Detail Article
Efek HES 6% 130/0,4 dalam Larutan Seimbang dan Albumin 5% terhadap Fungsi Ginjal, Bagaimana Perbandingannya?
dr. Laurencia Ardi
Agt 13
Share this article
671686f0bbca537912870cd92394874d.jpg
Updated 12/Agt/2021 .

Panggunaan koloid buatan menurun pada kasus kritis, tetapi masih tetap digunakan pada kasus perioperatif. Sedikit diketahui tentang potensi nefrotoksik dari penggunaan koloid buatan pada pasien non-kritis yang menjalani operasi. 


Suatu penelitian bertujuan untuk menilai efek albumin 5% dengan HES 6% 130/0,4 dalam larutan seimbang terhadap fungsi ginjal dan gagal ginjal. Desain dan metodenya adalah prospektif, acak, tersamar tunggal, dengan jumlah subjek sebanyak 100 pasien yang akan menjalani sistektomi elektif.

 

Subjek kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok albumin 5% (n=53) dan kelompok HES (n=47). Parameter primer yang dinilai adalah rasio serum Cystatin-C antara visit terakhir pada hari ke-90 dan visit pre-operatif pertama, sedangkan parameter sekundernya adalah laju filtrasi glomerulus dan serum neutrophil gelatinase yang dikaitkan dengan lipocalin sampai dengan hari ke-3 preoperatif, risiko, injuri, gagal ginjal, hilangnya dan gagal ginjal kronik stadium terminal pada post-operatif hari ke-3 dan 90.

 

Hasilnya menunjukkan median rasio Cystatin-C 1,11 pada kelompok albumin 5% dan 1,08 pada pada kelompok HES (median difference = 0,03; 95% CI, –0,09 sampai 0,08; p = 0,165). Selain itu, tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap konsentrasi serum Cystatin-C, rerata laju filtrasi glomerulus, risiko, injuri, gagal, hilangnya dan kriteria penyakit ginjal stadium terminal, serta neutrophil gelatinase yang dikaitkan dengan lipocalin

Kebutuhan cairan infus, kecepatan transfuse, dan hemodinamik post-operatif pada kedua kelompok sama. 


Berdasarkan penelitian ini, pemberian albumin 5% ataupun hydroxyethyl starch (HES) 6% 130/0,4 pada larutan seimbang mempunyai profil keamanan yang sama terhadap fungsi ginjal pada pasien non-kritis yang menjalani operasi besar. 



Gambar: Ilustrasi

Reference   :

Kammerer T, Brettner F, Hilferink S, Hulde N, Klug F, Pagel J, et al. No      differences in renal function between balanced 6% hydroxyethyl starch (130/0.4) and 5% albumin for volume replacement therapy in patients undergoing cystectomy a randomized controlled trial. Anesthesiology. 2018;128:67–78.


Share this article
Related Articles
L-carnitine untuk Anemia pada Penderita Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis, Ini Studi Meta-analisisnya
dr. Lyon Clement | 29 Jul 2022
Campuran Obat Antihipertensi dan NSAID Meningkatkan Risiko Terjadinya Gagal Ginjal Akut
dr. Kupiya | 17 Mei 2022
Meta-analisis: Suplementasi Ketoanalogue pada Pasien dengan Penyakit Ginjal Dialisis Non-Dialisis
dr. Laurencia Ardi | 09 Feb 2022
Efek Ketoanalog terhadap Modulasi Mikrobiota Usus dan Kadar Racun Uremik Serum pada Penyakit Ginjal Kronis
dr. Laurencia Ardi | 18 Nov 2021
Metode Penilaian Estimate GFR Baru Tanpa Memperhatikan Ras, Ini Studinya
dr. Yohanes Jonathan | 16 Nov 2021
Hasil Luaran Ginjal pada Long COVID-19, Bagaimana?
dr. Laurencia Ardi | 14 Sep 2021
Kaitan Pemberian Calcitriol dengan Tingkat Keparahan dan Mortalitas COVID-19 pada Pasien PGK
dr. Esther Kristiningrum | 02 Jun 2021
Roxadustat untuk Pengobatan Anemia pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Non-Dialisis
dr. Laurencia Ardi | 25 Mei 2021
Pemberian Mycophenolate Mofetil pada Sindrom Nefrotik, Bagaimana Efektivitas dan Keamanannya?
dr. Laurencia Ardi | 02 Mar 2021
Penggunaan Eculizumab untuk Transplantasi Ginjal pada Penderita HUS
Dr. Laurencia Ardi | 09 Feb 2021