Detail Article
Dexmedetomidine Intraoperatif Mempercepat Pemulihan Fungsi Saluran Cerna
dr. Laurencia Ardi
Jan 14
Share this article
3e06b135432a88ebcce5ba9c3647572b.jpg
Updated 14/Jan/2022 .

Ileus pasca-operatif sering terjadi setelah pembedahan abdomen, dan hanya sedikit penelitian yang melaporkan pemberian dexmedetomidine berkaitan dengan perbaikan fungsi saluran cerna pasca-operatif. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan hasil yang tidak konsisten dengan jumlah subjek yang kecil. Oleh karenanya dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Berikut suatu penelitian yang bertujuan untuk menilai efek pemberian dexmedetomidine intraoperatif dibandingkan dengan plasebo terhadap fungsi saluran cerna pasca-operatif pada pasien yang menjalani pembedahan abdomen. Desan dan metodenya adalah multisenter, acak, tersamar ganda dengan jumlah subjek sebanyak 675 pasien yang berusia 60 tahun atau lebih. Kemudian subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok dexmedetomdine (n=331) dengan dosis awal 0,5 mcg/kgBB selama 15 menit kemudian diikuti dengan dosis pemeliharaan 0,2 mcg/kgBB/jam dan kelompok plasebo (n=344) hanya mendapatkan NaCl 0,9%. 


Parameter primer yang dinilai adalah waktu flatus pertama kali, sedangkan parameter sekundernya adalah fungsi saluran cerna pasca-operatif yang dinilai dengan menggunakan sistem skoring I-FEED (intake, feeling nauseated, emesis, physical examination, dan duration of symptoms), waktu pertama kali BAB dan asupan per oral, kejadian delirium, skor nyeri, kualitas tidur, post-operative nausea vomiting (PONV), biaya RS dan lama tinggal di RS. Hasilnya menunjukkan pada kelompok dexmedetomidine membutuhkan waktu yang lebih pendek secara bermakna untuk flatus (median, 65 jam [IQR, 48-78 jam] vs 78 jam [62-93 jam]; P < 0,001), BAB pertama kali (median, 85 jam [IQR, 68-115 jam] vs 98 jam [IQR, 74-121 jam]; P = 0,001), dan lama tinggal di RS (median, 13 hari [IQR, 10-17 hari] vs 15 hari [IQR, 11-18 hari]; P = 0,005) dibandingkan dengan kelompok plasebo. 


Fungsi saluran cerna pasca-operatif yang dinilai dengan sistem skor I-FEED dengan kejadian delirium pada kedua kelompok tidak ada perbedaan. 



Gambar: Ilustrasi (sumber: by wavebreakmedia - www.freepik.com)

Referensi: Lu Y, Fang P, Yu Y, Cheng X, Feng X, Wong GTC, et al. Effect of Intraoperative Dexmedetomidine on Recovery of Gastrointestinal Function After Abdominal Surgery in Older Adults A Randomized Clinical Trial. JAMA Network Open. 2021;4(10):2128886. doi:10.1001/jamanetworkopen.2021.28886

Share this article
Related Articles
Konsumsi Kopi Berkorelasi Signifikan dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease
dr. Josephine Herwita | 27 Jun 2022
Probiotik Kumur Bermanfaat Menurunkan Jumlah Bakteri Penyebab Karies Gigi pada Anak
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 07 Jun 2022
Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik Memperbaiki Profil Metabolik Pasien Penyakit Ginjal Kronik
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 23 Mei 2022
Manfaat Pemberian Suplemen Sinbiotik pada Nyeri Abdomen Fungsional Anak
dr. Josephine Herwita | 21 Apr 2022
Pemberian Polyethylene Glycol pada Kehamilan untuk Atasi Konstipasi, Bagaimana Keamanannya?
dr. Josephine Herwita Atepela | 04 Mar 2022
Mecobalamin 500 mcg mendukung Agen Prokinetik untuk Meningkatkan Khasiat dan Laju Pengosongan Lambung secara signifikan, Menurunkan Motilin serum pada Gastroparesis Diabetik
dr. Lupita Wijaya | 07 Feb 2022
Efektivitas Simethicone pada Bowel Preparation
Dr. Della Sulamita Mahendro | 20 Jan 2022
Meta-Analisis, Probiotik Memperbaiki Atensi dan Memori pada Orang Dewasa Sehat atau dengan MCI, AD, HIV
Dr. Lupita | 06 Des 2021
Probiotik BB-12 Aman dan Efektif Atasi Nyeri Kolik pada Bayi Usia < 3 bulan
dr. Lupita Wijaya | 21 Okt 2021
Dosis Tunggal Esomeprazole dan Pantoprazole Efektif Memperbaiki Gejala GERD, Ini Studinya
dr. Josephine Herwita | 07 Okt 2021