Detail Article
Dosis Tunggal Esomeprazole dan Pantoprazole Efektif Memperbaiki Gejala GERD, Ini Studinya
dr. Josephine Herwita
Okt 07
Share this article
c948c51c75cdfddcfa305a9c2b08c799.jpg
Updated 14/Okt/2021 .

Terapi proton pump inhibitor (PPI) diketahui memiliki efektivitas yang sangat baik dalam tatalaksana pasien dengan gastroesophageal reflux diseases (GERD). PPI dalam sediaan intravena (IV) umum digunakan dalam penanganan pertama pasien yang datang dengan gejala GERD, seperti nyeri epigastrium dan heartburn, terutama pada kondisi darurat. Studi yang tersedia saat ini hanya menggambarkan efikasi PPI dalam mengatur pH lambung, dan belum ada yang mengevaluasi efikasi PPI IV dosis tunggal dalam meredakan gejala akut GERD.


Karakayali, dkk. (2019) melakukan studi prospektif, single-center, acak, dan tersamar ganda, selama 6 bulan di sebuah instalasi gawat darurat (IGD), dengan melibatkan pasien dewasa (> 18 tahun) yang datang dengan keluhan nyeri epigastrium dan heartburn. Pasien yang alergi terhadap PPI, sudah mengonsumsi PPI oral 24 jam sebelum masuk IGD, dan diketahui memiliki penyakit lain seperti kolelitiasis, penyakit arteri koroner, dan penyakit saluran cerna lain, dieksklusi dari studi.


Pasien yang terlibat dalam studi kemudian diacak menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang diberikan esomeprazole (n=104) 40 mg IV dalam 100 mL larutan normal salin dan kelompok yang diberikan pantoprazole (n=101) 40 mg IV dalam 100 mL larutan normal salin. Kedua obat diberikan secara IV selama 15 menit dalam suhu ruang.


Pasien kemudian diawasi oleh dokter residen senior terkait gejala klinis, tanda vital, dan pemeriksaan fisiknya selama 120 menit. Gejala nyeri dideskripsikan dengan visual analog score (VAS) antara 1-10 cm pada sebelum terapi (baseline), 30 menit, 60 menit, dan 120 menit setelah terapi. Pasien yang tidak mengalami resolusi nyeri (skor VAS > 5 cm) kemudian diberikan tatalaksana tambahan berupa tramadol hydrochloride IV 1 mg/kg dan sodium alginate 10 mL per oral. Apabila skor VAS sudah < 5 cm setelah 2 jam terapi, pasien diizinkan pulang.


Hasil studi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan perbaikan skor VAS pada kedua kelompok dalam 30 menit (p=0,312). Namun, esomeprazole dapat menurunkan skor VAS lebih baik pada 60 menit (p=0,014) dan 120 menit (p=0,02).


Selain itu, tatalaksana tambahan diberikan pada 5 pasien (4,8%) dari kelompok esomeprazole dan 12 pasien (11,9%) dari kelompok pantoprazole. Mesikipun kebutuhan tatalaksana tambahan lebih rendah pada kelompok esomeprazole, hal ini tidak menunjukkan signifikansi secara statistik (p=0,066). Pada pengawasan setelah pemberian obat, tidak didapatkan adanya efek samping pada kedua kelompok. Total durasi follow-up lebih pendek pada kelompok esomeprazole yaitu 131 menit (95%CI = 125–138), dibandingkan dengan pantiprazole yaitu 141 menit (95% CI = 133–149). Namun, hal ini tidak menunjukkan signifikansi (p=0,067).


Berdasarkan studi disimpulkan bahwa pemberian dosis tunggal esomeprazole dan pantoprazole efektif memperbaiki gejala nyeri epigastrium dan heartburn dalam waktu singkat. Selain itu, keduanya terbukti relatif aman dengan tidak didapatkannya efek samping setelah pemberian dosis tunggal.

 


Gambar: Ilustrasi

Referensi:

Karakayali O, Yilmaz S, Karakayali A, Yigit Y, Halhalli HC, Uslu T. Intravenous esomeprazole versus pantoprazole for heartburn. Notfall + Rettungsmedizin. 2019;23(4):276–81.  


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019