Detail Article
Suplementasi Krill Oil terhadap Kadar Kolin selama Perlombaan, Bagaimana Manfaatnya?
dr. Jane Cherub
Sep 13
Share this article
ccd7c71c6ec15514bcaa62a002e1d19b.jpg
Updated 20/Sep/2021 .

Kolin adalah nutrisi penting yang telah terbukti berperan dalam kinerja atletik karena fungsinya dalam mempertahankan fungsi otot normal. Konsentrasi kolin bebas dalam serum darah dapat menurun selama latihan jasmani intensitas tinggi jarak jauh, namun terdapat strategi nutrisi untuk mengatasi kehilangan kolin. 


Minyak krill merupakan suplemen makanan yang diekstrak dari krill Antartika (Euphausia superba), kaya akan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang omega-3 (n-3 PUFA) asam eikosapentaenoik (eicosapentaenoic acid/EPA; C20:5 n3) dan asam dokosaheksaaenoik (docosahexaenoic acid/DHA; C22:6 n3). Karena sifat imunomodulator dan anti-inflamasinya, EPA, dan DHA dikaitkan dengan manfaat untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan peradangan. Mengingat bahwa periode latihan intensitas tinggi yang berkepanjangan juga dapat berdampak negatif pada fungsi kekebalan dan peradangan, ada minat yang cukup besar pada suplementasi n-3 PUFA berbasis laut sebagai sarana untuk meningkatkan pemulihan atletik.

 

Studi lapangan eksplorasi dilakukan oleh Storsve, et al, untuk menyelidiki apakah suplementasi sebelum perlombaan dengan fosfatidilkolin dari minyak krill dapat melawan penurunan kolin dan beberapa metabolitnya selama kompetisi triatlon. Empat puluh tujuh atlet triatlon, 12 perempuan dan 35 laki-laki dengan rentang usia 25 hingga 61 tahun, direkrut dari peserta triatlon Ironman-distance Norseman Xtreme dan Sprint/Olympic-distance Oslo Triathlon.

 

Dua puluh empat atlet secara acak dialokasikan ke kelompok minyak krill, menerima minyak krill 4 gram per hari selama 5 minggu sebelum perlombaan, dan 23 atlet secara acak dialokasikan ke kelompok plasebo, menerima 4 gram minyak sayur campuran setiap harinya. Sampel darah diambil sebelum lomba, segera setelah selesai lomba, dan sehari setelah lomba untuk analisis kolin dan metabolitnya.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kolin serum menurun secara signifikan dari sebelum perlombaan hingga selesai perlombaan di semua pertandingan, dengan penurunan yang lebih nyata diamati pada Ironman-distance Norseman Xtreme triathlon (penurunan sebesar 34%) dibandingkan dengan Sprint/Olympic-distance Oslo Triathlon (penurunan sebesar 15%). Penurunan betaine juga diamati, sementara konsentrasi dimethylglycine (DMG) tetap stabil di semua titik waktu. Konsentrasi kolin yang lebih tinggi secara signifikan (rata-rata 9,4%) dan DMG (rata-rata 21,4%) diamati pada minyak krill dibandingkan dengan kelompok plasebo. Kelompok minyak krill menunjukkan peningkatan serum kolin yang lebih besar secara signifikan setelah perlombaan selesai.

 

Kesimpulan:

Minyak krill dapat membantu mencegah keterbatasan peredaran konsentrasi kolin selama kompetisi daya tahan.

 


Silakan baca: Superba Krill Oil, Membantu memelihara kesehatan

Gambar: Ilustrasi (Photo by Maksim Romashkin from Pexels)

Referensi:

Storsve AB, Johnsen L, Nyborg C, Melau J, Hisdal J, Burri L. Effects of Krill Oil and Race Distance on Serum Choline and Choline Metabolites in Triathletes: A Field Study. Front. Nutr. 2020;7:133. doi: 10.3389/fnut.2020.00133

 

Share this article
Related Articles
Efek Kardioprotektif Kombinasi Propofol–Dexmedetomidine pada Operasi Jantung Terbuka
dr. Laurencia Ardi | 05 Agt 2022
Kombinasi Terapi Vasopressin, Steroid, Epinephrine pada Henti Jantung, Ini Manfaatnya
dr. Laurencia Ardi | 01 Agt 2022
L-carnitine untuk Anemia pada Penderita Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis, Ini Studi Meta-analisisnya
dr. Lyon Clement | 29 Jul 2022
Vitamin C Memperbaiki Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri Jantung
dr. Esther Kristiningrum | 15 Jul 2022
Potensi Citicoline sebagai Terapi Neuroprotektif yang Menjanjikan pada Anak Pasca-henti Jantung
dr. Allen | 04 Jul 2022
Efikasi dan Keamanan Asam Traneksamat pada Operasi Non-jantung
dr. Hastuti Erdianti | 23 Jun 2022
Fondaparinux Sebagai Profilaksis VTE Pascaoperasi Tulang Belakang Lumbal
dr. Martinova Sari Panggabean | 19 Mei 2022
Campuran Obat Antihipertensi dan NSAID Meningkatkan Risiko Terjadinya Gagal Ginjal Akut
dr. Kupiya | 17 Mei 2022
Antioksidan, Strategi Baru Pencegahan Hipertensi Melalui Terapi Pemrograman
dr. Martinova Sari Panggabean | 28 Apr 2022
ARB vs ACEI, Efektivitas Sebanding dengan Risiko Efek Samping Lebih Rendah
dr. Lyon Clement | 14 Apr 2022