ibu yang menjalani section caesarean (SC). Desain dan metodenya adalah acak, tersamar triple, dengan jumlah subjek sebanyak 260. Subjek adalah ibu hamil usia 18-40 tahun dan mempunyai ASA I-II.

 

Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok granisetron 1 mg (n=130) dan kelompok granisetron 3 mg (n=130). Granisetron diberikan 10 menit sebelum pasien dianestesi spinal. Parameter primernya adalah perubahan skor mual, muntah, dan menggigil. Sedangkan parameter sekundernya adalah skor Apgar, mean arterial pressure (MAP), tekanan darah, temperature, dan denyut jantung.

 

Hasilnya menunjukkan kejadian mual, muntah (19,2% vs. 9,2%; p = 0,024), dan menggigil (6,9% vs. 1,5%; p = 0,049) secara bermakna lebih tinggi pada kelompok granisetron 1 mg dibandingkan dengan granisetron 3 mg.

 

Tidak ada perbedaan antara kedua kelompok terhadap nilai skor Apgar pada menit pertama (p=0,908) dan menit ke-5 (p=0,843). Begitu juga untuk parameter sekunder lainnya juga tidak ada perbedaan.

 

Simpulan:

Dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian granisetron 3 mg lebih efektif dalam menurunkan kejadian mual, muntah, dan menggigil setelah anestesi spinal dibandingkan dengan granisetron 1 mg.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Gustavo Fring dari Pexels)

Referensi:

Dehghanpisheha L, Azemati S, Hamedi M, Fattahisaravi Z. The effect of 1-mg versus 3-mg granisetron on shivering and nausea in cesarean section: A      randomized, controlled, triple-blind, clinical trial. Brazilian Journal of Anesthesiology 2022;72(4):457-65.


Share this article
Related Articles
Pemberian Erythropoietin Pre-operatif dapat Menurunkan Insiden Cardiac Surgery-Associated Acute Kidney
dr. Laurencia Ardi | 15 Agt 2022
Meta-analisis, Efektivitas dan Keamanan HES 130/0,4 pada Pembedahan Dan Trauma
dr. Laurencia Ardi | 20 Mei 2022
Efek "early vs late" Suplementasi Nutrisi Parenteral Pasien Bedah Abdomen
dr. Laurencia Ardi | 11 Apr 2022
Cadexomer Iodine Efektif Memperbaiki Penyembuhan Luka Kronik
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 02 Nov 2021
Dexmedetomidine Menurunkan Kejadian Post-operative Delirium
dr. Laurencia Ardi | 22 Okt 2021
Pemberian Granisetron Tunggal untuk Cegah PONV, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi | 14 Okt 2021
Penggunaan Dexmedetomidine sebagai Sedasi Pasien COVID-19, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi | 28 Sep 2021
Pemberian HES 6% 130/0,4 vs NaCl 0,9% pada Pasien yang Menjalani Operasi Mayor Abdomen, Bagaimana Efeknya?
dr. Laurencia Ardi | 06 Sep 2021
Pemberian Atorvastatin dalam Terapi Hematoma Subdural Kronik, Apa Manfaatnya?
dr. Jane Cherub | 15 Jul 2021
Efektivitas Rocuronium dan Succinylcholine pada Operasi Mikrolaringeal, Manakah yang Lebih Baik?
dr. Laurencia Ardi | 24 Jun 2021