Detail Article

Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?

Dokter Kalbemed
Mar 13
Share this article
img-shutterstock_55471000-(1).jpg
Updated 22/Mei/2020 .

Irritable bowel syndrome dengan diare (IBS-D) adalah gangguan pencernaan yang umum yang ditandai dengan nyeri perut, kembung, dan tinja berair tanpa adanya peradangani, kelainan struktural atau metabolik yang dapat diidentifikasi. Glutamin merupakan asam amino esensial pada manusia dan menjadi sumber energi utama bagi sel epitel saluran pencernaan.

Irritable bowel syndrome dengan diare (IBS-D) adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan nyeri perut, kembung, dan tinja berair tanpa adanya peradangani, kelainan struktural atau metabolik yang dapat diidentifikasi. Perawatan awal terdiri dari terapi gaya hidup (diet) dan obat  untuk mengurangi diare dan sakit perut. Belum ada standar terapi bagi pasien dengan infeksi enterik, yang berkembang menjadi IBS-D dengan hiperpermeabilitas. Hiperpermeabilitas usus menyebabkan timbulnya celah antara sel epitel usus dan menjadi jalan masuknya toksin ke dalam aliran darah yang memicu terjadinya sepsis, alergi, dan diare.

 

Penelitian berikut ini bertujuan untuk melihat dampak manfaat suplemen glutamin oral pada pasien IBS-D. Glutamin merupakan asam amino esensial pada manusia dan menjadi sumber energi utama bagi sel epitel saluran pencernaan. Menurunnya kadar glutamin selama peradangan menyebabkan atrofi sel epitel dan hiperpermeabilitas usus. Penelitian acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo, dilakukan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan terapi glutamin oral pasien IBS-D dengan hiperpermeabilitas usus. Subjek dewasa yang memenuhi kriteria secara acak diberikan glutamin (5 g/3 kali sehari) atau plasebo selama 8 minggu. Parameter primer yang dievaluasi adalah pengurangan ≥50 poin pada irritable bowel syndrome severity scoring system (IBS-SS). Parameter sekunder meliputi skor IBS-SS kasar, perubahan frekuensi pergerakan usus harian, bentuk tinja (skala tinja Bristol), dan permeabilitas usus.

 

Hasilnya adalah 54 subjek glutamin dan 52 subjek plasebo menyelesaikan studi hingga 8 minggu. Sejumlah 43 (79,6%) pada kelompok glutamin dan 3 (5,8%) pada kelompok plasebo (perbedaan 14 kali lipat) mengalami pengurangan ≥50 poin pada IBS-SS. Glutamin juga mengurangi semua titik akhir parameter sekunder lebih baik secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol: skor IBS-SS pada 8 minggu (301 vs 181, p <0,0001), frekuensi pergerakan usus harian (5,4 vs 2,9 ± 1,0; p <0,0001), skala tinja Bristol (6,5 vs 3,9; p <0,0001), dan permeabilitas usus (0,11 vs 0,05; p <0,0001). Tidak ada efek samping serius yang diamati.

 

Penelitian ini menyimpulkan pasien dengan IBS-D dengan hiperpermeabilitas usus setelah infeksi enterik, yang diberikan suplemen glutamin oral secara signifikan dan aman dapat mengurangi berbagai parameter yang berhubungan dengan IBS. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi hasil ini. (dr. Dedyanto HS.)

 

Image : Ilustrasi

Referensi:

Zhou Q, Verne ML, Fields JZ, Lefante JJ, Basra S, Salameh H, et al. Randomised placebo-controlled trial of dietary glutamine supplements for post infectious irritable bowel syndrome. Gut. 2018 Aug 14. pii: gutjnl-2017-315136. doi: 10.1136/gutjnl-2017-315136.

Share this article
Related Articles
Related Products
6f8d27e018aa1599a03aeaf99e5518a2.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
69910fdc33d2cb36baeabc3559b42e2b.jpg
e211a21450dd134856b41b97e56c1763.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
79066e098c756d939996521bf396f633.jpg
fc150508ce840d1a950112643f07be98.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
75171ef397d36db5ce5f467d7a78bed5.jpg