Detail Article
HbA1c Sebagai Prediktor Sumbatan Arteri Koroner, Mungkinkah?
Jane Cherub
Jan 15
Share this article
img-CAD1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Hemoglobin terglikasi (HbA1C) adalah penanda yang telah dikenal luas untuk menggambarkan kontrol glikemik (kadar gula dalam darah) jangka panjang dan ditetapkan menjadi uji diagnostic untuk pasien-pasien diabetes 

Hemoglobin terglikasi (HbA1C) adalah penanda yang telah dikenal luas untuk menggambarkan kontrol glikemik (kadar gula dalam darah) jangka panjang dan ditetapkan menjadi uji diagnostik untuk pasien-pasien diabetes sejak tahun 2010. Nilai prediksinya untuk komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler di antara para pasien diabetik telah diketahui dengan pasti. 

Studi terbaru menunjukkan bahwa kadar HbA1c dapat dipakai sebagai prediktor terjadinya coronary artery disease/ CAD. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ewid M dari College of Medicine, Sulaiman Al Rajhi Colleges, Saudi Arabia dan kolega dan telah dipublikasikan dalam BMC Cardiovascular Disorder Desember 2019.

Dalam studinya peneliti melibatkan sebanyak tiga puluh delapan pasien non-diabetik, tanpa riwayat CAD pada studi cross-sectional ini. Setiap pasien menjalani pemeriksaan HbA1C dan coronary computed tomography angiography (CCTA) untuk evaluasi nyeri dada. Keparahan stenosis arteri koroner (coronary artery stenosis/CAS) per pasien dinilai berdasarkan persentase plak yagng terdeteksi pada CCTA. 

Dari hasil studi menunjukkan rerata tekanan darah para pasien sebesar 91,2±11,9 mmHg, indeks massa tubuh 28,3±5,8 kg/m2, kadar kolesterol serum 174±33,1 mg/dl, dan kadar HbA1C rata-rata 5,7±0,45, median 5,7 dan kisaran 4,7-6,4%. Delapan belas pasien tidak menunjukkan CAS (47,4%), 12 pasien menunjukkan stenosis minimal (31,6%), 3 pasien menunjukkan stenosis sedang (7,9%) dan 2 pasien menunjukkan stenosis berat (5,3%). Korelasi moderat (hubungan menengah) terdeteksi antara HbA1C dan persentase CAS (r=0,47; p<0,05) serta antara HbA1C dan jumlah pembuluh darah koroner yang terimbas (r=0,53; p<0,001).

Dari studi ini peneliti menyimpulkan bahwa hemoglobin terglikasi A1C (HbA1C) dapat digunakan sebagai penanda prediktif coronary artery disease/ penyakit jantung koroner pada pasien non-diabetik dengan nilai ambang sebesar 5,9%. Temuan ini memerlukan telaah lebih lanjut dan mendalam untuk mengonfirmasi hal tersebut.

 


Image: Ilustrasi (sumber: https://www.researchgate.net/)
Referensi: 
1. Ewid M, Sherif H, Billah SMB, Saquib N, AlEnazy W, Ragab O, et al. Glycated hemoglobin predicts coronary artery disease in non-diabetic adults. BMC Cardiovasc Disord. 2019 Dec 21;19(1):309-15.
2. Jovanovic L, Savas H, Mehta M, Trujillo A, Pettitt DJ. Frequent monitoring of A1C during pregnancy as a treatment tool to guide therapy. Diabetes Care 2011;34(1):53–4.

Share this article
Related Articles
Rajin Gosok Gigi, Risiko Diabetes Melitus (Kencing Manis) Berkurang
Admin | 27 Apr 2020
"Benar" Atau "Salah" Terkait Dengan Wuhan Coronavirus, Menurut WHO (2)
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 27 Apr 2020
Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengurangi Risiko Diabetes Di Kemudian Hari?
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Penyakit Hati Non-Alkohol, "Epidemia Baru Di Abad 21"
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Suplementasi Vitamin D Bermanfaat Mengurangi Frekuensi Kejadian Eksaserbasi PPOK
nugroho nitiyoso | 14 Nov 2018
Vitamin C Menurunkan Risiko Fibrilasi Atrium pada Pasien Pasca-bedah Jantung
Admin | 06 May 2018
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Memahami Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Balita
Admin | 15 Nov 2018
Efek Perlindungan Statin terhadap Infeksi Tuberkulosis Aktif
Admin | 18 Nov 2018
FOS Fermentasi Soy Milk vs Inulin dalam Asidifikasi dan Pertumbuhan Probiotik, Lebih Baik Mana?
Admin | 21 Nov 2018