Detail Article
Krill Oil pada Kesehatan Kulit, Apa Manfaatnya?
dr. Lydia Febriana
Nov 23
Share this article
7b4b5ea77949a08f01074d342c805561.jpg
Updated 20/Nov/2020 .

Kulit adalah organ yang tidak hanya melindungi terhadap mikroba, polusi, dan serangan fisik, tapi juga dalam menjaga kadar air dan suhu tubuh. Asam lemak omega-3 dan fosfolipid penting untuk kesehatan kulit, yang apabila kekurangan dapat menyebabkan kulit kering dan bersisik, dengan peningkatan transepidermal water loss (TEWL). 


Krill Oil adalah suplemen yang dapat membantu dalam pemeliharaan kesehatan kulit dengan komponen omega-3 dan fosfolipidnya. Suatu studi dilakukan untuk meneliti efek krill oil untuk kesehatan kulit. Sebanyak 31 partisipan (pria dan wanita paruh baya dengan kulit normal) dilibatkan pada uji klinik di mana subjek diacak menjadi grup yang diberikan 3 gram krill oil setiap hari selama 13 minggu. Semua pengukuran kulit dilakukan di lengan atas, yang ternyata menunjukkan bahwa suplementasi krill oil menghasilkan peningkatan yang signifikan pada hidrasi dan elastisitas kulit, dan penurunan TEWL yang signifikan. Selain itu, ditemukan korelasi yang signifikan antara perubahan hidrasi dengan perubahan elastisitas dan TEWL. Dengan menggunakan kamera digital, besarnya kerutan (sebagai ukuran kekasaran), lebar dan ukuran kerutan (sebagai ukuran kehalusan) dinilai saat awal dan akhir uji coba. Setelah suplementasi, krill oil tidak hanya mempengaruhi hidrasi dan elastisitas kulit, tetapi juga dalam jumlah dan ukuran kerutan pada kulit.

 

Terdapat juga suatu laporan kasus pasien dengan flek atau hiperpigmentasi yang jelas pada wajah yang kemudian menghilang setelah penggunaan krill oil oral. Krill Oil yang mengandung astaxantin berpotensi bermanfaat untuk memperbaiki hiperpigmentasi. Seorang pasien laki-laki berusia 47 tahun, datang ke klinik untuk kontrol rutin. Dari data pasien sebelumnya tercatat tampak hiperpigmentasi di kulit wajah. Namun, hiperpigmentasi tersebut ternyata menghilang. Pasien tidak menggunakan terapi atau tindakan perawatan lainnya, tetapi hanya mengonsumsi kapsul krill oil 1500 mg/hari selama 9 bulan secara teratur.

 

Suatu studi pada hewan menunjukkan peran krill oil dalam penyembuhan dan perbaikan kulit yang terluka. Sayatan luka kulit dilakukan di area paha kanan dari tiga puluh tikus jantan dewasa (umur 10 minggu dengan berat 165 ± 4,5 g). Tikus dengan kulit yang terluka dibagi menjadi dua kelompok yang sama. Area luka dirawat setiap hari dengan aplikasi lokal 1 µL saline normal (kelompok kontrol) dan 1 µL krill oil (kelompok perlakuan). Setelah 1, 5, dan 10 hari, lima ekor tikus dari setiap kelompok dikorbankan dan diambil sampel jaringan dari daerah luka untuk pemeriksaan histopatologi. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan percepatan penyembuhan luka pada waktu pada tikus yang diobati dengan krill oil dibandingkan dengan tikus kontrol selama periode percobaan. Perbaikan diamati berkaitan dengan tingkat epitelisasi, infiltrasi sel inflamasi, dan penyempitan area luka. Kesimpulannya, krill oil memiliki manfaat untuk mempercepat penyembuhan luka.

 

Simpulan:

Krill oil mengandung asam lemak omega-3, fosfolipid, dan astaxanthin yang berperan penting untuk kesehatan kulit. Menurut studi, penggunaan 3 gr krill oil/hari selama 13 minggu menunjukkan perbaikan pada hidrasi, elastisitas kulit, serta jumlah dan ukuran kerutan pada kulit.



SIlakan baca juga: Superba Krill Oil berisi Superba Krill Oil (Zooplankton) 500 mg, Omega-3 total 110 mg, EPA 60 mg, DHA 27,5 mg

Image : Ilustrasi (Photo by Anna Shvets from Pexels)

Referensi:

1.  Burri L. The Secret of Krill. Aker BioMarine Antarctic AS. 2020.

2.  Koçakoğlu S, Akpınar E. Apparent hyperpigmented skin blemish that has been incidentally treated with oral krill oil: A case report. J Med - Clin Res & Rev. 2020; 4(1): 1-3.

3.  Kadhim EF, Al-Zamely ZR. Effect of krill oil application on wound healing in male rats. IJSR. 2017;6(10):1638-41.


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019