Detail Article
Manfaat Zinc pada Kondisi Pre-Diabetes, Memperbaiki Parameter Glikemik dan Lemak
dr. Esther Kristiningrum
Nov 10
Share this article
45d9889588dffbf51c268a2f6d134476.jpg
Updated 10/Nov/2021 .

Zinc merupakan kofaktor pada lebih dari 300 enzim dalam tubuh, yang berperan penting dalam biologi manusia, seperti katalisis sejumlah proses metabolik, stabilitas struktural protein, dan regulasi ekspresi gen. Zinc juga esensial dalam fungsi endokrin pankreas dan metabolisme glukosa. 


Studi menunjukkan bahwa zinc menurunkan penyerapan glukosa dan pembentukan glukosa (glukoneogenesis), serta meningkatkan pemecahan glukosa (glikolisis) dan penyimpanan glukosa. Sebaliknya, sekresi glukagon oleh sel alfa pankreas dihambat oleh zinc. Selain itu, perubahan kadar zinc di dalam sel dapat mengganggu homeostasis glutation, yang dapat memicu stres oksidatif pada diabetes.


Saat ini telah dilakukan suatu kajian sistematik dan meta-analisis dari penelitian dengan kontrol yang menilai hasil dari pemberian suplemen zinc pada individu dengan kondisi pre-diabetes (kondisi di mana kadar gula darah sudah lebih dari normal namun belum masuk kategori diabetes). Studi yang dianalisis diambil dari database PubMed, SciVerse Scopus, dan Web of Science. Terdapat 3 literatur penelitian dalam kajian sistematik dan meta-analisis ini dengan total 265 peserta. Durasi suplementasi zinc berkisar dari 6-12 bulan dengan dosis zinc berkisar dari 20-30 mg/hari.

 

Dari pooled analysis ditemukan bahwa suplementasi zinc secara bermakna menurunkan kadar gula darah puasa jika diberikan zinc saja (-10,86 mg/dL; p<0,001) dan zinc bersama mikronutrien lain (-11,77 mg/dL, p<0,001). Kadar gula darah OGTT (oral glucose tolerance test) 2 jam menurun sebesar 21,08 mg/dL (p=0,03).

 


Salah satu studi menunjukkan penurunan HbA1C secara bermakna sebesar 0,5% dengan suplementasi kombinasi, sedangkan lainnya melaporkan penurunan petanda inflamasi CRP secara bermakna dengan suplementasi zinc. Kadar trigliserida, kolesterol HDL, dan HOMA-b menunjukkan perbaikan yang bermakna. Suplementasi zinc juga memperbaiki status zinc dari basal.


Dari hasil studi tersebut disimpulkan bahwa suplementasi zinc memperbaiki parameter glikemik dan lemak pada individu dengan pre-diabetes, seperti gula darah puasa, glukosa darah OGTT 2 jam, kadar HbA1C, fungsi sel beta, kolesterol total, HDL, serta kadar zinc dan CRP serum. Hal ini menunjukkan bahwa zinc memiliki potensi untuk menurunkan prevalensi pre-diabetes dan mengontrol morbiditas dan mortalitas yang terkait.


Gambar: Ilustrasi

Referensi:

Jayawardena R, Ranasinghe P, Kodithuwakku W, Dalpatadu C, Attia J. Zinc supplementation in pre-diabetes mellitus: A systematic review and meta-analysis. Minerva Endocrinol (Torino) 2021. doi: 10.23736/S2724-6507.21.03234-X


Share this article
Related Articles
Omega-3 pada Pasien DM, Menurunkan Gula Darah Puasa dan Resistensi Insulin
dr. Martinova Sari Panggabean | 25 Okt 2021
Suplementasi Omega-3 Meningkatkan Kadar Adiponektin, yang Berperan pada DM dan Penyakit Kardiovaskular
dr. Martinova Sari Panggabean | 18 Okt 2021
Konsumsi Alpukat Setiap Hari dapat Kurangi Lemak Perut, Benarkah?
dr. Jane Cherub | 15 Okt 2021
Konsumsi vitamin B12 selama 12 bulan, Apa Manfaatnya pada Pasien dengan Neuropati Diabetik?
dr. Johan Indra Lukito | 13 Okt 2021
Injeksi Intradermal Toksin Botulinum A pada Neuropatik DM Sangat Nyeri, Bagaimana Efektivitasnya?
dr. Lupita Wijaya | 03 Agt 2021
Metformin dan Kejadian Fibrilasi Atrial Pasien Diabetes Mellitus
Dr. Martinova Sari Panggabean. | 15 Jun 2021
Metformin Dikaitkan dengan Tingkat Rawat Inap, Mortalitas, dan Derajat COVID-19 yang Lebih Rendah, Benarkah?
dr. Johan Indra Lukito | 24 Mei 2021
Peran Metformin dalam Mencegah dan Menghambat Progresivitas Degenerasi Makula Terkait Usia
dr. Martinova Sari Panggabean | 06 Mei 2021
Insulin Glargine Biosimilar Ezelin, Bagaimana Efikasi, Imunogenisitas, dan Keamanannya?
dr. Johan Indra Lukito | 13 Apr 2021
Metformin Berpotensi untuk Pencegahan COVID-19
Dr. Johan Indra Lukito | 10 Mar 2021