Detail Article
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi
Feb 28
Share this article
img-darah.jpeg
Updated 22/May/2020 .

Anemia defisiensi besi merupakan bentuk anemia yang paling sering ditemukan dan juga paling sering disebabkan karena gangguan status nutrisi. Secara global angka kejadian anemia pada kehamilan sekitar 25%. 

Anemia defisiensi besi merupakan bentuk anemia yang paling sering ditemukan dan juga paling sering disebabkan karena gangguan status nutrisi. Anemia mengganggu perkembangan janin normal karena menyebabkan terjadinya kematian janin ataupun perinatal. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan kelahiran bayi prematur (28%), pre-eklampsia (31%), dan sepsis pada kehamilan.

 

Pilihan utama terapi anemia defisiensi besi pada hampir semua pasien adalah dengan mengganti preparat besi per oral karena terkait dengan efektivitas, keamanan, dan biaya. Masalah utama terapi dengan preparat besi per oral adalah tolerabilitas yang buruk dan kejadian efek samping yang lebih dari 40%. Iron sucrose complex (ISC) merupakan obat yang relatif baru, yang digunakan secara intravena untuk koreksi anemia defisiensi besi. ISC telah secara luas digunakan dan merupakan molekul yang aman, dan telah menjadi salah satu pilihan untuk mencegah anemia defisiensi besi.

 

Penelitian yang dilakukan Shruti, dkk. bertujuan untuk membandingkan efektivitas, keamanan, dan tolerabilitas antara besi sukrosa intravena dan besi fumarat per oral pada ibu hamil 14-34 minggu dengan anemia defisiensi besi. Subjek sebanyak 112 pasien yang dikumpulkan dari Oktober 2011-Agustus 2012. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok I mendapatkan besi sukrosa intravena dengan dosis 200 mg dan kelompok II mendapatkan besi fumarat per oral setiap hari. Parameter yang dinilai adalah kadar Hb dan ferritin serum setelah 4 minggu intervensi. Hasilnya menunjukkan pada kelompok I mempunyai kadar Hb yang lebih tinggi dan ferritin serum yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok II. Sebesar 55% kelompok I mengalami peningkatan Hb 2 g/dL dibandingkan dengan kelompok II yang hanya 11%, dan 48% pada kelompok I mengalami peningkatan ferritin serum sebesar 100 ng/mL dibandingkan kelompok II sebesar 3,5%.

 

Simpulan:

Berdasarkan penelitian RCT disebutkan bahwa pemberian preparat besi sukrosa intravena dengan dosis 200 mg/hari selama 4 minggu dapat meningkatkan kadar Hb dan ferritin serum pada wanita hamil dengan anemia defisiensi besi. 

 

Image : Ilustrasi

Referensi:

1. Bhavi SB, Jaju PB. Intravenous iron sucrose v/s oral ferrous fumarate for treatment of anemia in pregnancy. A randomized controlled trial. BMC Pregnancy and Childbirth 2017;17:137.

2. Shi Q, Leng W, Wazir R, Li J, Yao Q, Mi C, et al. Intravenous iron sucrose versus oral iron in the treatment of pregnancy with iron deficiency anaemia: A systematic review. Gynecol Obstet Invest. 2015. DOI: 10.1159/000376577.

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Pemberian Preparat Besi Intravena Bermanfaat pada Pasien Kanker dengan Anemia
Dokter Kalbemed | 18 Jan 2019
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019