Detail Article
Deferasirox vs Deferiprone pada Pasien Anak dengan Gangguan Hemoglobin
dr. Hastarita Lawrenti
Sep 08
Share this article
462174681b9a95696ffcb04809db1236.jpeg
Updated 16/Sep/2022 .

Kelebihan besi merupakan komplikasi yang sering dijumpai pada pasien anak dengan gangguan hemoglobin yang tergantung transfusi. Kelasi besi seperti deferasirox dan deferiprone efektif untuk mengatasi kelebihan besi. Peneliti melakukan tinjauan sistematik dan meta-analisis untuk mengetahui efikasi deferasirox dibandingkan deferiprone untuk mengobati kelebihan besi pada pasien anak dengan gangguan hemoglobin.

Terdapat beberapa modalitas untuk mendiagnosis dan memantau kelebihan besi dalam tubuh, di antaranya pemeriksaan kadar ferritin serum dan MRI, sebagai modalitas non-invasif. Untuk terapi kelebihan besi, terdapat kelasi besi yang dapat digunakan yaitu deferoxamine injeksi, deferasirox dan deferiprone secara oral.

 

Peneliti melakukan tinjauan sistematik dan meta-analisis untuk mengetahui efikasi deferasirox dibandingkan deferiprone untuk mengobati kelebihan besi pada pasien anak dengan gangguan hemoglobin. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed dan Cochrane Central. Yang dimasukkan adalah uji klinik secara acak dan studi observasional yang menilai efikasi deferasirox dibandingkan deferiprone untuk terapi gangguan hemoglobin yang diturunkan.

 

Dalam tinjauan sistematik dan meta-analisis ini, data yang akhirnya dimasukkan berasal dari 5 studi dengan jumlah 607 pasien. Dari meta-analisis didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara deferasirox dan deferiprone dalam hal MRI T2* pada akhir terapi (weighted mean difference/WMD: -0,92; 95% CI -3,35 sampai 1,52; p= 0,46). Selain itu, tidak terdapat perbedaan bermakna dalam hal kadar ferritin serum pada 6 bulan (WMD: 97,31; 95% CI -236,16 sampai 430,77; p= 0,57) dan 12 bulan (WMD: 46,99; 95% CI -191,42 sampai 285,40; p= 0,70) antara keduanya.

 

Kesimpulan dari tinjauan sistematik dan meta-analisis ini adalah tidak terdapat perbedaan bermakna dalam hal efikasi deferasirox dan deferiprone dalam tata laksana kelebihan besi pada pasien anak dengan gangguan darah yang diturunkan.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Pexels)

Referensi:

1.Saleem A, Waqar E, Shuja SH, Naeem U, Moeed A, Rais H, et al. No difference in myocardial iron concentration and serum ferritin with deferasirox and deferiprone in pediatric patients with hemoglobinopathies: A systematic review and meta-analysis. Transfus Clin Biol. 2022 doi: 10.1016/j.tracli.2022.07.044.

2.Bou-Fakhredin R, Elias J, Taher AT. Iron overload and chelation therapy in hemoglobinopathies. Thalassemia Reports [Internet]. 2018 Apr 18 [cited 2022 Sept 7]. Available from: https://www.pagepressjournals.org/index.php/thal/article/view/7478/7868


Share this article
Related Articles
Pemberian Erythropoietin Pre-operatif dapat Menurunkan Insiden Cardiac Surgery-Associated Acute Kidney
dr. Laurencia Ardi | 15 Agt 2022
Anak dengan Thalasemia Beta Memiliki Kadar Vitamin D yang Rendah, Ini Studinya
dr. Esther Kristiningrum | 29 Mar 2022
Manfaat Erythropoietin untuk Pasien dengan Anemia Maligna terkait Kanker
dr. Laurencia Ardi | 25 Mar 2022
Pemberian Enoxaparin dalam Mencegah VTE pada Pasien Perdarahan Intraserebral, Profilaksis Onset Cepat atau Lambat?
dr. Martinova Sari Panggabean | 15 Mar 2022
Deferasirox 2 Kali Sehari, Bagaimana Efektivitas dan Keamanannya?
dr. Hastarita Lawrenti | 10 Jan 2022
Penggunaan Recombinant Human Erythropoietin Mengurangi Kebutuhan Transfusi Darah pada Bayi dengan Anemia Prematuritas
dr. Martinova Sari Panggabean | 08 Jul 2021
Penggunaan Antikoagulan Oral pada Pasien Sirosis dan Fibrilasi Atrium, Apa Manfaatnya?
dr. Jane Cherub | 19 Mar 2021
Kepatuhan terhadap Terapi Kelasi Besi, Bagaimana?
dr. Hastarita Lawrenti | 17 Mar 2021
Efektivitas Preparat Stimulasi Eritropoiesis Pada Pasien Sakit Kritis: Meta-Analisis
dr. Laurencia Ardi | 08 Feb 2021