Detail Article
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy
Feb 21
Share this article
img-krim.jpg
Updated 22/May/2020 .

Melasma merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh hipermelanosis yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari di area kulit bagian dahi dan pipi. Injeksi asam traneksamat intradermal memberikan efikasi yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan topikal pada kasus melasma. 

Melasma merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh hipermelanosis yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari di area kulit bagian dahi dan pipi. Kondisi ini merupakan hal yang umum terjadi pada berbagai ras dan jenis kelamin terutama pada wanita yang lebih tua dan warna kulit lebih cerah yang tinggal di daerah yang banyak mendapat radiasi sinar UV.

Asam traneksamat merupakan plasmin-inhibitor obat hidrofilik yang biasanya digunakan sebagai antifibrinolitik dan juga sudah diteliti sebagai terapi alternatif untuk penanganan melasma. Asam traneksamat menghambat konversi plasminogen (yang berada di lapisan epidermis sel basal) menjadi plasmin dengan menghambat plasminogen activator. Plasminogen activator dihasilkan oleh keratinosit dan meningkatkan aktivitas melanosit secara in vitro. Hal ini meningkatkan level serum dengan penggunaan kontrasepsi oral dan pada kehamilan. Hambatan zat ini menjadi mekanisme kerja asam traneksamat dalam mengurangi melasma akibat hiperpigmentasi.

Penelitian secara terbuka, acak pada 18 pasien, dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok A (n=8) menggunakan topikal asam traneksamat 3% 2x sehari dan kelompok B (n=10) menggunakan injeksi intradermal asam traneksamat (4 mg/mL) setiap minggu 1x selama 12 minggu. Penilaian dilakukan pada minggu ke-12 dengan foto, skor MASI (Melasma Area and Severity Index), kepuasan pasien, dan menggunakan kolorimetri CR300 untuk menilai 3 daerah (pipi kanan, pipi kiri, dan punggung tangan kanan sebagai kontrol). Didapatkan hasil pada kelompok A, evaluasi foto memberikan perbaikan sebesar 12,5%, lebih buruk 50%, dan 37,5% tidak memberikan perubahan. Sedangkan pada kelompok B terdapat perbaikan 66,7% dan 22,2% tidak mengalami perubahan. Skor MASI memberikan perbaikan signifikan (p=0,0026). Penilaian menggunakan kolimetri memberikan perbaikan signifikan pada kedua terapi (p=0,0008).

Kesimpulan: Injeksi asam traneksamat intradermal memberikan efikasi yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan topikal pada kasus melasma. Asam traneksamat menjadi pilihan baru untuk mengobati melasma.

 

Image: Ilustrasi

Referensi:

1. Steiner D, Feola C, Bialeski N, de Morais e Silva FA, Antiori ACP, Addor FAS, et al. Study evaluating the efficacy of topical and injected tranexamic acid in treatment of melasma. Surgical and Cosmetic Dermatology. 2009;1(4):174-7.

2. FERÊNCIAS, Steiner D, Feola C, Bialeski N, Silva FAM. Tratamento do melasma: Revisão sistemática. Surg & cosmetic dermat. 2009;1:87-9

3. Bolanca I, Bolanca Z, Kuna K, Vuković ATuckar NHerman R,  et al. Chloasma - the mask of pregnancy. Coll Antropol. 2008; 32(2):139-41.

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Efektivitas dan Keamanan Mycophenolate Mofetil sebagai Pengobatan Pasien Lupus Nefritis
Dokter Kalbemed | 15 Mar 2019